Comscore Tracker

Hasil Tes DNA: Balita Tanpa Kepala di Samarinda Adalah Yusuf

Polisi telah menetapkan dua tersangka

Samarinda, IDN Times - Kasus penemuan balita tanpa kepala yang sempat membuat geger Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya terungkap. Hasil tes DNA, balita empat tahun tersebut bernama Ahmad Yusuf Ghazali yang menghilang dari PAUD Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu, 22 November 2019.

Balita tersebut ditemukan pada 8 Desember 2019 di eks Sungai Karang Asam, Jalan Pangeran Antasari II, Gang 3, Samarinda Ulu. Selain tanpa kepala, balita tersebut juga kehilangan sejumlah organ tubuhnya, mulai dari kepala, tangan, hingga kedua telapak kakinya. Di bagian dadanya juga sudah tidak utuh lagi.

1. Balita tanpa kepala ternyata Yusuf

Hasil Tes DNA: Balita Tanpa Kepala di Samarinda Adalah YusufPAUD yang jadi tempat penitipan Yusuf di Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan mengatakan hasil tes DNA menyatakan, balita tanpa kepala tersebut adalah Ahmad Yusuf Ghazali, yang menghilang dari PAUD Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu, pada 22 November 2019.

"Hasil tes DNA menyebut, balita tanpa kepala itu Yusuf, identik. Dua tersangka akan kami tahan 1 x 24 jam. Setelah nya, kami lakukan penyelidikan lanjutan," kata dia.

Baca Juga: Heboh Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Temui Titik Terang

2. Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus bayi tanpa kepala

Hasil Tes DNA: Balita Tanpa Kepala di Samarinda Adalah YusufMardiana, kepala PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda, tempat balita Yusuf dititipkan sebelum menghilang. (IDN Times/Yuda Almerio)

Ridwan menjelaskan setelah Satreskrim Polresta Samarinda dan Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu menggelar perkara kasus ini, dua orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Dua tersangka pegawai PAUD, satu berinisial ML dan satunya lagi SY," kata dia.

3. Orangtua Yusuf sempat melaporkan kasus kehilangan anak ke polisi

Hasil Tes DNA: Balita Tanpa Kepala di Samarinda Adalah YusufPAUD yang jadi tempat penitipan Yusuf di Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Kedua orangtua Yusuf, Melisari (30) dan Bambang Sulistyo (40) sempat melaporkan kasus kehilangan sang anak ke polisi. Kepada polisi, keduanya menyebut saat hilang buah hati mereka  menggunakan baju berwarna merah, dengan lengan hitam pendek bertuliskan "monas". Sedangkan, celananya berwarna putih bermotif kuning.

Polisi tak langsung percaya dengan dugaan awal tersebut, hingga uji Deoxyribonucleic Acid (DNA) pun dilakukan. Setelah menunggu tiga pekan lebih, polisi mendapatkan hasilnya.

Sambil menunggu hasil tes DNA, polisi mencari keterangan belasan saksi dan prarekonstruksi pada 9 Desember 2019. Ada 22 adegan yang diperlihatkan sesaat sebelum Yusuf dinyatakan menghilang.

Polisi juga menelusuri setiap sudut ruangan, mulai dari akses masuk hingga keluar bangunan sekolah dua lantai ini. Polisi juga meminta kembali keterangan enam pegawai, termasuk Mardiana yang merupakan kepala PAUD.

Baca Juga: [BREAKING] Kasus Balita Tanpa Kepala, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya