Comscore Tracker

Kekerasan Pecah Lagi, Dewan Militer Sudan Tunda Dialog dengan Oposisi

Bentrok kembali pecah, sembilan orang luka akibat tembakan

Khartoum, IDN Times - Kekerasan kembali pecah antara pihak militer dan demonstran di sela-sela progres positif antara kubu Dewan Transisi Militer dengan pihak oposisi. Padahal kedua kubu sudah sepakat membentuk badan militer-sipil untuk menjalankan pemerintahan Sudan selama tiga tahun sampai Pemilu Presiden.

Laman kantor berita AFP melaporkan bahwa kedua belah pihak saling tuding perihal siapa bertanggung jawab atas penembakan yang melukai sembilan warga sipil pada Rabu (15/5/2019) waktu setempat. "Kami menganggap Dewan Militer bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil," kata Amjad Farid, juru bicara Sudan Professional Association, pelopor demonstrasi berbulan-bulan yang berujung pada pengguling Presiden Omar al-Bashir bulan lalu.

"Mereka menggunakan metode yang persis dengan rezim sebelumnya saat berurusan dengan pemberontak," ungkap Farid.

1. Dewan Transisi Militer menuding para demonstran melanggar kesepakatan pemulihan suasana

Kekerasan Pecah Lagi, Dewan Militer Sudan Tunda Dialog dengan OposisiReuters/Mohamed Nureldin Abdallah

Namun kepala Dewan Militer Transisi, Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, menyebut para demonstranlah yang melanggar kesepakatan perihal pemulihan suasana. Dilansir oleh Reuters, para pengunjuk rasa disebut mengganggu aktivitas di ibu kota dengan memblokade jalan-jalan di luar zona pusat protes yang disepakati dengan militer.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (16/5/2019) pagi, Letjen Burhan membacakan daftar panjang 'pelanggaran persetujuan' yang dicapai dengan para pemimpin oposisi. Selain itu, TMC memutuskan menunda pembicaraan lanjutan selama 72 jam hingga 'terciptanya suasana yang mendukung tahap akhir kesepakatan.'

Dewan Militer disebut telah memutuskan akan meyingkirkan seluruh barikade yang dipasang massa di luar area Kompleks Kementerian Pertahanan, tempat para demonstran telah berdiam diri sejak 6 April silam.

Baca Juga: Gabungan Militer-Sipil Bakal Perintah Sudan Selama 3 Tahun

2. Dua insiden penembakan dalam waktu tiga hari membuat suasana ibu kota Khartoum berubah mencekam

Kekerasan Pecah Lagi, Dewan Militer Sudan Tunda Dialog dengan OposisiReuters/Stringer

Dalam kesempatan yang sama, TMC mengumumkan pembentukan komite untuk menyelidiki insiden penembakan pengunjuk rasa yang menewaskan lima orang pada Senin (13/5/2019) kemarin.

Beberapa laporan menyebut pasukan paramiliter RSF membubarkan demonstran di Jalan Al-Mek Nimir, dekat gedung Kementerian Luar Negeri Sudan, dengan cara melepaskan tembakan secara membabi buta. Pihak RSF sendiri telah membantah telah melakukan hal tersebut.

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam sebelum TMC kembali bertemu dengan perwakilan organisasi himpunan penggerak demonstrasi dan aliansi oposisi, Declaration of Freedom and Change Forces (DFCF), membahas kesepakatan yang memasuki tahap akhir.

3. Aliansi oposisi DFCF dan para demontran berjanji takkan membubarkan diri

Kekerasan Pecah Lagi, Dewan Militer Sudan Tunda Dialog dengan OposisiAFP/Mohamed el-Shahed

DFCF mengatakan jika penangguhan dialog lanjutan oleh Dewan Transisi Militer adalah "keputusan yang disesalkan". Namun mereka berjanji terus melanjutkan demonstrasi, baik di pusat ibu kota Khartoum dan seluruh penjuru negeri.

Duta Besar Inggris untuk Khartoum, Irfan Siddiq, mencuit jika aparat keamanan Sudan telah menembaki para demonstran. "Saya sangat prihatin dengan penggunaan peluru oleh anggota militer Sudan terhadap para demonstran di Khartoum hari ini," tulis Siddiq di Twitter. "Dewan militer harus menghentikan ini sekarang. Tidak ada lagi alasan."

Baca Juga: Ini Kesepakatan Militer dan Oposisi Sudan Soal Masa Transisi 3 Tahun

Achmad Hidayat Alsair Photo Verified Writer Achmad Hidayat Alsair

Separuh penulis, separuh mahasiswa tua, separuh orang-orangan sawah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indra Zakaria

Berita Terkini Lainnya