Comscore Tracker

Ingin Jadi Penerbang di TNI AU? Ini Cara dan Syarat Pendaftarannya

Persiapkan dirimu dari sekarang untuk jadi prajurit TNI AU

Jakarta, IDN Times - Indonesia memiliki banyak penerbang handal yang lahir dari TNI Angkatan Udara. Tidak hanya menjadi pilot pesawat angkut, tapi juga memegang kendali pesawat tempur. Nah, jika kamu bercita-cita ingin menjadi penerbang dan mengabdi kepada negara, kamu bisa bergabung menjadi prajurit Tamtama TNI AU. 

Tahun 2021 ini, TNI AU kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk bergabung menjadi prajurit TNI AU. Lowongan ini diumumkan langsung di situs TNI AU, https://diajurit.tni-au.mil.id.

"Telah dibuka! Pendaftaran Tamtama PK TNI AU TA 2021, Segera Daftarkan Diri Anda, Negara dan Bangsa Menunggu Darma Baktimu. Selam Proses penerimaan tidak dipungut biaya!" demikian isi pengumuman tersebut.

TNI AU membuka pendaftaran Tamtama PK TNI AU untuk gelombang ketiga, yang berlangsung 3 Mei - 30 Juni 2021. Apa saja persyaratan dan tahapan-tahapannya? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Kemenhub Buka 3.000 Lowongan CPNS di 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar

1. Syarat-syarat pendaftaran jadi bintara TNI AU

Ingin Jadi Penerbang di TNI AU? Ini Cara dan Syarat PendaftarannyaIlustrasi TNI. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sebelum menjadi calon bintara TNI AU, ada persyaratan yang harus kamu penuhi saat mendaftar, berikut syarat-syaratnya: 

Persyaratan Umum

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.
  4. Berusia paling rendah 17 tahun 9 bulan dan paling tinggi 22 tahun pada saat
    pembukaan pendidikan.
  5. Tidak memiliki catatan kriminal yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian
    Negara Republik Indonesia.
  6. Sehat jasmani dan rohani.
  7. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan
    yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap

Persyaratan Khusus

  1. Untuk Bintara PK pria
    Berijazah SMA/MA IPA, SMK Bidang Teknologi dan Rekayasa (kecuali Teknik Perkapalan, Teknologi Tekstil, Teknik Grafika, Geologi Pertambangan, Instrumentasi Industri, Teknik Kimia, Pelayaran), Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bidang Kesehatan (kecuali Perawatan Sosial), Seni Musik, Bidang Bisnis dan Manajemen (kecuali Keahlian Tata Niaga) dengan syarat melengkapi ijazah SD, SLTP, SMA/MA/SMK, SKHUN asli serta fotokopi yang telah dilegalisasi (sesuai peraturan Kemendikbud Nomor 29 Tahun 2014 oleh kepala sekolah yang mengeluarkan ijazah/STTB yang bersangkutan atau kepala dinas pendidikan kota/kabupaten administrasi yang bersangkutan apabila sekolah yang mengeluarkan ijazah/STTB sudah tidak beroperasi atau ditutup) dan buku rapor asli SMA/MA/SMK.
  2. Untuk Bintara PK wanita
    Diprioritaskan berpenampilan menarik berijazah SMA/MA IPA/IPS, SMK Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bidang Kesehatan (Khusus Farmasi dan Farmasi Industri), Seni Musik dan Akuntansi Administrasi Perkantoran dengan syarat melengkapi ijazah SD, SLTP, SMA/MA/SMK, SKHUN asli serta fotokopi yang telah dilegalisasi (sesuai peraturan Kemendikbud Nomor 29 Tahun 2014 oleh kepala sekolah yang mengeluarkan ijazah/STTB yang bersangkutan atau kepala Dinas pendidikan kota/kabupaten administrasi yang bersangkutan apabila sekolah yang mengeluarkan ijazah/STTB sudah tidak beroperasi atau ditutup) dan buku rapor asli SMA/MA/SMK.

  3. Tinggi badan sekurang-kurangnya bagi Bintara PK pria 163 cm dan bagi calon Bintara PK wanita 157 cm dengan berat badan seimbang/ideal menurut ketentuan yang berlaku.

  4. Bersedia menandatangani surat perjanjian ikatan dinas pertama keprajuritan selama 7 tahun (bermeterai).

  5. Untuk SLTA/SMA/MA lulusan tahun 2020 tidak melampirkan SKHUN.

Persyaratan Tambahan

  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Sanggup mengganti seluruh kerugian biaya yang telah dikeluarkan oleh negara apabila mengundurkan diri sebelum pendidikan pertama berakhir.
  • Sanggup mengganti seluruh kerugian biaya yang telah dikeluarkan oleh negara apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas pertama berakhir (biaya pendidikan, gaji, tunkin).
  • Bagi orang tua atau wali harus menandatangani surat pernyataan tidak melakukan penyuapan/kolusi kepada pihak manapun (bermeterai).
  • Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan harus mendapatkan persetujuan/ijin resmi dari kepala jawatan/instansi yang bersangkutan dan bersedia mengundurkan diri dari status pegawai/karyawan bila lulus dan diterima masuk pendidikan pertama.
  • Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama mengikuti pendidikan pertama sampai dengan 2 tahun setelah lulus pendidikan pertama, yang diketahui oleh orang tua/wali, Lurah/Kepala Desa dan Kantor Urusan Agama (KUA)/catatan sipil setempat (bermeterai).
  • Mendapat persetujuan dari orang tua bagi calon siswa yang belum berumur 21 tahun atau persetujuan wali bagi calon yang kedua orang tuanya sudah meninggal atau berhalangan tetap yang disahkan oleh kelurahan tempat domisili.
  • Harus mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian masuk.
  • Berdasarkan Permendagri No 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Administrasi Kependudukan Bab VII ketentuan lain-lain Pasal 18 – 19, maka untuk persyaratan Foto Kopi KTP dan KK tidak diperlukan legalisir, untuk Panitia Daerah dan Pusat yang bertugas sebagai Tim Administrasi agar tetap memeriksa keabsahan dokumen tersebut.

2. Lokasi pendaftaran

Ingin Jadi Penerbang di TNI AU? Ini Cara dan Syarat PendaftarannyaDok. IDN Times/Istimewa

Bagi kamu yang tertarik untuk mendaftar, ada beberapa wilayah yang menjadi lokasi pendaftaran Bintara TNI AU gelombang III. Berikut lokasinya:

Lanud Sulaeman Bandung, Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Lanud Atang Sendjaja Bogor, Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, Lanud H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Lanud Hang Nadim Batam, Lanud Harry Hadisumantry Singkawang, Lanud Maimun Saleh Sabang, Lanud Pangeran M. Bun Yamin Lampung, Lanud Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Lanud Soewondo Medan, Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, dan Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh.

Kemudian di Lanud Supadio Pontianak, Lanud Suryadarma Kalijati, Lanud Sutan Sjahrir Padang, Lanud Wiriadinata Tasikmalaya, Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Lanud Anang Busra Tarakan, Lanud Dhomber Balikpapan, Lanud Haluoleo Kendari, Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Lanud Iswahjudi Madiun, Lanud Muljono Surabaya, Lanud Ngurah Rai Bali, dan Lanud Sam Ratulangi Manado

Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Lanud Syamsudin Noor Banjarmasin, Lanud TGKHMZ Abdul Madjid Rembiga, Lanud Dumatubun Tual, Lanud El Tari Kupang, Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke, Lanud Leo Wattimena Morotai, Lanud Manuhua Biak, Lanud Pattimura Ambon, Lanud Silas Papare Jayapura, dan Lanud Yohanis Kapiyau Timika.

3. Cara pendaftaran

Ingin Jadi Penerbang di TNI AU? Ini Cara dan Syarat PendaftarannyaIlustrasi (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Untuk pendaftaran calon Bintara TNI AU, kamu bisa menghubungi Dinas Personel Lanud terdekat di daerah kamu. 

Nomor kontaknya bisa kamu temukan di situs resmi rekrutmen TNI AU di laman https://diajurit.tni-au.mil.id.

Baca Juga: Mengabdi untuk Negara, Ini Gaji dan Tunjangan Seorang Prajurit TNI

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya