Comscore Tracker

Ridwan Kamil Ajak Kerajaan Maroko Kerja Sama Kembangkan 5 Hal Ini

Jumlah desa tertinggal di Jabar diklaim terus berkurang

Jakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak Kerajaan Maroko untuk menjajaki kerja sama lanjutan pada lima bidang prioritas pengembangan digital Jabar. Tawaran itu disampaikan saat webinar dalam rangka 60 tahun hubungan Republik Indonesia-Kerajaan Maroko.  
 
Lima bidang tersebut adalah pengembangan masyarakat pedesaan, provinsi berbasis digital, pengembangan pendidikan vokasi, manajemen bencana, dan pengembangan pariwisata.

Baca Juga: Sabar dulu! Pariwisata Jabar Buka tapi Prioritas untuk Warga Jabar

1. Kerja sama diharapkan bermanfaat bagi kedua pihak

Ridwan Kamil Ajak Kerajaan Maroko Kerja Sama Kembangkan 5 Hal IniTangkapan layar webinar 60 Tahun Indonesia-Maroko (Dok.IDN Times/Istimewa)

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, penjajakan kerja sama itu bisa bermanfaat bagi kedua pihak. Maroko bisa belajar implementasi terbaik dari Indonesia, begitu pun sebaliknya.
 
Di antara prestasi Jawa Barat yang menjadi andalan Emil adalah pengembangan desa. 

“Kami banyak penghargaan, apalagi untuk desa digital. Saya menawarkan ini, untuk kerja sama teknis di lima area ini. Saya pikir kami bisa menjalin kerja sama teknis Indonesia-Maroko, terkhusus dengan Provinsi Jawa Barat,” kata Emil, Kamis (22/10/2020).

2. Saat ini sudah tidak ada desa yang sangat terbelakang di Jawa Barat

Ridwan Kamil Ajak Kerajaan Maroko Kerja Sama Kembangkan 5 Hal IniTangkapan layar webinar 60 Tahun Indonesia-Maroko (Dok.IDN Times/Istimewa)

Emil memiliki lima kategori desa, yaitu desa mandiri, desa sudah berkembang, desa sedang berkembang, desa terbelakang, dan desa sangat terbelakang.
 
Pada 2018, ketika awal menjadi gubernur, Emil mencatat, ada 48 desa sangat terbelakang. Setelah dua tahun menjabat, dia mengklaim Jabar tak lagi memiliki desa sangat terbelakang. Bahkan, jumlah desa mandiri bertambah dari 37 (2018) menjadi 270 (2020).
 
“Dua tahun lalu anda masih melihat desa sangat terbelakang (under underdeveloped villages) di Jawa Barat, tapi sekarang sudah tidak ada lagi karena revolusi digital. Dampaknya adalah ekonomi meningkat, kualitas hidup meningkat,” kata mantan Wali Kota Bandung itu.

3. Berikut data seputar lima fokus Jawa Barat

Ridwan Kamil Ajak Kerajaan Maroko Kerja Sama Kembangkan 5 Hal IniTangkapan layar webinar 60 Tahun Indonesia-Maroko (Dok.IDN Times/Istimewa)

Kendati sudah tidak ada lagi desa sangat terbelakang, dari 5.312 desa di Jabar, sekitar 70 persennya masih tergolong sebagai desa berkembang.
 
Emil berharap apabila nanti kerja sama terjalin, pusat komando komunikasi bisa dioptimalkan. Menurutnya, hal itu penting karena pusat komando itu bekerja untuk menangkal hoaks berseliweran di masyarakat. Pada saat yang sama, 65 persen warga tidak memverifikasi informasi yang mereka terima.

Optimalisasi pengembangan digital juga menyasar pendidikan vokasi. Faktanya, 1,8 juta pengangguran atau sekitar 51 persen adalah lulusan sekolah vokasi. Salah satu kendalanya adalah mismatch atau pendidikan di sekolah tidak sesuai dengan kebutuhan industri.  
 
Tidak kalah penting adalah pengembangan manajemen bencana. Dalam webinar, Emil mengatakan, Pikobar sebagai platform digital untuk penanganan COVID-19 merupakan platform tercanggih di Indonesia.
 
Terakhir, pengembangan pariwisata. Emil berharap kerja sama pariwisata bisa mengoptimalkan 1.128 objek wisata dan 93 area wisata yang tersebar di seluruh Jabar.

Baca Juga: Temui Massa, Ridwan Kamil Janji Kirim Surat Aspirasi Buruh ke Jokowi

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya