Comscore Tracker

Bocah 7 Tahun di Kutai Timur Dianiaya Hingga Tewas Lantaran Minum Teh

Tubuh korban penuh luka

Kutai Timur, IDN Times - Bocah tujuh tahun asal Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, diduga tewas karena disiksa ibu angkatnya, Vianita Handayani Elfana.

Kini kasus tersebut dalam penanganan Polsek Kaliorang. Korban diduga meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas.

“Kasus ini masih dalam penyidikan,” ucap Kapolsek Kaliorang AKP Pujito, Kutai Timur, Rabu (19/2) malam.

1. Ibu angkat korban sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan

Bocah 7 Tahun di Kutai Timur Dianiaya Hingga Tewas Lantaran Minum TehIlustrasi kekerasan anak (IDN Times/Arief Rahmat)

Vianita telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolsek Kaliorang. Penganiayaan ini terjadi pada Selasa (18/2) sore, dan malam harinya ibu 35 tahun itu langsung ditangkap.

Hasil penyidikan sementara, kepala sang bocah sempat dibenturkan ke pintu, yang diduga hanya alasan meminum teh.

“Pengakuan tersangka seperti itu. Kami masih mengembangkan kasus ini,” kata Pujito.

Baca Juga: Jokowi Minta Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Dihukum Berat

2. Suami tersangka melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini ke polisi bersama tetangganya

Bocah 7 Tahun di Kutai Timur Dianiaya Hingga Tewas Lantaran Minum TehIlustrasi (IDN Times/Sukma Sakti)

Pujito menjelaskan tersangka tak bisa menahan amarahnya, hanya karena sang bocah minum teh. Korban diduga sudah berkali-kali diingatkan, namun tak dihiraukan. Apalagi, korban diduga alergi jika minum teh. Di sisi lain, tersangka disebut-sebut punya kecenderungan amarah meledak-ledak. 

Meski begitu, polisi tak langsung percaya begitu saja dalih tersangka. Itu sebabnya, polisi tengah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi lain untuk menguatkan alibi tersangka.

“Kami sudah mintai keterangan dari suami tersangka yang melaporkan kasus serta beberapa tetangga,” tutur Pujito.

3. Korban merupakan keponakan suami tersangka

Bocah 7 Tahun di Kutai Timur Dianiaya Hingga Tewas Lantaran Minum TehIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebenarnya korban punya orangtua, namun berada di daerah lain. Perceraian orangtuanya membuat mereka berpisah. Ibu korban berada di dalam penjara. Sementara ayahnya berdomisili di Penajam Paser Utara (PPU).

Itu sebabnya, suami tersangka yang juga paman korban, mengangkatnya sebagai anak, lantaran masih punya hubungan sedarah dan tak tega membiarkan sang keponakan sebatang kara.

Korban tinggal bersama pamannya di Kutiai Timur sejak ia berumur dua tahun. Korban juga punya adik sepupu berumur lima tahun, buah hati dari orangtua angkatnya.

“Korban sudah lima tahun tinggal bersama tersangka, kami masih menyelidiki, apakah dugaan penyiksaan itu dilakukan sejak korban masih belia. Yang jelas luka di perut itu karena air panas,” tutur Pujito.

4. Banyak luka di tubuh korban, paling parah di pelipis, perut, dan punggung

Bocah 7 Tahun di Kutai Timur Dianiaya Hingga Tewas Lantaran Minum Teh(IDN Times/Sukma Shakti)

Miris, hasil visum terdapat banyak luka di sekujur tubuh korban. Baik luka lama dan baru. Mulai dari kepala, wajah, bibir, pelipis, hingga perut.

Luka paling parah ada di pelipis kanan dekat telinga, karena hingga meninggal pun darah segar masih mengalir. Lalu kulit punggung mengelupas dan di perut terdapat luka bekas melepuh.

“Sehabis melakukan perbuatan tersebut, tersangka sadar dan sempat tidur. Waktu kami amankan pun dia tetap tidur, kami angkat ke kantor polisi, bukan menggiring atau menangkap,” tutup Pujito.

Baca Juga: KPAI Temukan 4369 Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2019

Topic:

  • Rochmanudin
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya