Comscore Tracker

Cerita Guru di SMPN 3 Kampar, Putar Otak Demi Siswa Nyaman Belajar 

Guru di Kampar pakai permainan demi siswa nyaman belajar

Kampar, IDN Times - Guru sebagai pondasi bangsa perlu memikirkan berbagai cara demi siswa-siswanya giat belajar. Demi mencapai cita-cita itu, guru pun perlu terus belajar untuk menemukan metode-metode baru yang bisa diterapkan di sekolah.

Seperti yang dilakukan Dewi, guru matematika di SMPN 3 Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Meski sudah mengajar selama lebih dari 20 tahun, Dewi tak pernah merasa puas untuk mempelajari metode baru.

Dia pun mendaftarkan diri dalam Program PINTAR Penggerak Tanoto Foundation, untuk mengikuti pelatihan dan pembinaan. Dari program itu, Dewi menemukan berbagai ide untuk membuat metode pembelajaran matematika yang diharapkan bisa meningkatkan minat anak terhadap mata pelajaran tersebut.

"Saya ingin anak itu belajar matematika enjoy. Bukan kita harus cara segala macam, tapi ide apa yang bisa kita lakukan," kata Dewi ketika ditemui di acara Tanoto Facilitators Gathering (TFG), di SMPN 3 Tapung, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: 960 Guru-Kepsek di Riau-Jambi Dilatih Sistem Belajar Berpusat ke Murid

1. Ingin menghilangkan ketakukan siswa pada matematika

Cerita Guru di SMPN 3 Kampar, Putar Otak Demi Siswa Nyaman Belajar Praktik baik matematika karya Guru matematika SMPN 3 Tapung, Dewi sebagai fasilitator Program PINTAR Penggerak Tanoto Foundation. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Matematika bukanlah mata pelajaran yang kerap menjadi kegemaran siswa. Bahkan, menurut Dewi, sebagian besar siswa takut terhadap mata pelajaran tersebut.

Oleh sebab itu, dia membuat mengaplikasikan permainan dalam metode pembelajarannya. Dengan harapan, siswa bisa nyaman belajar matematika.

"Kalau ibu inginnya mencari ide itu, inginnya matematika digemari, bukan ditakuti. Karena selama ini kan ditakuti kan. Jadi makanya saya berpikir bagaimana cara yang bagus supaya kita bisa mengakplikasikannya ke dalam permainan," ucap Dewi.

2. Meski hasilnya tak instan, Dewi tetap gigih membuat metode pembelajaran baru demi kenyamanan siswa dalam belajar

Cerita Guru di SMPN 3 Kampar, Putar Otak Demi Siswa Nyaman Belajar Praktik baik matematika karya Guru matematika SMPN 3 Tapung, Dewi sebagai fasilitator Program PINTAR Penggerak Tanoto Foundation. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dewi mengatakan, selama 1 tahun mengikuti pelatihan di Program PINTAR Penggerak Tanoto Foundation sebagai fasilitator, dia telah menerapkan metode-metode pembelajaran baru. Bahkan, permainan-permainan yang memuat materi matematika, dia buat sendiri dengan sumber daya yang ada.

Dewi mengatakan, hasilnya memang tak instan. Namun, dia tak berhenti menggali metode-metode baru demi kenyamanan siswa dalam mempelajari matematika.

"Untuk sekarang saya masih uji coba untuk ke depannya. Karena saya mempelajari selama ini kesulitan apa saja, dan anak itu merasa sulit, takut," kata Dewi.

Baca Juga: Titah Nadiem di Kemendikbud: Guru Honorer Tak Boleh Digaji Rendah

3. Kualitas siswa jadi tujuan utama Kepsek SDN 019 Tanjung Sawit mengikuti berbagai pelatihan dan pembinaan

Cerita Guru di SMPN 3 Kampar, Putar Otak Demi Siswa Nyaman Belajar Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 019 Tanjung Sawit, Hayati. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Selain Dewi, Kepala Sekolah SDN 019 Tanjung Sawit, Hayati juga mengikuti pelatihan dan pembinaan dari Program PINTAR Penggerak.

Hayati yang juga menjadi fasilitator daerah di Kabupaten Kampar mengatakan, dia memang ingin terus menambah ilmu dengan mengikuti pelatihan. Pada akhirnya, segala upayanya adalah demi meningkatkan kualitas siswa.

"Pertama tentu ingin menambah ilmu. Kemudian setelah kita tengok-tengok juga, program Tanoto bagus untuk pembelajaran. Jadi kita ingin meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri," ucap Hayati yang juga hadir dalam acara TFG tersebut.

4. Fokus utama pelatihan kepala sekolah dan guru adalah siswa

Cerita Guru di SMPN 3 Kampar, Putar Otak Demi Siswa Nyaman Belajar Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation Ari Widowati (kiri), Dirjen GTK Kemendikbud Ristek Iwan Syahril (tengah), dan Pj Bupati Kampar Kamsol (kanan). (IDN Times Vadhia Lidyana)

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Ristek, Iwan Syahril yang juga hadir dalam acara TFG mengatakan, seluruh program yang dilaksanakan, termasuk Program PINTAR Penggerak harus memiliki fokus utama, yakni murid atau siswa.

Dia mengatakan, tenaga pendidik harus fokus menjadi minat masing-masing siswa, demi menemukan potensi yang bisa dikembangkan melalui metode pembelajaran yang sesuai.

"Fokus utama kita adalah kepada tiga hal. Pertama adalah murid, kedua adalah murid, ketiga adalah murid. Hyper fokus luar biasa. Titik temunya ada di anak-anak kita," ucap Iwan.

Iwan mengingatkan, tenaga pendidik tak bisa lagi memaksa siswa untuk mengikuti metode pembelajaran yang tak sesuai dengan minatnya.

"Ujung-ujungnya, tujuan kita adalah untuk membuat anak-anak kita lebih baik, memiliki keterampilan sesuai kodrat zamannya, sesuai dengan kodrat anaknya," kata Iwan.

Baca Juga: Kisah Guru-Guru Tangguh di Tengah Pandemi COVID-19

5. Program PINTAR Penggerak bermanfaat bagi lebih dari 200 ribu siswa

Cerita Guru di SMPN 3 Kampar, Putar Otak Demi Siswa Nyaman Belajar Tanoto Foundation menggelar Tanoto Facilitator Gathering (TFG) di Kabupaten Kampar, Riau, Senin (4/7/2022). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Program PINTAR Penggerak dari Tanoto Foundation sendiri telah melatih dan mendampingi kepala sekolah, guru, dan komite sekolah pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan dosen LPTK di 25 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

Program itu telah memberi manfaat bagi lebih dari 200 ribu siswa. Adapun jumlah sekolah yang terlibat dalam program tersebut mencapai 263, SD dan SMP.

Program PINTAR Penggerak merupakan mitra Kemendikbud Ristek. Program itu digelar sejak 2021, yang menggunakan jalur pendanaan mandiri.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya