Comscore Tracker

Vaksin Gotong Royong Akan Gunakan Merek Sinopharm dan Moderna

Efikasi Sinopharm 79 persen, Moderna 94,1 persen

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Permenkes Nomor 10 Tahun 2021, tentang Vaksinasi Gotong Royong. Aturan itu menandakan vaksinasi mandiri yang dilakukan perusahaan swasta akan segera diluncurkan.
 
Salah satu poin dalam beleid tersebut adalah perusahaan swasta dilarang memesan dan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan program vaksinasi pemerintah, antara lain Sinovac, AstraZaneca, Nonovac, dan Pfizer.
 
“Sehingga kami bisa memastikan tidak akan ada kebocoran vaksin (yang dipakai dalam program pemerintah) yang akan digunakan untuk Vaksin Gotong Royong,” kata juru bicara Kemenkes untuk vaksinasi Siti Nadia Tarmizi melalui konferensi pers daring, Jumat (26/2/2021).

Baca Juga: KPCPEN: Vaksin Gotong Royong Tak Renggut Hak Orang Lain

1. Impor vaksin satu pintu melalui PT Bio Farma

Vaksin Gotong Royong Akan Gunakan Merek Sinopharm dan ModernaBio Farma ( ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Setelah Menteri Kesehatan berdiskusi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maka satu-satunya perusahaan yang mengantongi izin untuk mengimpor vaksin adalah PT Bio Farma.
 
“Untuk upaya mitigasi penyimpangan, saat ini perusahaan importir tinggal akan dilakukan Bio Farma,” kata Siti.

2. Vaksin yang kemungkinan digunakan adalah Sinopharm dan Moderna

Vaksin Gotong Royong Akan Gunakan Merek Sinopharm dan ModernaIlustrasi Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Menyambung keterangan Siti, juru bicara Bio Farma untuk vaksinasi Bambang Heryanto mengatakan, perusahaannya saat ini sedang menjajaki pembicaraan dengan Sinopharm dan Moderna.
 
“Vaksin Gotong Royong harus berbeda dengan yang digunakan untuk program pemerintah. Saat ini, Bio Farma mulai menjajaki dan melakukan pembicaraan suplai dengan Sinophram dari Tiongkok dan Moderna dari Amerika Serikat,” kata Bambang.
 
Vaksin Sinopharm menggunakan platform inactivated, sama seperti Sinovac, dengan tingkat efikasi 79,34 persen. Sementara vaksin Moderna menggunakan platform mRNA dengan efikasi 94,1 persen.

3. Diperuntukkan mempercepat kekebalan imunitas

Vaksin Gotong Royong Akan Gunakan Merek Sinopharm dan ModernaJubir Kementerian BUMN Arya Sinulingga sedang memberikan keterangan pers. (IDN Times/Indiana Malia)

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Project Management Office Komite Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PMO KPCPEN) Arya Sinulingga menyampaikan, tujuan dari program Vaksinasi Gotong Royong adalah mempercepat kekebalan imunitas (herd immunity) sesegera mungkin.
 
“Tujuan vaksinasi adalah memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan kekebalan kelompok, sekitar 70 persen (dari populasi). Semakin cepat, maka semakin baik, untuk mengeluarkan kita dari pandemik. Semakin cepat kekebalan kelompok, semakin baik untuk masyarakat,” tutup Arya yang juga Juru Bicara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga: Wacana Vaksin Gotong Royong, DPR: Apa Kita Harus Tolak? 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya