Comscore Tracker

Selain Efek Wabah Corona, Ini 4 Krisis Besar Ekonomi Sepanjang Sejarah

Dan bukan cuma tahun 1998, lho!

Salah satu yang luput dari perbincangan tentang  pandemi virus corona adalah tentang dampak ekonominya. Banyak kegiatan ekonomi yang terganggu karena kebijakan lockdown oleh banyak pemerintah dunia. Ibarat siklus, krisis ekonomi sebenarnya telah terjadi berulang kali dengan pemicu yang berbeda beda.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 krisis ekonomi besar sepanjang sejarah selain karena dampak virus corona.

1. Great Depression (Depresi Besar)

Selain Efek Wabah Corona, Ini 4 Krisis Besar Ekonomi Sepanjang SejarahHistory.com

Great Depression (Depresi Besar) adalah krisis ekonomi dunia yang dimulai dengan jatuhnya bursa efek New York yang dikenal dengan "Black Tuesday". Dampak pada krisis ini sangatlah masif, misalnya saja pada tingkat pengangguran di Amerika yang meningkat lebih dari 600 persen selama periode tersebut.

2. Krisis Energi 1979

Selain Efek Wabah Corona, Ini 4 Krisis Besar Ekonomi Sepanjang SejarahSociologydiscuasion.com

Krisis ini dimulai dari revolusi negara monarki Iran berubah menjadi republik Islam Iran yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini. Revolusi ini berdampak pada produksi minyak mentah yang jatuh dan menyebabkan kepanikan besar. Harga minyak dunia pun melonjak gila-gilaan. Banyak negara besar seperti Amerika dan Inggris yang mengalami resesi akibat krisis tersebut.

Baca Juga: Hancurkan Ekonomi, 7 Krisis Moneter Terparah dalam Sejarah

3. Krisis Finansial Asia

Selain Efek Wabah Corona, Ini 4 Krisis Besar Ekonomi Sepanjang SejarahForbes.com

Krisis ini mungkin yang paling diingat bagi masyarakat Indonesia. Dimulai dengan jatuhnya mata uang Baht Thailand, krisis menjalar ke negara negara asia lainnya terutama Indonesia dan Korea Selatan dan tentu saja Thailand. Krisis ini lalu menjalar menjadi krisis sosial sampai akhirnya menurunkan Presiden Soeharto yang telah 30 tahun berkuasa.

4. Subprime Mortgage

Selain Efek Wabah Corona, Ini 4 Krisis Besar Ekonomi Sepanjang SejarahMarketplace.org

Siapa bilang harga rumah tidak bisa jatuh. Dimulai pada tahun 2000, Bank Sentral Amerika serikat menurunkan suku bunga untuk meningkatkan konsumsi masyarakat termasuk KPR. Lalu banyak bank yang menyalurkan kredit KPR termasuk kepada masyarakat yang kurang mampu atau Subprime mortgage. 

Sampai pada tahun 2004 suku bunga mulai naik, banyak pengembang yang menurunkan harga properti. Akibatnya, muncul banyak kredit macet pada KPR. Hal ini dikarenakan  jumlah yang harus dibayar terlalu jauh dibanding dengar harga properti di pasaran sehingga debitur enggan lagi membayar tunggakannya.

Sampai Lehman Brothers, salah satu bank investasi terbesar di Amerika serikat bangkrut dan menyebabkan rentetan krisis ekonomi di seluruh dunia.

5. Pandemi COVID-19

Selain Efek Wabah Corona, Ini 4 Krisis Besar Ekonomi Sepanjang SejarahMoneycontrol.com

Yang terakhir adalah yang terjadi saat ini, dimulai dengan munculnya virus baru corona dengan nama penyakit yang dikenal sebagai COVID-19 di Wuhan. Virus lalu menyebar ke seluruh dunia.

Tiongkok sebagai negara ekonomi terbesar kedua dunia sebagai pusat persebaran virus, serta diberhentikannya kegiatan sehari-hari (lockdown) di banyak tempat di dunia, tentu akan menghantam banyak sektor ekonomi. Belum diketahui secara pasti seberapa besar dampak merebaknya virus ini dikarenakan pandemi ini belum berakhir di  di seluruh dunia.

Demikian beberapa krisis besar yang pernah terjadi terjadi di seluruh dunia. Semoga saja kondisi lekas membaik dan kita semua tetap survive, ya!

Kamu bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN : Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: Cegah Krisis, Sri Mulyani Minta IMF Bantu Negara Terimbas Virus Corona

Ahmad Uzlif Photo Verified Writer Ahmad Uzlif

Passionate about sport, pop culture, fashion and local brand.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya