Comscore Tracker

Ini Kronologi Tragedi Hanyutnya 6 Siswa SMPN 1 Turi di Sungai Sempor

Tim gabungan masih terus cari 4 siswa lainnya

Sleman, IDN Times - Sebanyak enam siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman di Yogyakarta tewas hanyut terbawa arus Sungai Sempor pada Jumat sore (21/2). Menurut penuturan pihak sekolah, sekitar 250 siswa tengah mengikuti aktivitas ekstrakurikuler pramuka. Salah satu kegiatannya menyusuri sungai. 

Namun, pilihan aktivitas itu keliru karena di musim hujan justru memicu arus sungai bertambah kencang. Selain enam orang yang meninggal, ada pula 23 siswa yang mengalami luka. 

Bagaimana kegiatan susur sungai ini berubah menjadi tragedi? Berikut kronologinya yang IDN Times himpun dari keterangan di lapangan.

1. Kegiatan susur Sungai Sempor dimulai pukul 14:00 WIB

Ini Kronologi Tragedi Hanyutnya 6 Siswa SMPN 1 Turi di Sungai SemporKeadaan sungai Sempor, Turi, Sleman. IDN Times/Tunggul Damarjati

Berdasarkan kesaksian Kepala Dusun Dukuh, Tartono, kegiatan siswa SMP Negeri 1 Turi tersebut bermula sejak jam 14.00 WIB. Ketika itu, ketinggian sungai masih dangkal.

"Saat dimulai dangkal airnya. Tapi tiba-tiba ada masuk air, kemungkinan di bagian hulu sungai hujan lebat," ujar Tartono.

Baca Juga: Korban Susur Sungai Bertambah, 6 Murid Meninggal Dunia 

2. Pukul 15.30 WIB warga mendengar insiden ada ratusan siswa yang hanyut terbawa arus Sungai Sempor

Ini Kronologi Tragedi Hanyutnya 6 Siswa SMPN 1 Turi di Sungai SemporWarga berada di Jembatan sungai Sempor, Turi, Sleman. IDN Times/Istimewa

Satu setengah jam kemudian, warga mendengar kabar bahwa ratusan murid yang menyusuri sungai terbawa arus kencang. Volume air tiba-tiba naik diduga karena bagian hulu sungai diguyur hujan deras.

"Saat terjadi banjir dan hanyut sekitar jam 15.30 WIB. Warga langsung berkumpul, karena ada pengumuman di masjid tentang ada anak-anak yang hanyut," kata dia lagi. 

3. Basarnas DIY mulai terjun ke lokasi pada Jumat sore

Ini Kronologi Tragedi Hanyutnya 6 Siswa SMPN 1 Turi di Sungai SemporKepala Basarnas DIY, Lalu Wahyu Efendi, mengabarkan jumlah murid SMP N 1 Turi yang meninggal di Sungai Sempor- IDN Times/Tunggul Damarjati

Sementara, Basarnas DIY sudah berada di lokasi untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi sejak petang. Dalam laporan awal, Kepala Basarnas DIY, Lalu Wahyu Efendi mengatakan, jumlah siswa peserta susur Sungai Sempor di Dukuh, Donokerto, Turi berjumlah 250 orang. Sebanyak 244 anak sudah diketahui keberadaannya. 

"Dari 250 anak yang ikut kegiatan sebanyak 6 orang berada di Klinik SWA, 4 di antaranya telah meninggal dunia. Sedangkan, 27 orang berada di Puskesmas Turi, ditambah 1 orang dirawat di Puri Husada. Mereka dilaporkan mengalami luka-luka," tutur Wahyu. 

4. Pukul 20.30 WIB jumlah korban meninggal bertambah menjadi 6 siswa

Ini Kronologi Tragedi Hanyutnya 6 Siswa SMPN 1 Turi di Sungai SemporData posko korban susur sungai. Twitter/PoldaJogja

Setelah melakukan pencarian lebih lanjut, Basarnas DIY melaporkan telah terjadi penambahan korban jiwa dari semula empat menjadi enam orang meninggal dunia.

Berdasarkan data dari Basarnas berikut daftar nama siswa yang meninggal; Nur Azizah (kelas 8A), Sofia Latifa (Kelas 8B), Arisma Rahmawati (Kelas 7D), Latifa Zulfa (Kelas 8B), dan Khoirun Nissa (Kelas 7C). Ada satu korban lainnya namun identitasnya belum diketahui. 

5. Pukul 21.30 pencarian terhadap 4 korban yang masih hilang terus dilakukan

Ini Kronologi Tragedi Hanyutnya 6 Siswa SMPN 1 Turi di Sungai SemporPencarian masih dilakukan di Sungai Sempor, Turi, Sleman Dok. twitter.com/PoldaJogja

Tim pencarian yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI dan relawan masih melakukan pencarian di sungai dan kedua sisinya. Tim ini berkekuatan 230 orang.

"Masih dilakukan pencarian, kami maksimalkan pada Jumat malam. Dengan mempertimbangkan situasi cuaca, kalau memungkinkan kita terus melakukan pencarian," ujar Kepala Basarnas DIY, Lalu Wahyu Efendi.

Hingga pukul 21.30, data dari Polda DIY menunjukkan sebanyak 242 siswa sudah terkonfirmasi keberadaannya, enam di antaranya meninggal dunia. Sementara empat siswa lagi masih belum ditemukan.

Reporter Tunggul Damarjati turut berkontribusi dalam laporan ini.

Baca Juga: Bupati Sleman Tegur SMPN 1 Turi: Ini Kecerobohan yang Fatal

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya