Comscore Tracker

Jenazah Balita Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di Sungai

Polisi belum bisa memastikan balita tanpa kepala ialah Yusuf

Samarinda, IDN Times - Penemuan jasad balita yang mengapung di eks anak Sungai Karam Asam menggegerkan warga Jalan Pangeran Antasari II, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Minggu (8/12) lalu. 

Warga terkejut saat menemukan kondisi jenazah sudah tak utuh, tanpa kepala, setengah lengan kanannya sudah tak ada, begitu pula dengan kedua telapak kakinya.

Namun saat ditemukan, jenazah bocah malang itu masih mengenakan pakaian lengkap, baju kaos lengan pendek dan celana pendek bercorak. 

1. Warga sempat mengira jenazah balita yang mengapung adalah sampah

Jenazah Balita Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di SungaiJenazah bayi tanpa kepala saat diidentifikasi di ruang jenazah RSUD AW Sjahranie Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Seorang warga yang menjadi saksi mata penemuan jenazah bocah malang itu adalah Ika (30). Pagi itu dia membuka jendela rumah yang menghadap ke eks anak Sungai Karam Asam. Tiba-tiba saja pandangannya tertuju kepada sesuatu yang mengapung di sungai. 

"Saya lihat ada seperti bayi di sungai tapi kurang yakin," katanya. 

Lantaran tak yakin dia kemudian memanggil suaminya untuk memastikan dugaannya itu. Ternyata saat diperiksa sesuatu yang mengampung itu benar-benar bayi.

"Saya pikir sampah, pas dicek suami ternyata benar bayi, tubuhnya sudah gak utuh lagi," ujarnya.

Selepas itu, Ika dan warga lainnya langsung melaporkan ke Ketua RT yang kemudian ke kepolisian.

Baca Juga: Kisah TR, Bocah 12 Tahun yang Derita Kanker Stadium 4 Akibat Diperkosa

2. Keluarga yakin jenazah bocah itu adalah anak mereka bernama Ahmad Yusuf Ghazali, dilihat dari pakaiannya

Jenazah Balita Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di SungaiBaju yang dipakai oleh jasad yang diduga Yusuf (IDN Times/Yuda Almerio)

Jenazah balita yang yang ditemukan mengapung itu diduga adalah Ahmad Yusuf Ghazali, bocah empat tahun yang menghilang tiba-tiba dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jalan AW Sjahranie pada Jumat (22/11). Namun, polisi masih menyelidiki lebih lanjut sebab fakta belum terungkap utuh. 

Mendengar kabar tersebut, Melisari (30) dan Bambang Sulistyo (40) yang merupakan orangtua Yusuf datang ke ruang jenazah RSUD AW Sjahranie. Keduanya mengklaim jika bocah malang adalah anak mereka bernama Ahmad Yusuf Ghazali, yang menghilang sejak 16 hari lalu dari PAUD di Jalan AW Syahranie.

Lalu dari mana dasar keduanya memberikan pernyataan jika jasad tersebut adalah anak mereka? Padahal kondisi bocah tersebut begitu mengenaskan tanpa kepala.

"Kami sempat ragu pas awal dikabari. Tapi setelah menunggu dan dibersihkan, barulah kami yakin itu pakaian anak kami," kata Bambang Sulistyo. 

3. Polisi belum bisa memastikan balita tanpa kepala itu adalah Yusuf

Jenazah Balita Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di SungaiJenazah bocah malang yang diduga Yusuf saat berada di ruang jenazah (IDN Times/Yuda Almerio)

Keduanya kukuh jika jasad yang ditemukan tanpa kepala itu adalah anak mereka. Sebab pakaian yang digunakan jenazah itu sangat identik dengan pakaian yang terakhir dikenakan Yusuf.

Hal ini pun baru diketahui sekitar lebih dari 7 jam setelah ditemukannya jenazah tersebut. Pakaian itu berwarna merah dengan lengan hitam pendek bertuliskan Monas. Sedangkan celananya berwarna putih bermotif kuning. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Memang benar ada yang mengklaim bila itu adalah Yusuf, tapi pihaknya belum bisa memberikan keterangan resmi mengenai itu.

"Kami masih fokus proses identifikasi," kata dia.

Baca Juga: Terkendala Biaya di RS, Jenazah Bayi Dibawa Pulang oleh Ojek Online

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya