Comscore Tracker

Hasil Pemilu Sela Filipina, Kubu Duterte Memimpin Perolehan Suara

Duterte bakal semakin kuat di pemerintahan

Kekhawatiran sejumlah pengamat politik perihal menguatnya cengkeraman Presiden Rodrigo Duterte di seluruh lembaga pemerintah jadi kenyataan. Dilansir oleh Associated Press dan Reuters, penghitungan tak resmi Pemilu sela yang keluar pada Selasa (14/5) menunjukkan kemenangan telak bagi partai-partai pendukung sang pemimpin kontroversial.

Pemilu sela diadakan pada Senin (13/5) kemarin. Sebanyak lebih dari 61,2 juta penduduk Filipina pemilik hak pilih beramai-ramai ke bilik suara untuk menentukan siapa yang akan duduk mengisi 12 kursi di lembaga Senat, 61 kursi di DPR serta 17.750 pos untuk pemerintahan tingkat provinsi, kabupaten serta kota.

Lalu seperti apa fakta-fakta Pemilu sela di Filipina? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1. Sedikitnya delapan kandidat dari kubu Duterte tengah memimpin perolehan suara

Hasil Pemilu Sela Filipina, Kubu Duterte Memimpin Perolehan SuaraAFP/Noel Celis

Hasil penghitungan sementara menunjukkan sedikitnya ada delapan kandidat dari kubu Duterte tengah memimpin perolehan suara. Di antaranya adalah mantan Kepala Polisi Bato de la Rosa. Ia menjadi sosok di garda terdepan tindakan keras aparat dalam perang melawan narkoba. Kebijakan yang berujung pada tewasnya ribuan tersangka ini panen kecaman dari komunitas internasional.

Senat berisi mayoritas para pendukungnya akan menjadi keuntungan bagi Duterte. Ini berarti suara sumbang terhadap setiap kebijakannya akan berkurang. Pemeriksaan terhadap lembaga tertentu bisa dihindari. Lebih jauh, wakil rakyat dari golongan independen maupun oposisi berpotensi ditepikan dalam setiap pembahasan agenda-agendanya.

2. Kubu oposisi khawatir dengan menguatnya Duterte

Hasil Pemilu Sela Filipina, Kubu Duterte Memimpin Perolehan SuaraAFP/Noel Celis

Sejumlah agenda yang digodok oleh sosok 74 tahun tersebut memang menyulut pro-kontra. Salah satunya, pemberlakuan kembali hukuman mati dan penurunan usia batas terpidana dari 15 tahun menjadi 12 tahun. Filipina sempat menghapus hukuman pada tahun 1987 sebelum diberlakukan lagi enam tahun berselang. Pelaksanaannya kembali dihilangkan pada tahun 2006 silam.

Selain itu, dirinya juga berjanji mengubah isi konstitusi negara. Menurut Duterte, tujuannya demi menciptakan republik federal di mana pemerintahan daerah akan diberi lebih banyak wewenang mengatasi kemiskinan akut. Namun, kubu oposisi melihat rencana itu sebagai upaya memperluas cengkeramannya pada kekuasaan hingga melemahkan institusi demokrasi negara.

3. Sejumlah anggota keluarga Duterte melaju tanpa hambatan

Hasil Pemilu Sela Filipina, Kubu Duterte Memimpin Perolehan SuaraAFP/Manman Dejeto

Kendati menampik isu bahwa dirinya akan memperpanjang masa jabatan presiden (durasinya enam tahun menurut UUD Filipina) lewat amandemen, sejumlah anggota keluarga dekat Duterte tampaknya melenggang ke kursi pemerintahan tanpa hambatan.

Anak perempuannya Sara Duterte, yang dipandang sebagai calon penerusnya pada Pilpres 2022, tak goyah dari jabatannya sebagai walikota Davao City. Sementara sang adik laki-laki, Sebastian, tanpa perlawanan dalam perebutan kursi wakil walikota.

Data dari lembaga hitung cepat PPCRV melansir jika putra tertua Duterte, Paolo, diprediksi sukses menyabet satu kursi DPR.

"Jika Anda setuju dengan kebijakan kami selama ini, maka Anda dapat memilih para kandidat pendukung saya. Tapi kalau ternyata saya ditolak dan seluruh kandidat kalah, apa boleh buat," ujar Duterte selepas menggunakan hak pilihnya di Davao City seperti dikutip dari AFP.

Achmad Hidayat Alsair Photo Verified Writer Achmad Hidayat Alsair

Separuh penulis, separuh mahasiswa tua, separuh orang-orangan sawah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Efendi Ari Wibowo

Berita Terkini Lainnya