Comscore Tracker

Waspada! Banjir Rob Usai Gerhana Bulan Ancam Jakarta dan Daerah Lain

Diperkirakan banjir rob terjadi di 11 wilayah Indonesia

Jakarta, IDN Times - Setelah fenomena Super Blood Moon atau gerhana bulan total terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021 di Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena super blood moon ini berpengaruh terhadap kondisi pasang air laut maksimum, yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

"Berbarengan dengan gerhana bulan total ini atau fenomena super blood moon bahwasannya ada fenomena potensi banjir rob atau banjir pesisir terhadap wilayah Indonesia," ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo dikutip dari ANTARA, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Simak! Ini Keistimewaan Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021

1. Banjir rob berpotensi terjadi di 11 lokasi

Waspada! Banjir Rob Usai Gerhana Bulan Ancam Jakarta dan Daerah LainFoto aerial suasana permukiman warga yang tergenang air rob di Desa Pasir Sari, Pekalongan, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

BMKG memetakan terdapat 11 wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob setelah fenomena gerhana bulan total tersebut dengan hari dan jam yang tidak sama, di antara wilayah-wilayah yang sudah dipetakan.

"Ada yang 26 hingga 27 Mei saja, ada yang justru mulai 28 Mei seperti Jakarta Utara dan Banten hingga 30 Mei," ujar Eko.

Adapun beberapa wilayah tersebut beserta tanggal terjadinya potensi banjir rob selain di Jakarta dan Banten yaitu, Sumatra Utara (26 Mei), Batam (26 Mei), Jawa Tengah (29-31 Mei), Jawa Timur (26-29 Mei), Kalimantan Barat (26 Mei), Nusa Tenggara Timur (26-28 Mei), Sulawesi Utara (26 Mei), Maluku (26 Mei) dan Papua (26 Mei).

Selain itu, fenomena gerhana bulan total juga mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang, khususnya di Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, perairan barat Sumatra, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, dengan ketinggian gelombang mencapai tiga meter.

2. Dampak potensi rob dipengaruhi kondisi pasang surut di masing-masing lokasi

Waspada! Banjir Rob Usai Gerhana Bulan Ancam Jakarta dan Daerah LainIDN Times/Dhana Kencana

Pakar Hidrologi dan Sumber Daya Air Universitas Jenderal Soedirman Yanto  mengatakan, adanya dampak dari potensi terjadinya rob dipengaruhi kondisi pasang surut di masing-masing lokasi.

"Jika puncak gerhana bulan total terjadi bersamaan dengan pasang maksimal air laut, maka kemungkinan terjadinya rob sangat besar. Sebaliknya, jika pada saat gerhana bulan total mencapai puncak, dan kondisi air laut di sebuah lokasi sedang surut, maka kemungkinan terjadinya rob kecil," ujar Yanto.

Namun lebih lanjut, Yanto mengatakan, rob dapat terjadi meski pasang belum maksimal, karena faktor topografi wilayah. "Selain itu, kemungkinan terjadinya hujan deras di beberapa wilayah perlu diwaspadai. Karena debit tinggi akibat hujan yang terjadi bersamaan dengan kenaikan pasang air laut akan meningkatkan potensi terjadinya rob," ujar dia.

Adapun potensi hujan deras disertai angin kencang dan kilat yang diperkirakan BMKG yaitu, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua.

Selain itu, wilayah Banten, Jawa Barat dan Kalimantan juga berpotensi mengalami hujan.

3. Pemprov DKI Jakarta siapkan pompa dan tanggul air antisipasi potensi banjir rob

Waspada! Banjir Rob Usai Gerhana Bulan Ancam Jakarta dan Daerah LainPembangunan air pompa Petekan Surabaya. Dok. Humas Pemkot Surabaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan beberapa pompa dan tanggul air, sebagai bentuk antisipasi potensi banjir akibat air pasang atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta akibat gerhana bulan total.

"Sudah disiapkan tanggul-ranggul dan pompa-poma untuk mengurangi dan menghilangkan banjir rob," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Ia mengatakan terjadinya air pasang di wilayah utara Jakarta ketika bulan purnama memang sudah rutin terjadi, dan masyarakat utara juga sudah paham hal itu. Oleh karena itu, Riza juga sudah menyiapkan relawan untuk membantu Pemprov DKI melakukan tindakan preventif sebelum banjir rob terjadi.

"Kita sudah bekerja sama dengan BNPB, BPBD DKI, termasuk para relawan. Kita bersama-sama melakukan pencegahan, mengantisipasi penanggulangan banjir rob di wilayah utara," ujar Riza.

4. Masyarakat diimbau waspada dan update informasi cuaca

Waspada! Banjir Rob Usai Gerhana Bulan Ancam Jakarta dan Daerah LainIlustrasi Warga menggunakan sepeda melintasi genangan air akibat banjir rob di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Kamis (9/1/2020) (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Eko meminta masyarakat tidak panik dan tetap tenang karena fenomena tersebut merupakan fenomena astronomis yang muncul setiap bulan.

"Kami mengimbau agar kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan bagaimana kita melihat lingkungan kita bersama dalam menyiapkan upaya mitigasinya terhadap ancaman banjir pesisir ini," ujar Eko.

Adapun beberapa wilayah yang masuk ke dalam kategori waspada risiko banjir dan banjir bandang akibat hujan deras seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat.

Oleh karena itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan update informasi cuaca dari BMKG.

Detail informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG tersebut dapat diakses melalui link berikut; https://signature.bmkg.go.id.

BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, melalui:
- Call center 021-6546315/18
- Http://www.bmkg.go.id
- Follow @infobmkg.

Baca Juga: Mengenal Banjir Rob, "Bencana" yang Melanda Pesisir Jawa hingga 8 Juni

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya