Comscore Tracker

Polda Metro Jaya Gerebek Pinjol Berkedok Koperasi

Berawal dari adanya laporan ke Polda Metro Jaya

Jakarta, IDN Times - Subdirektorat Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap pinjol ilegal yang melakukan pengancaman ke nasabahnya.

Satu unit kantor mereka yang berada di daerah Kota Manado, Sulawesi Utara, digerebek.

1. Pinjol berkedok koperasi

Polda Metro Jaya Gerebek Pinjol Berkedok KoperasiIlustrasi Koperasi (dok. Dinas Koperasi Kabupaten Gunung Kidul)

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Auliansyah Lubis, mengatakan, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan tim dari Subdit Siber Polda Sulawesi Utara dalam mengungkap kasus ini. Pinjol ilegal ini menyamar alias berkedok sebagai koperasi.

"Pada tanggal 29 November 2022, tim Subdit Siber Polda Metro Jaya melakukan penindakan di daerah kota Manado Sulawesi Utara. Penindakan dilakukan di salah satu ruko yang berada di kawasan ruko Marina Kota Manado yang diduga kuat sebagai tempat beroperasinya pinjaman online tersebut," ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (5/12/2022).

Dalam penggerebekan itu, lanjut dia, ditemukan sebanyak 40 orang tengah melakukan operasional pinjol menggunakan laptop atau komputer.

Baca Juga: Bareskrim Beri Atensi Penuntasan Kasus Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol

2. Dua orang ditetapkan tersangka

Polda Metro Jaya Gerebek Pinjol Berkedok KoperasiIlustrasi, tersangka. Shutterstock

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, sebanyak dua orang ditetapkan jadi tersangka.

"Mereka adalah A sebagai petugas debt collector yang mengancam korban dan G sebagai pimpinan dari pinjol ilegal tersebut. Dia menambahkan, ada empat aplikasi pinjol ilegal yang ditawarkan," terangnya.

Pinjaman online dengan nama PinjamanNow, AkuKaya, KamiKaya dan EasyGo tidak memiliki izin dari OJK.

"Kegiatan pinjol illegal ini sudah berjalan kurang lebih selama satu tahun dengan uang nasabah dan perputaran uang diperkirakan senilai miliaran rupiah setiap bulannya," kata dia.

3. Pasal yang disangkakan

Polda Metro Jaya Gerebek Pinjol Berkedok KoperasiIlustrasi Pelaku Pidana (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu, Kepala Subdirektorar Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Victor Daniel Henry Inkiriwang mengatakan, A dan G yang telah ditetapkan jadi tersangka dikenakan Pasal 30 Juncto Pasal 46 dan atau Pasal 32 jo Pasal 48 dan atau Pasal 29 jo Pasal 45B dan atau Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga dikekanan Pasal 65 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 115 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dimana, kata Viktor, mereka terancam hukuman maksimal pidana penjara 12 Tahun dan denda Rp12.000.000.000,(dua belas miliar rupiah).

"Sampai saat ini, tim dari Subdit Siber Polda Metro Jaya bekerjasama dengan tim dari Subdit Siber Polda Sulut masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan di kantor pinjol ilegal tersebut dan akan melakukan penyidikan lebih lanjut guna membongkar keseluruhan operasi pinjaman online ilegal ini," ucap Viktor menambahkan.

Baca Juga: 10 Faktor Banyak Orang Jadi Korban Pinjol Ilegal, Ada yang demi Gadget

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya