Comscore Tracker

4 Film yang Raih Banyak Penghargaan di Sundance Film Festival

Sundance Film Festival akan hadir di Indonesia

Jakarta IDN Times - Setelah pengumuman kolaborasi antara XRM Media dan IDN Media, Sundance Film Festival akan hadir petama kalinya di Asia, tepatnya akan diselenggarakan di Jakarta, Indonesia. Festival film bergengsi ini diadakan setiap tahunnya di Amerika Serikat dan menjadi salah satu festival film legendaris yang banyak digandrungi oleh film-film independen.

Hadirnya festival film yang telah berdiri selama 43 tahun ini, menjadi angin segar bagi para sineas sekaligus pecinta film Tanah Air. Ini sekaligus menjadi harapan bagi dunia film indonesia untuk terhubung dengan sineas di seluruh dunia. 

Tahun ini, para pemenang penghargaan Sundance Film Festival telah diumumkan. Ada sejumlah film yang berhasil menyabet lebih dari satu kategori penghargaan. Sebagai perkenalan dengan Sundance Film Festival, ini empat film pemenang multipenghargaan yang wajib kamu tonton. 

Baca Juga: Resmi! Festival Film Sundance yang Melegenda Hadir di Indonesia

1. CODA

4 Film yang Raih Banyak Penghargaan di Sundance Film FestivalPoster film CODA/www.imdb.com

Juara kategori terbanyak di festival tahun disabet film CODA. Film ini memenangkan empat penghargaan US Dramatic Competition awards termasuk Grand Jury Prize, Best Director dan Audience Award. Ini termasuk hal yang langka yang terjadi di Sundance Film Festival.

Film yang bertajuk drama keluarga dan kisah dewasa yang menggabungkan tentang proses perjalanan menemukan jati diri dengan berpisah dari keluarga dan membuat banyak kesalahan ini, sempat heboh karena Apple membeli hak atas film CODA dengan harga 25 juta USD atau setara dengan 350 miliar lebih.

2. Summer of Soul (…Or, When the Revolution Could Not Be Televised)

4 Film yang Raih Banyak Penghargaan di Sundance Film FestivalPoster Film Summer of Soul (…Or, When the Revolution Could Not Be Televised) (Sundance Film Festival)

Film yang memenangkan Documentary Audience Prize dan Grand Jury Prize: US Documentary ini menayangkan tentang sebuah film dokumenter Festival Budaya Harlem 1969 yang legendaris. Festival budaya revolusi sosial di akhir 1960-an ini merayakan musik dan budaya Afrika-Amerika, dan mempromosikan kebanggaan dan persatuan kulit hitam.

Sang sutradara, Ahmir “Questlove” Thompson, memulai kariernya sebagai drummer dan menjadi sutradara film yang berdurasi panjang untuk pertama kalinya. Ia menemukan cara untuk memadatkan 45 jam rekaman berusia 50 tahun yang sebelumnya tak terlihat,  menjadi sebuah film yang kohesif, gembira, dan relevan secara budaya. 

Baca Juga: 5 Film 'Sundance Film Festival 2019' yang Recomended Buat Kamu Tonton 

3. Hive

4 Film yang Raih Banyak Penghargaan di Sundance Film FestivalPoster film Hive/www.imdb.com

Film ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang kehilangan suaminya ketika semua pria di desanya terbunuh atau hilang setelah pembantaian selama perang di Kosovo.

Film ini memenangkan tiga penghargaan yaitu World Cinema Dramatic Competition: Directing dan Audience awards dan Grand Jury Prize. Selain itu, film yang berdasarkan kisah nyata ini, merupakan debut dari penulis sekaligus sutradara, Blerta Basholli.

4. Writing With Fire

4 Film yang Raih Banyak Penghargaan di Sundance Film FestivalPoster Film Writing With Fire/ facebook.com/writingwithfire.film

Sundance Film Festival memberikan penghargaan Audience Award dan World Cinema Documentary: Special Jury Award kepada film ini. Film dokumenter India ini berkisah tentang bagaimana perempuan Dalit (kasta terendah di India di mana orang-orang pemegang kasta ini diharamkan untuk disentuh) membangun surat kabar. Sekelompok perempuan ini menjalankan surat kabar yang pada saat itu dikuasai oleh pria.

Sang sutradara Rintu Thomas dan Sushmit Ghosh, mengikuti kelompok perempuan Dalit yang ambisius dengan dipimpin oleh kepala reporter mereka, Meera, juga saat tim mereka beralih dari media cetak ke digital agar mengikuti perkembangan zaman. 

Baca Juga: Festival Film Sundance 2021 Hadir di Indonesia Bareng IDN Media

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya