Comscore Tracker

Ahli Ungkap Alasan Dian Masih Perlakukan Jasad Ibu Seperti Masih Hidup

Dian sangat bergantung pada ibunya

Jakarta, IDN Times - Dian Apsari (42), masih memperlakukan jasad sang ibu, Renny Margaretha (68) seperti orang yang masih hidup. Dian bahkan masih menjaga rumahnya tetap bersih dan rapi meski ada dua jasad di dalam rumahnya itu.

Ketua Asosiasi Psikologi Forensik, Renny Kusumowardhani menjelaskan fenomena tak wajar ini. Menurut penyelidikan yang dilakukan dengan beragam metode, Dian diketahui anak yang bergantung pada ibunya.

“Dian (memiliki) ciri kepribadian khas, yakni kerap menekan emosi negatif yang muncul, punya ketergantungan dengan ibunya,” kata Renny, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/12/2022).

Di sisi lain, pola asuh yang tertanam sejak usia belia membuat Dian tumbuh menjadi pribadi yang tidak bisa mengambil keputusan.

“Dian tidak bisa ambil keputusan karena pola asuh susah. Dia kemudian cari solusi di tengah ketidakberdayaan. Ketiga orang keluarga meninggal dunia. Situasi ini melampaui kemampuan merespons secara adaptif, hadapi kehilangan intens,” ungkapnya.

Namun begitu, Dian masih melakukan perawatan baik terhadap dirinya maupun anggota keluarga lain yang telah meninggal dunia. Hal ini terlihat dari bukti-bukti pembayaran belanja makanan.

Dian juga masih membersihkan rumah dan menata sandal-sandal yang ada di rumahnya. Salah satu bukti lain adalah Dian masih merobek dan mencatat di kalender Tionghoa di rumahnya. Hal ini juga menjadi bukti timeline keluarga ini meninggal dunia.

“Jadi ibu Renny ini orangnya sangat terorganisir. Terlihat dari cara dia menata KTP dan data-data pembelian emas. Pola ini diikuti oleh Dian, bagaimana ia menata rumah, menata sandal dengan rapi,” ujarnya.

“Dia melakukan perawatan ada beli makanan dari bon-bon belanja makanan, rumah masih dibersihkan, cara tidur nyaman di samping ibunya. Dia mati secara wajar.”

Renny mengatakan, cara kematian keempat-empatnya mengarah pada cara natural bukan cara kematian yang lain. Sehingga, dapat ditepis adanya paham apokaliptik atau berhenti makan dan minum secara sukarela/VSED.

Baca Juga: Kepala Keluarga Kalideres Meninggal Duluan, Kenapa Tak Dimakamkan?

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya