Comscore Tracker

Mensos Hadir untuk Para Korban Banjir Bandang di Sentani

Berikan bantuan berupa santunan dan logistik

Jayapura, IDN Times - Puluhan anak-anak yang tengah mengikuti Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di tenda pengungsian Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura bersuka cita saat melihat Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita membawakan hadiah untuk mereka berupa mainan, perlengkapan makan, dan selimut anak. 

"Anak-anakku, bagaimana kabar kalian hari ini? Bagaimana makanannya? Bagaimana tidurnya? Cukup nyamankah? Saya datang dari Jakarta untuk bertemu kalian semua sekaligus ini ada oleh-oleh. Semoga semua suka ya," tutur Mensos. 

Kepada anak-anak Menteri berpesan agar mereka tetap ceria kendati sedang mengalami musibah banjir bandang beberapa waktu lalu. Ia juga meminta agar proses LDP terus dilakukan untuk menyemangati anak-anak, memotivasi mereka kembali ke sekolah, dan mengajak mereka bermain untuk menghibur mereka di tempat pengungsian.

1. Menteri meninjau dapur umum lapangan

Mensos Hadir untuk Para Korban Banjir Bandang di SentaniIDN Times/Kemensos

Di tempat ini ia disambut para relawan yang tengah menyiapkan makan siang untuk pengungsi. Di salah satu sudut dapur umum, beberapa relawan menyanyikan lagu pujian untuk menghangatkan suasana. 

"Terima kasih atas kerelaan dan kepedulian Saudara. Gotong royong dan bahu-membahu membantu para korban bencana banjir bandang ini tentu akan meringankan tugas kita. Dan terpenting adalah warga terdampak cepat tertangani. Itu yang selalu dipesankan Bapak Presiden," tutur Menteri Agus sambil bersalaman dengan para relawan. 

Posko Kemensos di Stadion Barnabas Youwe ini menjadi titik kumpul relawan, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia, Persatuan Pemuda Gereja GKI Getsemani Kotaraja, pelajar SMP dan SMA Kalam Kudus, mahasiswa IPDN Papua, mahasiswa Universitas Cendrawasih, Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Wahana Visi Indonesia, dan lain-lain. 

2. Mensos menyerahkan bantuan logistik dan santunan sebesar Rp4,3 miliar

Mensos Hadir untuk Para Korban Banjir Bandang di Sentanishutterstock.com/A3pfamily

Terdiri dari bantuan logistik tahap pertama Rp764.255.700, logistik tahap kedua Rp664.518.500, logistik tahap ketiga Rp760.710.700, logistik tahap keempat Rp493.046.400, dan santunan ahli waris. Santunan ahli waris dibagi menjadi dua tahap di mana setiap ahli waris mendapat Rp15 juta.  

Santunan ahli waris tahap I untuk 71 jiwa sebesar Rp1.065.000.000 dan tahap II untuk 41 jiwa sebesar Rp615.000.000. Santunan tahap pertama diserahkan secara simbolis oleh Mensos kepada para ahli waris. 

Bantuan logistik terdiri dari bantuan makanan siap saji dan lauk pauk, makanan anak,tenda serbaguna keluarga, tenda gulung, velbed, kasur, peralatan keluarga dan peralatan dapur keluarga, selimut, paket sandang, serta perlengkapan Tagana.  

3. Beberapa titik di sana yang dijadikan dapur umum

Mensos Hadir untuk Para Korban Banjir Bandang di SentaniIDN Times/Galih Persiana

Dapur umum berada di Posko Induk Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura), Posko STAKIN, Posko Stadion Barnabas Youwe, dan Posko GOR Toware, serta beberapa dapur umum mandiri yang dikelola warga. Pasokan beras untuk dapur umum dapat dipenuhi dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton. 

4. Perkembangan distribusi bantuan Kementerian Sosial.

Mensos Hadir untuk Para Korban Banjir Bandang di SentaniDok. IDN Times

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan bantuan logistik telah menjangkau penyintas Suku Mek, Distrik Waibu yang mengungsi di pegunungan Doyo Lama.

Tim Kemensos terus bergerak menembus lokasi-lokasi yang masih terisolasi, berada di pegunungan, atau yang belum tersentuh bantuan. 

"Alhamdulillah logistik permakanan, terpal, matras, kasur untuk bayi, dan paket dapur keluarga telah diterima warga," tuturnya. 

Tagana bergerak ke lokasi dan melakukan penjangkauan bersama tim kesehatan yang memeriksa kondisi penyintas dan melakukan pengobatan bagi penyintas Suku Mek.

"Terdapat beberapa kelompok rentan di suku Mek seperti anak-anak, bayi, ibu menyusui dan lansia. Mereka tidak mengungsi ke bawah atau menjadi satu di pos pengungsian karena ada kekhawatiran air Danau Sentani naik," tutur Dirjen. 

Topic:

  • Ezri Tri Suro

Just For You