Jadi Timwas Haji, Ini Kronologi Arteria Dahlan Tertahan Polisi Saudi

Bantah isu ada penahanan karena visa bermasalah

Intinya Sih...

  • Anggota Tim Pengawas Haji DPR, Arteria Dahlan tertahan pemeriksaan polisi Arab Saudi karena belum memegang kartu nusuk.
  • Arteria menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat sedang melakukan pengawasan di daerah Tan'im, Makkah.
  • Politikus PDIP membantah dirinya ditangkap karena visa bermasalah, menegaskan hanya pemeriksaan dokumen saat melakukan pengawasan jemaah haji di wilayah Tar'im.

Jakarta, IDN Times - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan sempat tertahan pemeriksaan polisi Arab Saudi karena belum memegang kartu nusuk.

Kejadian tersebut dialami Arteria Dahlan beberapa waktu lalu, saat sedang melakukan pengawasan di daerah Tan'im, Makkah.

"Saya dalam konteks sedang menjalankan pengawasan di Tan'im," kata Arteria Dahlan kepada awak media dalam keterangannya, Minggu (16/4/2024).

Baca Juga: 5 Tips Menerapkan Ibadah Haji yang Ramah Lingkungan

1. Kronologi Arteri Dahlan diperiksa saat memantau pemeriksaan

Jadi Timwas Haji, Ini Kronologi Arteria Dahlan Tertahan Polisi SaudiSuasana menjelang wukuf di Padang Arafah, Saudi Arabia, Sabtu (15/6/2024)/(IDN Times/Faiz Nashrillah)

Arteria menjelaskan, peristiwa dirinya ditahan tersebut terjadi pada hari keempat saat dirinya melakukan pemantauan di Tan'im.  Saat itu, Arteria melakukan pemantauan dengan menaiki bus di Tan'im didampingi seorang mutowif. Lalu keduanya melihat rombongan jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia diperiksa.

Arteria dan mutowif kemudian ikut diperiksa polisi setempat. Namun tak selang lama, Arteria akhirnya diperbolehkan pergi setelah menunjukkan visa elektronik.

"Bawa (paspor) saya nggak ada masalah, saya punya paspor, saya punya visa cuma nggak bawa fisik nusuk, karena sedang urus nusuk. Tapi kelengkapan saya kan nggak ada masalah," ungkap dia.

Namun, mutowif yang mendampinginya tertahan lebih lama karena menjalani pemeriksaan. Hingga akhirnya mutowif itu juga dilepaskan setelah pemeriksaan selesai dan dinyatakan aman.

"Mutowif saya dipermasalahkan mungkin karena tidak ada izin pendampingan. Saya jelaskan saya dari kedutaan, saya pikir pendamping saya juga resmi, tapi sudah diselesaikan dengan baik," imbuhnya.

Baca Juga: Asal Usul Gelar Haji di Indonesia yang Harus Kamu Tahu

2. Bantah isu penahanan karena visa bermasalah

Jadi Timwas Haji, Ini Kronologi Arteria Dahlan Tertahan Polisi SaudiPemberangkatan jemaah haji Indonesia dari penginapan menuju ke Arafah, Jumat (14/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Terbaru, Arteria membantah dirinya ditangkap karena visa bermasalah. Politikus PDIP itu menegaskan bahwa tidak pernah ada penangkapan, melainkan hanya pemeriksaan dokumen saat melakukan pengawasan jemaah haji di wilayah Tar'im.

"Jadi tidak pernah ada penangkapan, yang ada adalah kerja-kerja tim pengawasan yang mengawasi keadaan yang isu hangat belakangan ini, yaitu visa ilegal," kata Arteria.

3. Ketua Komisi VIII DPR berikan klarifikasi

Jadi Timwas Haji, Ini Kronologi Arteria Dahlan Tertahan Polisi SaudiKetua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi, usai rapat koordinasi kebencanaan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (6/5/2024). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Selain itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi juga sempat memberikan klarifikasi terkait kabar penangkapan oleh polisi Arab Saudi karena dugaan penggunaan visa ilegal.  Ashabul menegaskan bahwa tidak ada penangkapan atau penahanan terhadap dirinya.

"Saya ingin meluruskan tidak ada penangkapan dan tidak ada penahanan," kata Ashabul Kahfi kepada wartawan di Makkah, Sabtu (15/6/2024).

Ia menyampaikan, yang sebenarnya terjadi ialah pemeriksaan dokumen oleh kepolisian setempat di salah satu check point di Makkah saat dirinya sedang melakukan pemantauan pemondokan jemaah haji RI di Syisyah.

Terlebih, pemerintah Arab Saudi memang sedang memperketat pemeriksaan terhadap warga negara asing (WNA) selama musim haji, baik di Madinah maupun Makkah. Namun Ashabul menegaskan, pemeriksaan dokumen tersebut merupakan hal yang biasa dan rutin dilakukan.

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya