Comscore Tracker

Ancaman Bahaya Gempa Nias hingga Komandan KKB Ditembak Mati

#IndonesiaHariIni, sampah lebaran di DKI capai 10.000 ton

Jakarta, IDN Times - Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 (sebelumnya disebut magnitudo 7,2) mengguncang wilayah barat daya Pulau Nias, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021). Gempa pertama ini diikuti 13 gempa susulan lainnya. Bahaya mengancam Nias.

Selain gempa Nias, sepanjang Jumat, pembaca IDN Times juga menyoroti sejumlah artikel menarik lain, di antaranya komandan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang ditembak mati dan gunung sampah di Jakarta pada hari pertama Lebaran.

1. Gempa Nias dan ancaman bahayanya

Ancaman Bahaya Gempa Nias hingga Komandan KKB Ditembak MatiGoogle Map

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah terjadi 13 kali gempa susulan di barat daya Pulau Nias, Sumatra Utara, yang terjadi pada Jumat (14/5/2021). 

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan berdasarkan hasil permodelan magnitudo 6,7 belum cukup kuat untuk menimbulkan deformasi dasar laut hingga mengganggu kolom air laut. Ia juga menjelaskan gempa yang terjadi bukan jenis gempa megathrust tetapi jenis gempa dangkal di zona-outer rise. Apa itu dan bagaimana ancaman bahayanya? Baca di sini.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Status Waspada Potensi Banjir di 16 Provinsi

2. Ada larangan mudik, sampah di DKI H-1 hingga lebaran capai 10 ribu ton

Ancaman Bahaya Gempa Nias hingga Komandan KKB Ditembak MatiIIustrasi sampah (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Adanya kebijakan larangan mudik saat Lebaran 2021 membuat banyak masyarakat tetap berada di Jakarta. Kondisi ini berimbas pada jumlah sampah di Ibu Kota.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI mencatat, pada H-1 Lebaran dan hari pertama Lebaran, sampah di Jakarta mencapai lebih dari 10 ribu ton. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH DKI Jakarta Syaripudin merinci pada hari pertama lebaran terdapat 2.142 ton dengan 405 rit truk sampah. Sisanya H-1 Lebaran. Selengkapnya ada di tautan ini.

3. Momen Jokowi rayakan lebaran berdua Iriana

Ancaman Bahaya Gempa Nias hingga Komandan KKB Ditembak MatiPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). ANTARA FOTO/Biro Pers/Rusman/Handout

Kebijakan larangan mudik yang diterapkan pemerintah ternyata tidak hanya dirasakan oleh masyarakat saja, tetapi juga dirasakan oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Karena pandemik COVID-19 yang masih melanda Tanah Air, anak-anak Presiden Jokowi yang sedang berada di luar kota tidak bisa menghabiskan waktu Lebaran bersama kedua orang tuanya itu.

Pada pelaksanaan salat Idul Fitri, tampak Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi melaksanakan salat berdua ditemani perangkat Istana terbatas. Tak terlihat sosok anak-anaknya hadir di sana. Selanjutnya baca di sini.

4. Satgas Nemangkawi tembak mati komandan KKB

Ancaman Bahaya Gempa Nias hingga Komandan KKB Ditembak MatiKorban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawa menggunakan truk menuju pesawat saat evakuasi di Intan Jaya, Papua, Senin (14/9/2020) (ANTARA FOTO/Humas Polda Papua)

Pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Nemangkawi menembak mati Komandan Pasokan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telenggen, Lesmin Waker.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, mengatakan Lesmin Waker merupakan salah satu penembak Bharada Komang, anggota Satgas Operasi Nemangkawi. Baca detailnya di link ini.

5. Cerita pegawai KPK peraih penghargaan dari LAN tapi tak lolos tes ASN

Ancaman Bahaya Gempa Nias hingga Komandan KKB Ditembak MatiDirektur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Giri Suprapdiono (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Giri Suprapdiono mengaku terkejut ketika pada Selasa, 12 Mei 2021 lalu ia menerima surat keputusan (SK) dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen (Pol) Firli Bahuri yang menonaktifkan dirinya sejak Jumat, 7 Mei 2021. Di lembar kedua SK itu, ada empat poin.

Namun, matanya fokus ke poin kedua berisi instruksi agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung, sambil menunggu keputusan lebih lanjut. Simak cerita selanjutnya di tautan berikut ini.

Baca Juga: Hamas Gunakan Drone Iran Demi Bombardir Israel

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya