Comscore Tracker

Larangan Nobar Film G30S PKI hingga Dirjen KKP Meninggal karena COVID

#IndonesiaHariIni juga ada babak baru kebakaran Kejagung

Jakarta, IDN Times - Sejumlah artikel berhasil membetot perhatian pembaca IDN Times sepanjang Senin (28/9/2020). Dari soal larangan menonton film pemberontakan G30S PKI hingga babak baru kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020 lalu.

Tidak hanya dua berita tersebut, perkembangan kasus penyebaran wabah COVID-19 juga masih menarik perhatian. Tak cuma soal jumlah orang yang tertular, tetapi juga mereka yang meninggal dunia akibat pandemik virus itu dan mereka yang harus sendirian di ruang perawatan. 

1. COVID-19 merenggut nyawa Dirjen KKP Aryo Hanggono

Larangan Nobar Film G30S PKI hingga Dirjen KKP Meninggal karena COVIDTwitter BRSDM Pusris Kelautan (@pusriskel)

Kabar duka kembali menyapa publik tanah air. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Aryo Hanggono, meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Aryo telah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Tertularnya Aryo nyaris bersamaan dengan kabar positifnya Menteri KKP Edhi Prabowo.

Bagaimana kelanjutan soal meninggalnya Aryo, klik tautan ini guys.

2. Babak baru kasus kebakaran gedung Kejagung, ada apa dengan penjual pembersih merek TOP

Larangan Nobar Film G30S PKI hingga Dirjen KKP Meninggal karena COVIDFoto aerial gedung Kejaksaan Agung RI setelah api berhasil dipadamkan (IDN Times/Reza Iqbal)

Baca Juga: [UPDATE] Kasus COVID-19 di RI Bertambah 3.509 Hari Ini, Total 278.722 

Polisi hingga saat ini masih mendalami kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), yang terjadi pada 22 Agustus 2020.

Kini polisi akan memanggil sejumlah saksi ahli dan saksi tambahan untuk diperiksa, bahkan polisi juga akan memanggil penjual minyak lobi atau cairan pembersih yang digunakan di gedung Kejagung. Ada apa dengan penjual pembersih merek TOP ini. 

Simak selengkapnya di sini.

3. Balita 2 tahun menangis sendiri di ruang isolasi RS Wisma Atlet

Larangan Nobar Film G30S PKI hingga Dirjen KKP Meninggal karena COVIDSeorang perawat yang menggunakan APD terlihat menenangkan seorang balita yang berada di ruang isolasi COVID-19 di RSDC Wisma Atlet (Instagram.com/kabarjakarta1)

Seorang balita berusia 2 tahun menangis ketakutan karena berada seorang diri saat menjalani isolasi di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pemandangan mengharukan tersebut terekam dalam video yang diunggah sebuah akun TikTok, @dr.dywie_afriyanniw, yang kemudian viral di berbagai media sosial, salah satunya diunggah di akun Instagram @kabarjakarta1.

Begini cerita selengkapnya.

4. Polri larang nonton bareng film G30S PKI

Larangan Nobar Film G30S PKI hingga Dirjen KKP Meninggal karena COVIDKepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Awi Setiyono menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri (YouTube.com/Tribarata TV)

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa polisi tidak akan memberi izin keramaian atau kerumunan untuk agenda nonton bareng film G30S/PKI.

Awi menjelaskan bahwa polisi tidak melarang masyarakat menonton film. Tetapi melarang kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

"Polri tidak akan mengeluarkan izin untuk keramaian. Kalau mau nonton ya silakan nonton masing-masing," kata Awi.

Apa kata Awi selanjutnya? Klik di sini.

5. Mengenang tsunami dan likuefaksi di Palu dua tahun lalu

Larangan Nobar Film G30S PKI hingga Dirjen KKP Meninggal karena COVIDKeadaan Kota Palu, Sulawesi Tengah setelah terjadi Gempa dan Tsunami pada 28 September 2018 (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)

Dua tahun lalu, tepat pada 28 September 2018, gempa yang disusul tsunami dan likuefaksi membuat Kota Palu di Sulawesi Tengah dan sekitarnya luluh lantak. Ribuan nyawa melayang dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa yang terjadi pada pukul 17.02 WITA itu berpusat di 26 kilometer utara Kabupaten Donggala dan 80 kilometer barat laut Kota Palu, dengan kedalaman 10 kilometer. Kekuatan gempa 7,4 Skala Richter (SR).

Begini kisahnya.

Baca Juga: Tolak Omnibus Law, 5 Juta Buruh Siap Mogok Nasional Selama Tiga Hari

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya