Korupsi PLTU Riau-1 Diduga Mengalir ke Munaslub, Golkar Audit Keuangan

Semua kader telah menandatangani pakta integritas

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan partainya mendukung proses hukum yang sedang berjalan dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1, yang menjerat mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.  

Dengan slogan Partai Golkar bersih, maju, dan menang, Dewan Pakar meminta semua jajarannya menghormati proses hukum yang tengah menjerat Idrus Marham.

Menjelang pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019, sikap politik Partai Golkar tetap mendukung pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko 'Jokowi' Widodo-Ma'ruf Amin. Dewan Pakar berharap partainya mencapai target minimun 110 kursi dari 575 kursi DPR.

1. Golkar sudah mengaudit keuangan partai secara internal

Korupsi PLTU Riau-1 Diduga Mengalir ke Munaslub, Golkar Audit KeuanganAgung Laksono (IDN Times/Victor Raditia)

Agung Laksono mengaku sudah melihat laporan keuangan yang dipergunakan secara formal untuk kepentingan partai. Namun, dia tidak menyebutkan dengan gamblang hasil laporan keuangan tersebut. Dia hanya menyebutkan jika urusan pribadi, partai tidak dapat berbuat banyak.  

“Mungkin kalau terkait individu-individu kami tidak bisa ngomong apa-apa, sepanjang itu bukan bagian dari institusi, itu menjadi tanggung jawab masing-masing yang menerima. Ya silakan diproses dengan hukum itu sesuai dengan perjanjian yang berlaku,” kata Agung usai rapat pleno Dewan Pakar Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (4/9). 

Baca Juga: BREAKING: Ini Alasan KPK Tahan Idrus Marham

2. Semua kader Golkar menandatangani pakta integritas

Korupsi PLTU Riau-1 Diduga Mengalir ke Munaslub, Golkar Audit KeuanganANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Agung mangatakan sejak Munas Golkar, semua kader, fungsionaris pusat dan daerah, calon anggota DPRD, hingga caleg DPR RI sudah menandatangani pakta intergritas, sebagai bentuk dukungan secara moral untuk mencegah tindak korupsi.

3. Golkar menghargai proses hukum Idrus Marham

Korupsi PLTU Riau-1 Diduga Mengalir ke Munaslub, Golkar Audit KeuanganANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Partai Golkar mengimbau kepada semua pihak agar mendukung proses hukum kasus Idrus Marham yang sedang berjalan, dan tidak berusaha menghalang-halangi. “Kami tidak menolak, bahkan sangat kooperatif, pada hari ditunjukkan Pak Idrus dengan sangat gentleman, terbuka ia langsung mengundurkan diri sebagai menteri dan mengundurkan diri sebagai fungsionaris Partai Golkar." 

"Itu juga menunjukkan itu tanggung jawabnya untuk membuat partai yang bersih, kalau masih ada juga ya harus kena sanksi dan itu kami terima juga dengan baik,” lanjut Agung Laksono.

Idrus Marham bersama politikus Golkar lainnya, yaitu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih (EMS) dan Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, telah ditetapkan sebagai tersangka suap kesepakatan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. 

KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka terkait kasus tersebut pada Jumat (24/8). Idrus diduga menerima janji untuk mendapat bagian yang sama besar dari EMS sebesar US$1,5 juta yang dijanjikan Johannes bila purchase power agreement (PPA) proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan Johanes dan kawan-kawan. 

Idrus diduga bersama Eni Maulani telah menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau I. Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada November-Desember 2017 Eni menerima Rp4 miliar sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp2,25 miliar. Dalam penyidikan kasus itu, Eni diketahui telah mengembalikan uang Rp500 juta kepada penyidik KPK.

Idrus disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Tak hanya, Idrus dan Eni, mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto juga disebut-sebut pengacara Eni, mengetahui kongkalingkong kasus korupsi PLTU Riau-1. Karena itu, KPK telah memeriksa Novanto dan beberapa pihak lain untuk mendalami kasus ini.

Terkait dugaan adanya aliran korupsi PLTU Riau-1 ke Munaslub Golkar, Partai Beringin telah membantahnya.

Semoga tidak ada lagi ya guys, politikus Golkar terlibat kasus korupsi.

Baca Juga: Target Golkar di Pemilu 2019: 110 Kursi dari 575 kursi DPR

Topik:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya