Comscore Tracker

Pertemuan Pertama di Era Biden, AS-Tiongkok kian Memanas

Menlu AS dan Tiongkok bertemu tatap muka di Alaska 

Jakarta, IDN Times - Pembicaraan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dan para diplomat AS dengan diplomat Tiongkok berlangsung bentrok dalam pertemuan di Anchorage, Alaska pada Kamis (18/3). Dalam pembicaraan tatap muka pertama mereka sejak Presiden Joe Biden menjabat tersebut, Blinken mengatakan bahwa tindakan Tiongkok mengancam tatanan global dan kestabilan dunia.

CNN melaporkan, Blinken mengatakan kepada diplomat tinggi Tiongkok, Yang Jiechi, dan anggota dewan negara Wang Yi di Anchorage bahwa pihak AS akan membahas "keprihatinan mendalam" ini. Selain itu, pertemuan ini juga membahas tentang serangan siber di Amerika Serikat dan persoalan ekonomi.

Pertemuan di Anchorage ini adalah ujian baru bagi hubungan AS dan Tiongkok yang semakin memanas. Kedua negara berselisih mengenai berbagai masalah, mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia di Tibet, Hong Kong, Xinjiang, barat Tiongkok, dan di Taiwan, maupun ketegasan Tiongkok di Laut China Selatan dan pandemi virus corona.

"Kami tidak mencari konflik, tapi kami menyambut persaingan yang ketat, dan kami akan selalu membela prinsip kami, untuk rakyat kami, dan untuk teman-teman kami," ujar Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, yang juga berada dalam pertemuan tersebut dilansir dari Reuters, Jumat (19/3/2021).

Baca Juga: Amerika Serikat Prediksi Tiongkok Serang Taiwan pada 2027

1. Diplomat Tiongkok balas menuding AS

Pertemuan Pertama di Era Biden, AS-Tiongkok kian MemanasDirektur Komisi Urusan Luar Negeri Pusat untuk Partai Komunis Tiongkok, Yang Jiechi. twitter.com/eha_news

Dilansir ABC News, dalam tanggapan yang panjang terhadap pernyataan pembukaan AS, Yang Jiechi menuduh Amerika Serikat menggunakan kekuatan militer dan supremasi keuangannya untuk menekan negara-negara. Dia pun menuding AS menyalahgunakan keamanan nasional untuk mengancam masa depan perdagangan internasional. 

Tak hanya itu, dia juga menuduh AS gagal menangani masalah hak asasi manusianya sendiri. Dia juga mempermasalahkan sikap Blinken, Sullivan dan pejabat AS lainnya yang dinilainya "merendahkan".

Yang Jaechi, mengatakan Xinjiang, Hong Kong, dan Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah Tiongkok dan Negara Tirai Bambu itu dengan tegas menentang campur tangan AS dalam urusan internalnya.

2. Balasan Pejabat AS

Pertemuan Pertama di Era Biden, AS-Tiongkok kian MemanasMenteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken. (Twitter.com/SecBlinken)

Blinken tampak jengkel dengan arah perdebatan yang berlangsung selama lebih dari 15 menit itu. Dia mengatakan kesan yang dia dapatkan dari pembicaraannya dengan diplomat Tiongkok ini sama sekali berbeda dengan para pemimpin dunia dalam perjalanannya ke Jepang dan Korea Selatan, yang baru saja selesai dia lakukan sebelumnya. 

“Saya mendengar kepuasan yang mendalam bahwa Amerika Serikat kembali, bahwa kita terlibat kembali dengan sekutu dan mitra kami,” balas Blinken. "Saya juga mendengar keprihatinan mendalam tentang beberapa tindakan yang diambil pemerintah Anda."

Seorang pejabat senior administrasi Biden juga menilai bahwa delegasi Tiongkok "sombong", seraya mengatakan pembicaraan itu difokuskan pada "teater publik dan drama daripada substansi."

Baca Juga: Pedekate Diplomatik AS di Bawah Biden Tidak Digubris Korea Utara

3. AS menyebut pendapat negara-negara lain berbeda dengan Tiongkok

Pertemuan Pertama di Era Biden, AS-Tiongkok kian MemanasMenteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken. (Instagram.com/secblinken)

Sebelumnya, Blinken telah mengunjungi Jepang dan Korea Selatan untuk melaksanakan pertemuan pertamanya ke Asia. Dalam pertemuan ini, hubungan dengan AS dan Tiongkok juga menjadi topik utama.

Dia menambahkan bahwa setelah perjalanannya ke Jepang dan Korea Selatan minggu ini, pihaknya menerima banyak percakapan telepon dengan rekan asing. "Saya harus memberitahu Anda, apa yang saya dengar sangat berbeda dari apa yang Anda gambarkan," ucap Blinken pada Yang.

4. Hubungan AS dan Tiongkok telah memanas sejak lama

Pertemuan Pertama di Era Biden, AS-Tiongkok kian MemanasBendera Amerika dan Tiongkok (Website/cfr.org)

Hubungan AS dan Tiongkok diketahui telah koyak selama bertahun-tahun. Pemerintahan Biden belum memberi sinyal apakah AS siap atau bersedia untuk mundur dari sikap keras yang diambil selama era Donald Trump.

Hanya sehari sebelum pertemuan, Blinken telah mengumumkan sanksi baru atas tindakan keras Beijing terhadap pendukung prodemokrasi di Hong Kong. Sebagai tanggapan, Tiongkok meningkatkan retorikanya yang menentang campur tangan AS dalam urusan dalam negeri dan mengeluhkan hal tersebut.

Sebelum Joe Biden menjabat, Trump sempat membanggakan hubungan yang disebutnya kuat dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping. Tetapi hubungan itu hancur setelah pandemik virus corona menyebar dari provinsi Wuhan ke seluruh dunia dan menimbulkan bencana kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi AS Diramal Kalahkan Tiongkok Berkat Stimulus Biden

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya