Comscore Tracker

Begini Penuturan 2 Tersangka Kasus Bayi Tanpa Kepala di Samarinda

Kedua tersangka sudah bekerja puluhan tahun

Samarinda, IDN Times - Dua pegawai PAUD Jannatul Athfaal di Samarinda, Kalimantan Timur, ditetapkan sebagai tersangka kasus menghilangnya balita empat tahun, Ahmad Yusuf Ghazali, pada 22 November 2019. Yusuf ternyata balita yang belakangan ditemukan tanpa kepala dan menghebohkan Samarinda.

Kedua tersangka adalah Tri Supramayanti (52) dan Marlina (26). Keduanya pasrah saat ditangkap polisi pada Selasa (21/1) malam. 

Enam belas hari setelah Yusuf menghilang, balita tanpa kepala ditemukan di eks anak Sungai Karam Asam di Jalan Antasari II. Setelah hasil tes DNA diperoleh, polisi memastikan balita tanpa kepala adalah Yusuf yang hilang dari tempat penitipan di PAUD.

1. Pengasuh PAUD menjaga tujuh balita sendirian

Begini Penuturan 2 Tersangka Kasus Bayi Tanpa Kepala di SamarindaSri Supramayanti dan Marlina di ruang penyidik Mapolsek Samarinda Ulu (IDN Times/Yuda Almerio)

Tiba di Mapolsek Samarinda Ulu, kedua tersangka, Tri dan Marlina, tak berusaha menutup wajah mereka. Keduanya duduk di kursi plastik di ruang penyidik ini pun buka suara. Sebelum Yusuf menghilang misterius dari pengawasan, keduanya bertugas mengawasi anak didik mereka.

Tri, perempuan paruh baya ini mengaku harus menjaga tujuh balita di PAUD Jannatul Athfaal. Dari ketujuh balita tersebut, Yusuf paling tua.

"Waktu itu saya lagi menjaga bayi juga yang lagi menangis, sementara Yusuf sedang main," ucap Tri di hadapan sejumlah media, Samarinda, Kaltim, Rabu (22/1).

Baca Juga: [BREAKING] Kasus Balita Tanpa Kepala, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

2. Kedua tersangka sudah bekerja puluhan tahun

Begini Penuturan 2 Tersangka Kasus Bayi Tanpa Kepala di SamarindaSri Supramayanti dan Marlina di ruang penyidik Mapolsek Samarinda Ulu (IDN Times/Yuda Almerio)

Selama bertahun-tahun menangani anak-anak di tempat penitipan, baru kali ini keduanya mengalami kejadian nahas. Tri menjaga balita sejak usia 23 tahun, tapi di PAUD Jannatul Athfaal baru dua tahun empat bulan. Sementara, Marlina sudah 10 tahun kerja di PAUD tersebut.

Sibuk menangani anak-anak yang sedang menangis, Yusuf lepas dari pengawasan.  Marlina saat itu tak bisa menahan diri, karena hendak buang air kecil ke kamar mandi. Sementara, Tri bersama tujuh balita, termasuk Yusuf. Setelah lima menit kembali ke ruangan, Yusuf sudah tak ada.

"Kemungkinan dia (Yusuf) lewat pintu keluarnya. Kami memang lagi piket saat itu. Selama ini saya tak pernah begini, karena kelalaian saya juga ini," ungkap Tri, tertunduk.

3. Kedua tersangka mengaku pasrah dengan kasus balita tanpa kepala

Begini Penuturan 2 Tersangka Kasus Bayi Tanpa Kepala di SamarindaTri dan Marlina di hadapan sejumlah wartawan yang mengajukan tanya mengenai Yusuf di Mapolsek Samarinda Ulu (IDN Times/Yuda Almerio)

Tri baru dua kali bertemu Yusuf, pertemuan pertama pada 15 November 2019, dan kedua saat balita itu menghilang pada 22 November 2019. Dengan upah Rp1,5 juta, ia harus mengawasi anak-anak di bawah usia lima tahun.

Paling repot saat ketujuh balita ini menangis bersamaan. Malam itu, keduanya belum tahu jika ditetapkan sebagai tersangka. Polisi sudah menyiapkan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Kendati, Marlina dan Tri mengaku pasrah dengan hukum yang berlaku.

"Kami tidak nyangka berujung begini. Kami pasrah," timpal Marlina.

4. Kedua tersangka siap menjalani proses hukum

Begini Penuturan 2 Tersangka Kasus Bayi Tanpa Kepala di SamarindaTri dan Marlina di hadapan sejumlah wartawan yang mengajukan tanya mengenai Yusuf di Mapolsek Samarinda Ulu (IDN Times/Yuda Almerio)

Kini, Tri dan Marlina harus berhadapan dengan hukum. Kedua tersangka ini akan diperiksa lebih lanjut selama 24 jam, untuk memutuskan langkah penyidikan selanjutnya kasus bayi tanpa kepala ini.

Apakah keduanya siap menjalani proses hukum? Apakah keduanya juga didampingi pengacara? "Siap tak siap, iya (kami didampingi pengacara)," tutup Marlina, mengangguk.

Baca Juga: Hasil Tes DNA: Balita Tanpa Kepala di Samarinda Adalah Yusuf

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya