Comscore Tracker

Jalan Menuju PN Jombang Ditutup saat Sidang Praperadilan Anak Kiai

Sidang digelar besok pagi jam 10.00 WIB

Jombang, IDN Times - Sepenggal jalan menuju ke kantor pengadilan negeri (PN) Jombang Jalan Wahid Hasyim Jomban bakal ditutup sementara saat pelaksanaan sidang praperadilan MSA, anak kiai di Jombang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan, Kamis besok pagi (20/1/2022)

Berdasarkan informasi yang didapat IDN Times, akses jalan menuju PN Jombang yang ditutup sementara yakni mulai simpang empat RSUD Jombang ke arah selatan; simpang tiga jalan Setiyobudi, dan simpang empat taman kota kebonrojo ke arah utara.

Untuk kendaraan dari arah utara ke selatan dialihkan melalui jalan Jayanegara menuju jalan Adityawarman. Dan kendaraan dari arah selatan ke utara dialihkan melalui jalan DR Soetomo menuju jalan Kusuma bangsa. Penutupan dilalukan mulai pukul 07.00 Wib.

1. Jalan menuju PN Jombang ditutup 

Jalan Menuju PN Jombang Ditutup saat Sidang Praperadilan Anak KiaiInformasi penutupan jalan menuju PN Jombang. IDN Times/Satlantas Polres Jombang

Kasatlantas Polres Jombang, AKP Rudi Purwanto, ketika dikonfirmasi IDN Times melalui pesan WhatsApp membenarkan rencana penutupan jalan protokol tersebut.

Rudi menyebut, penutupan jalan sementara karena Polres Jombang sedang melaksanakan kegiatan vaksinasi COVID-19 di kawasan tersebut.

"Kebetulan kita laksanakan vaksin di jalan itu. Vaksinasi sinovac dosis dua," kata Kasatlantas AKP Rudi Purwanto, Rabu sore (19/1/2022).

Baca Juga: Tersangka Cabul Anak Kiai Jombang Masuk DPO, Ini Alasan Polisi  

2. Polisi beralasan penutupan jalan karena ada vaksinasi

Jalan Menuju PN Jombang Ditutup saat Sidang Praperadilan Anak KiaiKasatlantas Polres Jombang AKP Rudi Purwanto. IDN Times/Dok. Zainul Arifin

Terkait apakah penutupan jalan itu bagian dari upaya pengamanan sekaligus mengantisipasi adanya pengerahan massa saat pelaksanaan sidang praperadian?, Rudi kembali menegaskan jika itu hanya secara kebetulan bersamaan dengan agenda vaksinasi yang digelar Polres Jombang. Sayangnya Rudi tak menyebut secara pasti tepat lokasi vaksinasi tersebut.

"Kebetulan berbarengan. Untuk lokasi Vaksinnya di jalan yang kami tutup. Penutupan sampai selesai," ucap mantan Kasatlantas Polres Blitar ini.

Baca Juga: Anak Kiai Tersangka Kasus Pencabulan Ajukan Praperadilan di Jombang 

3. PN Jombang berkoordinasi dengan Polisi jika ada pengerahan massa

Jalan Menuju PN Jombang Ditutup saat Sidang Praperadilan Anak KiaiHumas Pengadilan Negeri Jombang Muhammad Riduansyah. IDN Times/Zainul Arifin

Sementara itu, Humas PN Jombang, Muhammad Riduansyah mengaku PN telah mempersiapkan segalanya terkait pelaksanaan sidang praperadilan dengan hakim tunggal pada besok pagi. Persiapan tersebut di antaranya telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi jika ada pengerahan massa

"Sesuai jadwal sidang jam 10 pagi dimulai sidangnya. Untuk PN sendiri sudah persiapan untuk persidangan besok, termasuk apabila ada massa yang datang ke PN dan juga sudah berkoordinasi dengn pihak polres jombang," kata Riduansyah kepada IDN Times melalui pesan singkat.

Gugatan praperadilan MSA anak kiai pengasuh pesantren di Jombang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jombang, pada 6 Januari 2022. Gugatan tersebut terdaftar dalam sistem informasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri Jombang nomor 1/pid.pra/2022/pn jbg tanggal register 06 Januari 2022 dengan klarifikasi perkara, sah atau tidaknya penetapan tersangka.

Adapun termohon dalam gugata itu adalah Kepala Kepolisia Resor Jombang Cq Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Cq Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Cq Asisten Pidana Umum Kejati Jatim

Gugatan praperadian yang dilakukan MSA itu merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya upaya hukum tersebut ditolak oleh Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur.

MSA adalah anak kiai pengasuh Pesantren Shiddiqiyah, Ploso, Jombang. Ia dilaporkan ke polisi pada 29 Oktober 2019 oleh korban yang berinisial NA salah seorang santri perempuan asal Jawa Tengah.

Pada 12 November 2019, Polres Jombang mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan. MSA dijerat dengan pasal berlapis yakni tentang pemerkosaan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur atau pasal 285 dan 294 KUHP.

Kemudian, Januari 2020 Polda Jatim mengambil alih kasus tersebut. Namun MSA beberapa kali mangkir saat diminta datang untuk diperiksa. Polisi bahkan gagal menemui MSA saat akan diperiksa di lingkungan pesantren tempat tinggalnya.

Zain Arifin Photo Verified Writer Zain Arifin

Jombang, Nganjuk, Mojokerto

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya