Comscore Tracker

Netanyahu dan Gantz Kompak Klaim Kemenangan di Pemilu Israel

Bagaimana dengan prospek perdamaian Israel-Palestina?

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memenangkan Pemilu Israel sekaligus mengamankan masa jabatan kelima secara beruntun. Reuters melansir jika tiga saluran televisi utama negara tersebut tersebut merilis hasil survei sekaligus kemenangan atas si calon kuat penantang Benny Gantz pada Rabu (10/4/2019) dini hari waktu setempat.

Dengan 97 persen suara yang sudah masuk, tak ada satu pun dari partai-partai peserta yang meraup suara mayoritas yang berkuasa. Namun Netanyahu berada dalam posisi menguntungkan untuk membentuk pemerintahan koalisi bersama golongan sayap kanan lain yang selama ini telah mendukungnya.

Pemilu Israel saat ini sendiri bak menguji tingkat kepercayaan rakyat pada sang kepala pemerintahan. Netanyahu beberapa tahun terakhir memang disergap sejumlah tuduhan korupsi termasuk tiga kasus dugaan penyuapan. Ia sendiri konsisten membantah telah melanggar hukum.

1. Sejumlah televisi Israel menyebut partai Likud pimpinan Perdana Menteri inkumben Benyamain Netanyahu sebagai pemenang

Netanyahu dan Gantz Kompak Klaim Kemenangan di Pemilu IsraelReuters/Amir Cohen

Partai sayap kanan Likud dan partai Blue and White yang berciri sentris sama-sama memenangkan 35 kursi, menurut rilisan situs resmi parlemen Knesset dan sejumlah saluran TV Israel. "Ini adalah malam kemenangan kolosal," ujar Netanyahu di hadapan pendukungnya dalam pidato larut malam di markas Likud.

Di tengah sorak sorai, sosok 69 tahun itu mengingatkan para simpatisan agar menunggu hasil resmi yang diperkirakan baru diumumkan pada Jumat (12/4/2019) mendatang. Jika betul menang, Netanyahu akan menjadi perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel yakni 13 tahun.

Adapun sang rival, Gantz juga turut mengklaim kemenangan, berdasarkan sumber jajak pendapat yang terbit hanya beberapa jam setelah pemungutan suara berakhir pada hari Selasa (9/4/2019) kemarin. "Kitalah pemenangnya," pungkas mantan kepala militer 59 tahun tersebut, yang baru merasakan Pemilu pertamanya.

Baca Juga: Militer Israel Serang Gaza, Klaim Target Markas Hamas

2. Ketua partai Blue and White, Benny Gantz, jadi penantang terberat koalisi sayap kanan pimpinan Netanyahu

Netanyahu dan Gantz Kompak Klaim Kemenangan di Pemilu IsraelReuters/Amir Cohen

Gantz, si pendatang baru, selama kampanye acap kali menyebut sang lawan menerapkan taktik politik memecah belah. Retorika dan penerapan status warga kelas dua kepada warga Israel keturunan Arab jadi contohnya. AFP melaporkan saat hari pemilihan, Netanyahu dikritik lantaran beberapa anggota partai Likud membawa kamera tersembunyi ke TPS yang terletak di beberapa perumahan komunitas Arab.

Politisi golongan Arab menyebut tindakan tersebut sebagai upaya intimidasi, sedang Netanyahu berkilah kamera tersebut untuk mencegah kecurangan. Tak berhenti sampai disitu. Hanya tiga hari sebelum Pemilu, Netanyahu berjanji akan merebut kembali sejumlah wilayah pemukiman Yahudi di Tepi Barat jika menang.

Memperluas wilayah Israel dalam skala besar di teritori Palestina berpotensi menutup harapan akan solusi dua negara sebagai cara menghentikan konflik bertahun-tahun. Banyak pihak turut menuding jika pencaplokan Tepi Barat memang sudah lama direncanakan koalisi sayap kanan Israel.

3. Dengan terpilihnya kembali Netanyahu, prospek dialog damai dengan Palestina perlahan tertutup rapat

Netanyahu dan Gantz Kompak Klaim Kemenangan di Pemilu IsraelReuters/Carlos Barria

Yang turut menjadi sorotan adalah hubungan dekat Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump. Salah satu yang mencolok yakni pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS pada 2017 silam, serta pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke kota suci tiga agama pada Mei tahun lalu.

Selain itu, tepat dua minggu sebelum pemilihan, Trump menandatangani pengakuan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang dicaplok dari Suriah semasa perang tahun 1967. Saeb Erkat, kepala negosiator perdamaian Palestina, menyebut dengan terpilihnya kembali Netanyahu, rakyat Israel telah membuang jauh-jauh opsi perdamaian.

Gantz sendiri semasa kampanye mendukung dialog damai meski bungkam perihal status Palestina. Di sisi lain, Trump diperkirakan bakal merilis cetak biru rencana perdamaian Timur Tengah setelah pemilihan. Jika poin pemberian kedaulatan Israel untuk Palestina termasuk, sekutu koalisi sayap kanan Netanyahu kemungkinan akan menyuarakan keberatan.CN1RL00K

Baca Juga: Polisi Israel Kembali Tangkapi Warga Palestina di Al-Aqsa

Achmad Hidayat Alsair Photo Verified Writer Achmad Hidayat Alsair

Separuh penulis, separuh orang-orangan sawah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indra Zakaria

Berita Terkini Lainnya