Comscore Tracker

Jadi Pembicara Diskusi Ilmiah, Guru Besar UII Diteror Orang Asing

Diskusi virtual yang digelar mahasiswa FH UGM itu batal

Yogyakarta, IDN Times - Kediaman Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Nimatul Huda akhir-akhir ini dinilai tidak aman. Hal itu bermula sejak Kamis (28/5) lalu, rumahnya digedor-gedor oleh orang yang tak dikenal pada pukul 23:00 WIB. 

Alhasil, karena kejadian itu Nimatul kerap merasa waswas hingga tidak bisa beristirahat dengan tenang. Peristiwa itu berlangsung tak lama usai Nimatul bersedia menjadi pembicara di acara diskusi virtual yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UGM dengan tajuk "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan."

Acara yang semula digelar pada Jumat (29/5) siang itu akhirnya batal karena mendapat tentangan dari sebagian publik. Poster diskusi virtual itu viral di media sosial dan dikomentari mendukung gerakan makar untuk menjatuhkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. 

Bagaimana kronologi teror yang terjadi di rumah Nimatul?

Baca Juga: Kasus COVID-19 di DIY: Jumlah Pasien Sembuh Mencapai 150 Orang

1. Pintu rumah Nimatul digedor-gedor oleh orang tak dikenal pada malam hari

Jadi Pembicara Diskusi Ilmiah, Guru Besar UII Diteror Orang Asing(Ilustrasi ketakutan) IDN Times/Mia Amalia

Nimatul sempat menceritakan kronologi teror yang dialaminya kepada Dekan Fakultas Hukum UII, Abdul Djamil. Menurut keterangan Nimatul, pintu rumahnya tiba-tiba digedor oleh beberapa orang laki-laki tidak dikenal pada hari Kamis malam. 

"Tapi gak dibukain sama Prof Nima, dibel-bel. Dilihat ada beberapa orang laki-laki," ungkap Abdul saat dihubungi pada Jumat (29/5) malam.

Abdul pun mengaku aneh, karena lingkungan tempat Nimatul tinggal tengah menerapkan karantina wilayah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Seharusnya, orang asing tidak bisa asal masuk ke area pemukimannya. 

"Dari sisi orang mau tamu seperti itu kan gak mungkin, gedor, ngebel-ngebel, ada berapa orang. Ya, intinya Bu Nima merasa terteror oleh tindakan itu," tutur dia.

"Dia sampai jam 4 minta pendapat saya ini gimana. Saya bilang gak usah dibuka. Nah, jam abis subuh itu pagi diperkirakan bagaimana kalau datang lagi, saya bilang gak usah dibuka. Karena Bu Nima gak kenal," katanya.

Ia bahkan menyarankan Nima mengungsi kala ada kesempatan. Namun, opsi itu masih dipertimbangkan.

Baca Juga: Buntut Disertasi Kontroversial, Keluarga Abdul Aziz Diteror

2. Rumah Nima kini dijaga mahasiswa dan alumni UII

Jadi Pembicara Diskusi Ilmiah, Guru Besar UII Diteror Orang AsingPoster acara diskusi yang diselenggarakan oleh Fakultan Hukum UGM sebelum penggantian judul/ Istimewa

Abdul berhenti mengontak Nimatul sekitar pukul 04:30 WIB pada Jumat kemarin. Ia langsung mengirimkan orang ke rumah Nima. Beruntung, Nima dalam keadaan sehat dan aman. Keduanya baru berkomunikasi kembali sekitar pukul 11:00 WIB. 

Ia pun menyarankan kondisi rumah agar tetap terkunci pada saat malam hari. "Malam tadi masih ditunggu oleh teman-teman. Ya alumni, ya mahasiswa," ujarnya.

3. Nimatul diteror diduga karena acara diskusi yang diadakan oleh mahasiswa FH UGM

Jadi Pembicara Diskusi Ilmiah, Guru Besar UII Diteror Orang AsingKlarifikasi tema diskusi diunggah di IG clsfhugm

Abdul mengaku belum memperoleh keterangan detail mengenai penyebab kediaman Nimatul diteror oleh orang tak dikenal. Namun, ia menduga ada benang merah antara kehadiran Nimatul sebagai pembicara di diskusi virtual tersebut.

Ada pihak yang menuduh diskusi itu memiliki tujuan untuk makar. Namun, Abdul membantahnya dengan tegas. 

"Kami prihatin karena ini bicara akademik. Diskusi itu akademik dan saya yakin Prof Nima materinya gak akan lari ke mana-mana," ujar dia menegaskan.

Menurutnya, acara diskusi seperti itu lumrah dan tak menyalahi aturan apapun. Sering kali jadi topik perkuliahan di Hukum Tata Negara pula.

"Makar itu kan ada syaratnya kalau di dalam UU kan gitu. Apakah (syarat) itu terpenuhi, kalau menurut saya tidak terpenuhi dan itu kan murni akademis dan itu di dalam konstitusi kita diatur lho. Persoalan-persoalan yang jadi topik itu kan ada. Di topik perkuliahan mahasiswa S1 saja ada itu," katanya menjelaskan. 

Nimatul semula akan berbagi pandangannya dalam kegiatan diskusi virtual pada Jumat kemarin pada pukul 14:00 - 16:00 WIB. Tema acara pun sempat diubah oleh panitia dari semula 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'  menjadi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Namun, akhirnya diskusi batal karena pertimbangan berbagai hal.

4. Nimatul belum memutuskan untuk melaporkan tindakan teror yang ia alami ke polisi

Jadi Pembicara Diskusi Ilmiah, Guru Besar UII Diteror Orang AsingIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara, menurut Abdul, Nimatul belum membicarakan untuk melaporkan tindakan teror yang ia alami ke polisi. Pihak UII pun akan merilis pernyataan resmi pada hari ini. 

"Di dalam konstitusi setiap orang dilindungi hak asasi manusia. Cuma kalau kita melaporkan, kita tahu indikasi subyeknya. Karena terus terang kita, Bu Nima gak tahu orangnya karena jam 11 malam. Orang mondar-mandir juga siapa gak tahu," kata dia. 

Baca Juga: Minta Jokowi Mundur, Eks Anggota TNI AD Ruslan Buton Ditangkap Polisi

Topic:

  • Santi Dewi
  • Jumawan Syahrudin
  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya