Comscore Tracker

Baru Lima Hari Kampanye, 5 Pelanggaran Terjadi di Pilkada Indramayu

Paslon mayoritas langgar protokol kesehatan COVID-19

Indramayu, IDN Times - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu mencatat per 28 September 2020, sudah ada lima dugaan pelanggaran kampanye. Pelanggaran karena kampanye tanpa menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Selain dugaan tidak menerapkan protokol kesehatan, bentuk pelanggaran kampanye lainnya adalah melibatkan anak-anak. Bawaslu pun memberikan teguran secara tertulis kepada tim kampanye pasangan calon atau paslon.

Kampanye Pilkada 2020 mulai digelar pada 26 September 2020, dan akan berakhir hingga 5 Desember 2020. Selama 71 hari itu, pasangan calon tidak bisa lagi berkampanye seperti pilkada sebelumnya, tapi harus melalui aturan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Baca Juga: Bawaslu: 34 Daerah Langgar Protokol Kesehatan saat Kampanye

1. Kampanye tanpa melakukan protokol kesehatan pencegahan COVID-19

Baru Lima Hari Kampanye, 5 Pelanggaran Terjadi di Pilkada Indramayu

Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu Nurhadi mengatakan, ada tiga temuan kampanye yang tidak menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Dua temuan pelanggaran lainnya yaitu kampanye melibatkan anak dan pelanggaran pemilu yang mengarah kepada pidana.

"Data yang kami rekap hingga 28 September kemarin, tercatat ada lima dugaan pelanggaran. Paling banyak tidak mematuhi protokol kesehatan," kata Nurhadi, Kamis (1/10/2020).

2. Bawaslu berikan teguran tertulis

Baru Lima Hari Kampanye, 5 Pelanggaran Terjadi di Pilkada IndramayuIlustrasi Pilkada Serentak 2020 (IDN Times/Arief Rahmat)

Sejauh ini dari tiga dugaan pelanggaran kampanye tanpa prosedur protokol kesehatan ketat, baru satu kasus yang diberikan sanksi teguran Bawaslu. Sementara, dua jenis pelanggaran kampanye lainnya, Bawaslu masih mendalami kasusnya.

Nurhadi mengatakan, dari hasil penelusuran kasus dan pembahasan dugaan pelanggaran pidana pemilihan tidak memenuhi unsur tindakan menguntungkan calon, sehingga dihentikan.

"Tidak ada unsur untuk menguntungkan paslon pihak mana pun. Akhirnya kasus dugaan pidana pelanggaran kampanye dihentikan," kata dia.

3. Sudah empat kampanye dilarang

Baru Lima Hari Kampanye, 5 Pelanggaran Terjadi di Pilkada IndramayuIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Selain temuan lima kasus dugaan pelanggaran, Nurhadi mengatakan, sedikitnya ada empat kegiatan yang diduga melanggar aturan. Keempat kasus tersebut sudah ditindaklanjuti Bawaslu.

Hasilnya, satu kasus tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu. Tiga lainnya agenda kegiatan sudah dicegah sebelumnya dengan memberikan peringatan dan penghentian kegiatan kampanye.

"Tiga dugaan pelanggaran telah dicegah dengan peringatan dan penghentian," ucap Nurhadi.

4. Paslon mengadakan festival memancing

Baru Lima Hari Kampanye, 5 Pelanggaran Terjadi di Pilkada Indramayu

Sebelumnya, Bawaslu Jawa Barat menemukan pelanggaran kampanye di Kabupaten Indramayu.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar Zaki Hilmi mengatakan, kasus pelanggaran yang ditemukan di Kabupaten Indramayu, yaitu salah satu calon mengadakan festival memancing dan lomba kicau mania. Namun hal itu langsung ditangani Bawaslu Kabupaten Indramayu.

"Jadi berupa perlombaan, itu kan termasuk di Pasal 88 C, dilarang, di PKPU No 13 Tahun 2020. Contohnya pelanggaran berupa perlombaan, festival budaya, kemudian HUT partai, ada juga beberapa kategori lain yang dilarang," ungkapnya.

Baca Juga: Bawaslu: KPU Harusnya Atur Sanksi Tegas Pelanggaran Protokol COVID-19

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya