Comscore Tracker

IMS 2020: Mastuki, Ahli Islam yang Kini Mengurusi Sertifikasi Halal

Simak visinya dalam Indonesia Millennial Summit 2020

Jakarta, IDN Times - Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin pasar syariah global. Salah satu lembaga negara yang bekerja keras untuk merealisasikan kesempatan tersebut adalah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Satuan kerja ini baru diresmikan pada era Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Landasan hukumnya adalah Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Lembaga ini bertanggung jawab atas penerbitan sertifikasi halal sesuai dengan rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Salah satu tokoh yang berperan penting dalam BPJPH adalah Mastuki HS selaku Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikat Halal. Mastuki akan menjadi salah pembicara dalam Indonesia Millennial Summit 2020 by IDN Media, khususnya di Panggung Hijrah untuk membahas potensi industri halal di Indonesia. IMS 2020 akan berlangsung 17-18 Januari 2020 di Gedung Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta.

 

1. Ahli di bidang ke-Islam-an

IMS 2020: Mastuki, Ahli Islam yang Kini Mengurusi Sertifikasi HalalMastuki, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Kementerian Agama (Dok.IDN Times/Istimewa)

Mastuki HS lahir di Banyuwangi, 4 Januari 1972. Lelaki yang diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 1997 terbilang ahli di bidang ke-Islam-an. Dia menamatkan studi sarjananya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang untuk jurusan pendidikan atau tarbiyah.

Kemudian, dia melanjutkan strata master di kampus di IAIN Jakarta untuk studi agama. Mastuki mengkhatamkan studinya pada tingkat doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk jurusan Pengkajian Islam.

Baca Juga: Konsep Halal Tourism soal Segmentasi Pasar Semata, Bukan Arabisasi

2. Pengalaman di berbagai lembaga Kementerian Agama

IMS 2020: Mastuki, Ahli Islam yang Kini Mengurusi Sertifikasi HalalMastuki, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Kementerian Agama (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sebelum bertugas di BPJPH, Mastuki telah melalang buana di berbagai lembaga internal Kementerian Agama. Berikut deretan penugasan yang pernah ia emban:

  1. Kepala Seksi Kelembagaan dan Kerjasama Subdit Pendidikan Salafiyah Pendidikan Alquran dan Majelis Taklim, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren
  2. Kepala Subdirektorat Akademik dan Kemahasiswaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam
  3. Kepala Subdirektorat Kelembagaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam
  4. Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kemenag
  5. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenag
     

3. Membahas potensi industri halal di Indonesia

IMS 2020: Mastuki, Ahli Islam yang Kini Mengurusi Sertifikasi HalalMastuki, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Kementerian Agama (Dok.IDN Times/Istimewa)

Pada IMS 2020, Mastuki akan duduk bersama dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, yang dikenal setelah mengantarkan Lombok menempati peringkat pertama sebagai destinasi Wisata Halal Terbaik di dunia.

Selain mereka berdua, ada juga Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Sumunar Jati bersama Ayana Jihye Moon, muslimah berdarah Korea Selatan. Mereka semua akan berdiskusi mengenai potensi halal di Indonesia.

Sesi dengan tema Halal is My Way ini akan digelar di Stage Hijrah, IMS 2020 pada Sabtu, 18 Januari pukul 14.00-14.50 WIB.

4. IDN Times tuan rumah IMS 2020

IMS 2020: Mastuki, Ahli Islam yang Kini Mengurusi Sertifikasi HalalIMS 2019 (IDN Times/Ilyas Listianto Mujib)

IMS 2020 menghadirkan lebih dari 60 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial.

Ajang millennial terbesar di Tanah Air ini dihadiri oleh lebih dari 5.000 pemimpin millennial. Dalam IMS 2020, IDN Times juga meluncurkan Indonesia Millennial Report 2020 yang melibatkan 5.500 responden di 11 kota di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh IDN Research Institute bersama Nielsen bertujuan untuk memahami perilaku sekaligus menepis mitos stereotip di kalangan millennial.

Simak hasilnya di IMS 2020 dan ikuti perkembangannya di media sosial @idntimes

Baca Juga: Mau Investasi Halal Dijamin Negara? Yuk Beli Sukuk Tabungan ST006

Topic:

  • Umi Kalsum
  • Wendy Novianto

Just For You