Comscore Tracker

Sutiaji, Wali Kota Malang yang Dulu Tak Pernah Ingin Jadi Pejabat

Sutiaji mengawali karier sebagai wartawan

Jakarta, IDN Times - Wali Kota Malang Sutiaji mengenang dirinya dulu saat bekerja di media ketika mengunjungi kantor IDN Media, Rabu (16/6/2021). Dalam kesempatan itu, ia bercerita bagaimana dulu dia tak ingin menjadi penjabat.

"Dulu di partai dipaksa, saya dikasih formulir suruh daftar. Tiga bulan di DPR gak kerasan, saya mundur. Kok jadi bodoh sih saya?" kata Sutiaji kepada IDN Times.

Namun, siapa sangka kini Sutiaji menjadi Wali Kota Malang. Bahkan jabatannya kini sudah memasuki periode kedua dari tahun 2013-2018 dan 2018-2023.

Baca Juga: Kental dengan Pendidikan NU, 5 Fakta  Wali Kota Malang

1. Sutiaji pernah jadi wartawan dan merasakan bagaimana mewawancarai nara sumber

Sutiaji, Wali Kota Malang yang Dulu Tak Pernah Ingin Jadi PejabatIlustrasi Jurnalis. IDN TImes/Arief Rahmat

Sutiaji bercerita, ketika dulu dia menjadi wartawan tak semudah sekarang. Ia harus membawa buku catatan untuk mengenali karakter orang yang ia wawancarai.

"Zamanku piye, belajarnya ndak bawa handphone saya. Sekarang belajar pake handphone, dulu harus buka buku. Mau tahu karakter orang yang diwawancarai sekarang tahu ya, ndelok (handphone) oh ini. Kalau dulu ndak, wartawan sekarang enak," kata Sutiaji.

Dulu dia sering mewawancarai orang, kini ia merasakan bagaimana rasanya diwawancarai sebagai tokoh penting.

2. Sutiaji ingin membentuk masyarakat Malang sebagai orang yang berkarakter

Sutiaji, Wali Kota Malang yang Dulu Tak Pernah Ingin Jadi PejabatWali Kota Malang, Sutiaji memimpin langsung rapat koordinasi pembahasan aturan new normal. Dok/Humas Pemkot Malang

Menjadi Wali Kota Malang, Sutiaji ingin membentuk masyarakat Malang sebagai orang-orang yang berkarakter. Untuk memulainya, ia terlebih dahulu mengajari Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan cara pandang yang baru.

"ASN saya ajari orientasi supaya bisa masuk pada pola pikirnya masyarakat. Jadi kalau pimpinan tidak menyatu dengan masyarakat, ya tidak mungkin bisa menguraikan urusan-urusan masyarakat. Jadi jiwanya harus menjiwai jiwanya masyarakat," ujar Sutiaji.

3. Sutiaji memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi

Sutiaji, Wali Kota Malang yang Dulu Tak Pernah Ingin Jadi PejabatIlustrasi pemakaian internet (IDN Times/Arief Rahmat)

Sepanjang percakapan, Sutiaji bercerita bahwa dia pernah di-bully. Namun, hal itu tak lantas membuat dia marah dan berubah. Menurutnya, itu karena kurangnya literasi dan edukasi.

"Seperti pemerintah nih kayaknya uang itu ada di brangkas, gitu kan ya? 'Pak jalannya rusak'. Padahal kan prosesnya panjang. Kenapa dia gak tahu? Berarti kan kesalahan kita," ujar Sutiaji.

Oleh karena itu, Sutiaji memanfaatkan media sosialnya sebagai salah satu sarana edukasi. Hal itu terlihat pada akun Instagramnya, @sam.sutiaji, yang mengunggah video reka adegan keluhan masyarakat dan bagaimana aduan masyarakat dapat diproses oleh pemerintah kota.

Baca Juga: Strategi Kota Malang Bangkit dari Pandemik Lewat Pariwisata  

https://www.youtube.com/embed/OUoZ-iku7HI

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya