Comscore Tracker

Ungkap Kematian Balita Tanpa Kepala, Mabes Polri akan Bongkar Makam

Keluarga menduga masih ada yang janggal dalam tewasnya Yusuf

Samarinda, IDN Times - Orangtua Ahmad Yusuf Ghazali (4), balita yang ditemukan tewas dengan kondisi tak wajar pada 8 Desember 2019 lalu di eks Sungai Karang Asam, Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, masih berharap kepolisian dapat mengungkap misteri kematian anak mereka. 

Bambang (40) dan Melisari (30) mengadu ke Mabes Polri dan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea pada Sabtu (15/2) lalu. Sebab, mereka menduga masih ada yang janggal dalam kasus kematian Yusuf.

Selain tanpa kepala, balita tersebut juga kehilangan sejumlah organ tubuhnya, mulai dari kepala, tangan, hingga kedua telapak kakinya. Organ-organ dalam dan bagian dadanya juga lenyap.

Aksi itu rupanya memantik Satreskrim Polresta Samarinda mengambil langkah lanjutan.

1. Polresta Samarinda datangkan tim forensik Mabes Polri untuk mengautopsi jenazah balita Yusuf

Ungkap Kematian Balita Tanpa Kepala, Mabes Polri akan Bongkar MakamKapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman (tengah) saat melakukan jumpa pers pada Senin (17/2) siang terkait kasus balita tanpa kepala (Dok.IDN Times/Istimewa)

Meski polisi telah menetapkan Tri Supramayanti (52) dan Marlina (26) sebagai tersangka, namun rupanya hal itu belum membuat orangtua Yusuf bernapas lega.

Itu sebabnya, Korps Tribrata ini berencana menghadirkan ahli forensik Mabes Polri Kombes Pol dr Sumi Hastry Purwanti beserta tim untuk mengautopsi jenazah Yusuf.

“Kami akan mendatangkan tim forensik Mabes Polri hari ini dan dijadwalkan besok (Selasa 18 Februari) melakukan pembongkaran makam (Yusuf) untuk autopsi," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman dalam keterangan persnya pada Senin (17/2) siang.

Baca Juga: Kasus Balita Tanpa Kepala, Orangtua Menduga Ada Motif Pembunuhan?

2. Proses autopsi telah disepakati bersama antara pihak keluarga dan polisi

Ungkap Kematian Balita Tanpa Kepala, Mabes Polri akan Bongkar MakamKapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman (Dok. Subbag Humas Polresta Samarinda)

Proses autopsi tersebut dilakukan untuk menemukan bukti baru penyebab kematian Yusuf. Sebelumnya, pihak kepolisian pernah meminta bantuan dr. Kristina Uli Gultom Sp.FM, kepala instalasi forensik RSUD AW Sjahranie, saat itu tim ini tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh balita malang tersebut. Malahan medikus menemukan sisik reptil pada tubuh Yusuf.

Proses autopsi telah disepakati bersama antara pihak keluarga dan polisi. Semua proses administrasi dan biaya autopsi ditanggung oleh Mabes Polri.

“Ya, mereka ahlinya lah. Kami ingin juga mengetahui hasilnya. Bagaimana kelanjutan dari forensik awal dan nanti apakah ada perbedaan kami akan menindaklanjuti," ujar Arif.

3. Penelusuran forensik awal tak ada indikasi kekerasan di tubuh balita Yusuf

Ungkap Kematian Balita Tanpa Kepala, Mabes Polri akan Bongkar MakamJenazah balita Ahmad Yusuf Ghazali saat berada di ruang jenazah (IDN Times/Yuda Almerio)

Berdasarkan penyelidikan awal, polisi memang menemukan fakta jenazah Yusuf tak lagi utuh lantaran proses pembusukan selama 16 hari selama berada di drainase.

Jasad bocah malang itu diduga terbawa arus ketika hujan pada 22 November 2019 dari tempat penitipan anak di PAUD Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu.

Jasad Yusuf kemudian kemudian ditemukan tanpa kepala di eks Sungai Karang Asam, Jalan Pangeran Antasari II, Gang 3, Samarinda Ulu pada 8 Desember 2019.

Menghilangnya organ dalam Yusuf, diduga petugas lantaran terseret dan tersangkut di sepanjang aliran drainase tersebut. Selain itu, dari awal proses penyidikan hingga saat ini polisi belum menemukan indikasi kriminalitas hingga dugaan penjualan organ tubuh seperti yang diutarakan keluarga dan Hotman Paris.

"Mohon masyarakat bersabar, jangan berandai-andai. Harus sesuai fakta yang ada. Kami tidak akan menutup diri dengan kasus ini,” kata Arif.

Baca Juga: Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala, Komnas Anak Duga Pelaku Profesional

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya