Comscore Tracker

Akun YouTube BNPB Diretas, Namanya Berubah Jadi Ethereum 2.0

Peretas meninggalkan jejak akun Twitter

Jakarta, IDN Times - Akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diretas. Kini, akun YouTube BNPB Indonesia itu berubah nama menjadi Ethereum 2.0.

Dari pantauan IDN Times, pada pukul 11.30 WIB, Kamis (9/12/2021), akun tersebut sedang digunakan untuk menyiarkan ulang video membahas aset kripto ethereum dengan narasumber Co-Founder Ethereum, Vitalik Buterin. Dia adalah pria kelahiran Rusia. Buterin berusia 27 tahun.

Baca Juga: Studi: Varian Omicron Turunkan Efektivitas Vaksin 40 Kali Lipat

1. Peretas mencantumkan akun Twitter

Akun YouTube BNPB Diretas, Namanya Berubah Jadi Ethereum 2.0Ilustrasi Hacker (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam keterangan video siaran ulang tersebut, peretas mencantumkan akun Twitter, yakni @AltcoinDailyio. Akun tersebut memiliki 856,6 ribu pengikut (followers).

Selain itu, peretas juga mencantumkan alamat situs web ethevent.pro yang menyediakan berbagai konten terkait Bitcoin, Ethereum, dan sebagainya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok, Investor Jangan Panik!

2. Berbagai video BNPB tak dihapus

Akun YouTube BNPB Diretas, Namanya Berubah Jadi Ethereum 2.0Ilustrasi Hacker (IDN Times/Arief Rahmat)

Hingga siang ini, terpantau video-video atau konten buatan BNPB masih tersedia dalam akun tersebut. Misalnya video media briefing internasional bersama Juru Bicara Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, yang disiarkan kemarin, Rabu (8/12).

Sejauh ini, perubahan yang terpantau pada akun YouTube BNPB Indonesia ialah nama akun, foto profil akun, dan ada penambahan 1 video siaran langsung yang membahas Ethereum tersebut.

Baca Juga: Omicron Mengganas, WHO: Negara Eropa Jangan Asal Wajibkan Vaksin COVID

3. Akun BNPB punya 45,8 ribu subscriber

Akun YouTube BNPB Diretas, Namanya Berubah Jadi Ethereum 2.0Akun YouTube BNPB Indonesia diretas (dok. YouTube BNPB Indonesia)

Akun YouTube BNPB Indonesia terpantau memiliki 45,8 ribu pelanggan atau subscribers. Akun tersebut rutin mengunggah video informasi atau edukasi terhitung sejak COVID-19 mewabah di Indonesia.

Adapun video siaran ulang tersebut hingga saat ini ditonton oleh sekitar 8.289 pengguna YouTube.

Baca Juga: BNPB: Status Tanggap Darurat Erupsi Semeru hingga 3 Januari 2022 

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya