Comscore Tracker

Warga Tetap Tolak Tes COVID-19 meski Secapa AD Jadi Klaster Terbesar

Yang terdeteksi positif di klaster Secapa AD mencapai 1.280

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung terus menelusuri klaster baru penyebaran virus corona atau COVID-19 di lingkungan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Jalan Hegarmanah. Pemkot berusaha agar masyarakat di lingkungan Secapa AD untuk bisa menjalani rapid test atau swab.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan hingga saat ini, masih banyak warga di lingkungan Secapa AD menolak untuk diperiksa dan dites swab. "Kemarin, kami baru berhasil memeriksa 28 orang. Kebanyakan, masih menolak," kata Oded di Balaikota Bandung, Sabtu (11/7/2020). 

Meski demikian, Oded mengatakan pihaknya akan terus berupaya melakukan pemeriksaan terhadap warga di lingkungan Secapa AD meski sebagian besar warga di sana menolak untuk dilakukan pemeriksaan.

"Saya sudah minta kepada aparat kewilayahan agar secara masif membujuk warga untuk lebih menyadari betapa pentingnya swab ini. Kami akan terus lakukan kepada masyarakat walaupun ini cukup sulit," kata Oded.

1. Warga takut diisolasi dan tidak bisa bekerja

Warga Tetap Tolak Tes COVID-19 meski Secapa AD Jadi Klaster TerbesarDok.IDN Times/Istimewa

Oded menilai alasan warga di lingkungan Secapa AD yang menolak diperiksa COVID-19 tersebut sederhana dan unik. Oded menyebut alasan sebagian besar masyarakat yang menolak itu ialah karena takut diisolasi sehingga tidak bisa bekerja.

"Mereka pada menolak dengan alasannya sederhana. Gak mau di-swab karena nanti kalau diisolasi kami (warga) tidak bisa bekerja," ujar Oded. 

Baca Juga: [UPDATE] Total Ada 1.280 Orang di Secapa AD yang Terpapar COVID-19

2. Pemkot Bandung terapkan pembatasan di sekitar Secapa AD

Warga Tetap Tolak Tes COVID-19 meski Secapa AD Jadi Klaster TerbesarIDN Times/Humas Bandung

Oded menyebutkan, munculnya kasus positif COVID-19 yang menginfeksi siswa calon perwira di Pusat Pendidikan Secapa AD Jalan Hegarmanah itu membuat Pemkot Bandung segera menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial berskala Mikro (PSBM) di kawasan tersebut. 

"Insyaallah secepatnya diberlakukan. Saya sudah diskusi dengan Pak Wakil dan Sekda soal ini. Insyaallah segera," ujar Oded.

3. Secapa AD di Kota Bandung jadi klaster terbesar

Warga Tetap Tolak Tes COVID-19 meski Secapa AD Jadi Klaster TerbesarIDN Times/istimewa

Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Jalan Hegarmanah, Kota Bandug dinyatakan sebagai klaster penyebaran virus corona (COVID-19) terbesar di Indonesia. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menuturkan jumlah yang terpapar virus corona (COVID-19) dalam klaster di Secapa AD, Kota Bandung sempat mencapai 1.280 orang. Jumlah itu terdiri dari siswa dan staf Secapa AD maupun keluarga mereka.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, ada 1.262 orang terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19 di klaster ini. Kasus tersebut telah terkonfirmasi setelah dilakukan penyelidikan epidemologi sejak 29 Juni 2020 lalu.

Siswa yang dinyatakan positif tersebut tidak semuanya memiliki gejala, sebagian juga ada yang Orang Tanpa Gejala (OTG). Kemudian, saat ini seluruh siswa yang dinyatakan positif telah melakukan karantina di rumah sakit naungan TNI dan di barak Secapa AD.

Baca Juga: Pemprov Jabar: Penularan COVID-19 di Secapa AD Kemungkinan dari Dalam

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya