Comscore Tracker

37 Pegawai KPK Mundur Sejak Dipimpin Firli sampai Tolak Otsus Papua

Isu-isu menarik lain juga mewarnai #IndonesiaHariIni

Jakarta, IDN Times - Febri Diansyah bukan satu-satunya pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang mundur dari lembaga anti rasuah ini. Setidaknya sudah ada 37 orang mundur dalam sembilan bulan terakhir. Febri sendiri mundur dari posisi kepala Biro Humas KPK.

Soal mundurnya para pegawai KPK ini mendapat perhatian tinggi dari pembaca IDN Times selama Jumat (25/9/2020), selain soal demo penolakan otonomi khusus di Papua. Serta, tertangkapnya pelaku pelecehan seksual saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

1. Menteri Jokowi bahas COVID-19 di Lagoi, sewa 300 kamar

37 Pegawai KPK Mundur Sejak Dipimpin Firli sampai Tolak Otsus Papua(Ilustrasi kawasan resor Lagoi Bay di Bintan) www.bintan-resorts.com

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy membenarkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga menggelar rapat rapat koordinasi pimpinan (Rakorpim) penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Lagoi, Kepulauan Riau. Rapat digelar dua hari hingga Sabtu besok.

Sebanyak 300 kamar hotel di daerah wisata Lagoi terisi dengan kehadiran sejumlah menteri dan pimpinan lembaga. Siapa saja menteri yang datang ke Lagoi? Cek daftarnya di sini. 

2. Sudah 37 pegawai KPK mundur sejak dipimpin Firli Bahuri

37 Pegawai KPK Mundur Sejak Dipimpin Firli sampai Tolak Otsus PapuaKepala Biro Hubungan Masyarakat Febri Diansyah (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Baca Juga: 3 Hari Kasus COVID-19 Meroket, Epidemiolog: Sedang Menuju Puncak

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengungkapkan, sejak Januari hingga awal September 2020, ada puluhan pegawai KPK yang mengundurkan diri. Akan tetapi, Nawawi enggan membeberkan siapa saja nama pegawai tersebut.

"Terhitung sejak Januari sampai awal September (2020), yang saya catat 29 pegawai tetap dan delapan orang pegawai tidak tetap," kata Nawawi.

Kepemimpinan KPK diketahui telah berubah sejak 20 Desember 2019. Di antaranya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK serta Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango dan Lili Pintauli Siregar menjadi Wakil Ketua.

Apa alasan mundur puluhan pegawai ini? Penasaran? Simak di sini guys.

3. 100 Orang ditangkap saat demo memprotes otonomi khusus Papua

37 Pegawai KPK Mundur Sejak Dipimpin Firli sampai Tolak Otsus PapuaDemonstrasi tolak otonomi khusus di Papua (Dok. IDN Times/Istimewa)

Ratusan warga Nabire, Papua, turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan otonomi khusus (Otsus) jilid II pada Kamis, 24 September 2020. Aksi yang diagendakan berlangsung di depan Kantor Bupati Nabire itu harus dipindahkan ke Mapolres Mimika, karena pengadangan aparat setempat.
 
Juru bicara aksi, Jefry Wenda, menuturkan demonstran berangkat dari enam titik. Agenda mereka adalah membacakan sembilan poin Petisi Rakyat Papua (PRP) wilayah Nabiera. Namun, di tengah jalan, kerumunan massa dibubarkan aparat dengan dalih tidak ada perkumpulan apapun sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19. Sebanyak 100 orang demonstran ditangkap. 

Ini kronologi lengkapnya.

4. Kabid Kesehatan Satgas COVID-19 Akmal Taher mengundurkan diri

37 Pegawai KPK Mundur Sejak Dipimpin Firli sampai Tolak Otsus PapuaAkmal Taher (ANTARA FOTO/Aditya Ramadhan))

Kepala Bidang Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Akmal Taher mengundurkan diri dari jabatannya. Akmal mengungkapkan surat pengunduran dirinya diberikan secara resmi kepada Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo sejak Kamis 24 September 2020.

Lalu apa alasan Akmal mengundurkan diri dari jabatan di tengah kasus COVID-19 meningkat? Baca selengkapnya di tautan ini.

5. Oknum petugas medis yang melakukan pelecehan saat rapid tes di Soetta ditangkap

37 Pegawai KPK Mundur Sejak Dipimpin Firli sampai Tolak Otsus PapuaTersangka EFY di Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Oknum petugas medis yang merupakan tersangka kasus dugaan pemerasan dan pelecehan saat rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) akhirnya berhasil ditangkap pada Jumat (25/9/2020). Saat ditangkap, ternyata tersangka EFY tidak sendiri.

Jajaran Satreskrim Polres Kota Bandara Soetta menangkap EFY di Balige, Samosir, Sumatera Utara. Saat itu ia bersama istri dan anaknya.

EFY kabur menaiki kendaraan umum menuju ke Sumatera Utara setelah mendapat kabar terkait pelecehan yang diduga dilakukan olehnya. Begini kronologinya guys.

Baca Juga: Dua Eks Tim Mawar Diangkat Jokowi Jadi Anak Buah Prabowo di Kemenhan

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya