Comscore Tracker

Siapa Pemilik Holywings yang Kini Izin Usahanya Dicabut Pemprov DKI?

Saham Holywings dimiliki 6 orang

Jakarta, IDN Times - Bar sekaligus tempat hiburan malam bernama Holywings belum berhenti menjadi sorotan. Holywings yang telah ditutup outletnya di seluruh DKI Jakarta kerap membuat kontroversi di tengah masyarakat.

Mulai dari melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat kasus COVID-19 sedang tinggi-tingginya, hingga membuat promosi berbau SARA. Lalu siapa sebenarnya pemilik Holywings ini, tentu banyak pihak yang masih penasaran? 

Mengutip dari situs resminya, Holywings berdiri pada 2014 dan didirikan oleh sebuah perusahaan bernama PT Aneka Bintang Gading. Holywings didirikan oleh Ivan Tanjaya dan Eka Setia Wijaya sebagai Co-Founder. 

Perusahaan tersebut diketahui memiliki tiga produk, yakni Holywings Bar, Holywings Club, dan Holywings Restaurant. Holywings kini telah memiliki cabang di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Serpong, Surabaya, Medan, dan Makassar.

1. Pemilik saham Holywings ada 6 orang

Siapa Pemilik Holywings yang Kini Izin Usahanya Dicabut Pemprov DKI?Polrestabes Bubarkan Tamu Holywings di Palembang (IDN Times/Dok. Polrestabes Palembang)

Jika merujuk pada data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, ada sejumlah nama pengurus dan pemilik saham dari Holywings.

Sebut saja mulai dari Eka Setia Wijaya (Direktur Utama), Ivan Tanjaya (Komisaris Utama), Marvin Saputra (Direktur), Jacky Lee (Komisaris), Kevin Tanjaya (Direktur) dan Hotman Paris Hutapea.

Co-Founder Holywings, Ivan Tanjaya bercerita tentang awal mula dia dan keempat rekannya mendirikan Holywings dalam program 'MICAN' yang tayang di YouTube resmi Holywings. 

Ivan sendiri sebelumnya sempat menjalankan banyak bisnis mulai dari menjadi makelar sewa properti ketika kuliah di Beijing, jual beli Polaroid, hingga menjadi distributor mainan.

"Nggak langsung Holywings karena gue nyoba F&B itu namanya Kedai Opa, gue berdua sama Eka (salah satu founder Holywings). Konsepnya nasi goreng, di ruko yang jadi Holywings Kelapa Gading, pertama kali," kata Ivan, seperti dikutip IDN Times, Senin (6/9/2021).

2. Berawal dari restoran nasi goreng

Siapa Pemilik Holywings yang Kini Izin Usahanya Dicabut Pemprov DKI?Sejumlah outlet Holywings di DKI Jakarta resmi dicabut izin usahanya. Penutupan outlet ini dilakukan oleh Satpol PP DKI Jakarta, Selasa (28/6/2022). (dok. IDN Times/Istimewa)

Semua ternyata dari bisnis nasi goreng. Namun, sayangnya kedai nasi gorengnya tersebut hanya bertahan selama tiga bulan. Ivan menyatakan dari segi bisnis, kedainya tersebut gagal untuk bisa dikembangkan.

"Bulan pertama misal Rp100 juta nih, bulan kedua 70, bulan ketiga 50. Langsung kita langkah seribu, makanya ada si Jeki, Marvin, sama Kevin (tiga founder Holywings lainnya)," ujar dia.

Sementara itu, Eka Setia Wijaya menuliskan jabatannya sebagai Restaurant Owner di PT Aneka Bintang Gading di laman LinkedIn-nya. Namun sayang, profilnya terkunci.

3. Belajar dari China

Siapa Pemilik Holywings yang Kini Izin Usahanya Dicabut Pemprov DKI?Outlet Holywings Makassar di Jl Tanjung Bunga, Sulawesi Selatan, Selasa (28/6/2022). IDN Times/Dahrul Amri

Setelah gagal dengan kedai nasi gorengnya, Ivan lantas berdiskusi dengan Eka untuk mengubah konsep bisnis yang mau mereka jalani. Dari diskusi tersebut, Ivan mendapatkan konsep yang sesuai dengan apa yang dipelajarinya di Beijing, China. 

Konsep tersebut adalah dengan menggabungkan minum sambil makan dan ditemani live music.

"Ada satu tempat yang sebenarnya mungkin gue copy ya, namanya Helen's di Beijing. Ini live music di China dan gue lumayan sering ke sana karena klab malam mahal kan, Helen's murah," kata Ivan.

Dari ide tersebut kemudian muncul konsep Holywings yang menjual sayap ayam sebagai camilan utama di samping minuman beralkohol dan performa live music. Adapun menu sayap ayam itu diakui pria kelahiran Toli Toli tersebut merupakan bagian salah satu menu yang ada di Kedai Opa miliknya dulu.

"Chicken wings-nya ini adalah chicken wings Kedai Opa yang gue suka banget dan sekarang nama menunya di Holywings itu kenapa ada nama menu Grandpa, Grandpa Fried Rice dan Grandpa Chicken Wings yang which is itu merupakan menunya Kedai Opa," kata dia.

Baca Juga: Baru Tutup Holywings, Anggota DPRD Sebut Pemprov DKI Cuma Pura-pura

4. Bermula tanpa penampilan musik

Siapa Pemilik Holywings yang Kini Izin Usahanya Dicabut Pemprov DKI?Nikita Mirzani dan Hotman Paris saat bergadung dengan Holywings Group. (instagram.com/nikitamirazanImawardi_172)

Awalnya, Ivan memulai Holywings tanpa penampilan musik langsung dan kebetulan pada medio 2014-2015 kehadiran musik langsung tergerus oleh penampilan electronic music dance alias EDM. Namun, hal tersebut tak menghalangi Ivan untuk menghadirkan musik langsung di Holywings. Dia berkaca dengan kesuksesan yang diraih Helen's di Beijing sana.

"Sebenarnya di Helen's itu nggak setiap hari ada live music, cuma tiga hari di Rabu, Jumat, dan Sabtu, tiap tiap tiga hari itu dia ramai. Hari biasa kalau gak ada live band dia mati. Jadi gue bilang yaudah kita coba setiap hari live music, hidup apa nggak nih," kata Ivan.

Kendati demikian, Ivan mengaku kehadiran penampilan musik langsung belum bisa mendongkrak bisnis Holywings. Konsumen yang datang hanya sebatas makan, minum, dan ngobrol kemudian pulang.

Ivan bahkan bercerita ada satu momen yang memaksa dia untuk menyanyi karena ketiadaan penampil di Holywings. Namun, hal tersebut tak membuatnya patah arang dalam membangun Holywings.

"Jadi Holywings tercipta karena gue banget. Gue suka nyanyi, makan, dan minum. Itu tiga hal yang gue suka," tutur Ivan.

Baca Juga: [BREAKING] Puluhan Orang Berdemo Datangi Holywings Palembang

5. Ramai karena konsep live musik

Siapa Pemilik Holywings yang Kini Izin Usahanya Dicabut Pemprov DKI?Gerai Holywings Yogyakarta di Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, ditutup, Rabu (29/6/2022) siang. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Holywings mengalami masa perkenalan yang sepi hanya dua minggu awal karena setelahnya orang-orang mulai ramai datang ke Holywings untuk mencari hiburan musik langsung.

Melihat antusiasme pelanggan yang makin besar, Ivan dan empat rekannya memutuskan untuk membuka cabang Holywings di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. 

Holywings PIK kemudian mendapatkan kesuksesan yang sama dengan di Kelapa Gading. Pada akhirnya, kini Holywings memiliki 18 outlet, termasuk Holywings Kemang dan berbagai outlet lain yang tersebar di kota-kota besar Indonesia.

Topic:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya