Comscore Tracker

Pantau Ketat Situasi Tiongkok vs Taiwan, Jepang Ajak Dunia Satu Suara

Jepang menyebut kemanan negaranya bakal terpengaruh

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan perdamaian dan stabilitas Taiwan secara langsung terkait dengan keamanan Jepang. Oleh karena itu, menurutnya, Negeri Sakura memantau dengan cermat hubungan antara Tiongkok.

"Kami juga memantau aktivitas militer China. Ketika China memperkuat militernya, keseimbangannya dengan Taiwan sangat mengarah ke pihak China," kata Kishi dalam wawancara dengan Bloomberg, Kamis (24/6/2021).

Ketegangan militer antara Taiwan dan Tiongkok telah meningkat selama setahun terakhir. Taipei mengeluhkan bahwa Tiongkok berulang kali mengirim angkatan udaranya ke zona pertahanan udara Taiwan.

Baca Juga: 3 Fakta Terkini Infiltrasi Tiongkok, Terus Membayangi Langit Taiwan!

1. Menlu Jepang minta dunia satu suara untuk mendekati Tiongkok

Pantau Ketat Situasi Tiongkok vs Taiwan, Jepang Ajak Dunia Satu SuaraKapal-kapal pengawal perusak radar Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) bersiaga di Laut China Timur untuk melakukan latihan tempur pada akhir Januari 2021. ANTARA/HO-China Military.

Dia menyebut kesenjangan antara Taiwan dan Tiongkok semakin melebar setiap tahun. Pada awal Juni, Kishi juga mengatakan kepada sub-komite keamanan dan pertahanan Parlemen Eropa bahwa Tiongkok memperluas anggaran pertahanan nasionalnya secara besar-besaran.

"Masyarakat internasional harus datang dengan satu suara untuk mendekati China," katanya saat itu.

2. Militer Tiongkok semakin agresif

Pantau Ketat Situasi Tiongkok vs Taiwan, Jepang Ajak Dunia Satu SuaraPeta yang menjelaskan jenis pesawat dan provokasi AU RRT karena telah melewati garis tengah pembatas Tiongkok-Taiwan di Selat Taiwan, pada 19 September 2020. twitter.com/MoNDefense

Angkatan Udara Tiongkok telah menggencarkan infiltrasi terhadap Taiwan. Kementerian Pertahanan Taiwan mengabarkan bahwa 28 pesawat berbagai jenis milik AU Tiongkok telah melanggar batas pertahanan udara Taiwan pada Selasa (15/6/2021), dikutip dari Reuters.

Taiwan melaporkan pesawat AU Tiongkok memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) mereka. Pesawat-pesawat itu disebut terbang mendekati Kepulauan Pratas dan melakukan beberapa manuver tajam di selatan Pulau Taiwan.

Taiwan mencatat dari 28 pesawat militer yang terpantau radar, ada 14 pesawat tempur J-11, enam pesawat tempur J-16, empat pesawat pengebom berkemampuan nuklir H-6, kemudian sisanya merupakan gabungan dari berbagai jenis pesawat berkemampuan anti-kapal selam, pengintaian, dan peperangan elektronik.

Menanggapi aktivitas militer Tiongkok tersebut, Taiwan mengerahkan pesawat tempur dan menyiagakan sistem pertahanan udaranya. Sebuah kapal perang AS pun berlayar melalui jalur perairan yang memisahkan Taiwan dari Tiongkok tersebut pekan ini, menyusul kabar agresifnya AU Tiongkok tersebut.

Baca Juga: Jepang-Taiwan Semakin Akrab, Tiongkok Justru Protes Keras

3. Taiwan dapat dukungan dari G7

Pantau Ketat Situasi Tiongkok vs Taiwan, Jepang Ajak Dunia Satu SuaraPresiden Taiwan Tsai Ing-wen dan penanganan virus corona di Taiwan (Twitter/@iingwen)

Pemerintah Taiwan mendapatkan duungan dari kelompok tujuh negara ekonomi dan demokrasi terbesar di dunia (G7) dalam menghadapi Tiongkok, yang semakin agresifi. Pertemuan pemimpin G7 di Inggris menghasilkan komunike pada Minggu (13/6/2021), yang salah satunya menggarisbawahi pentingnya perdamaian di Selat Taiwan, serta menyerukan Hong Kong untuk menjaga otonomi tingkat tingginya.

Juru bicara kantor kepresidenan Taiwan Xavier Chang mengatakan, komunike yang menekankan pentingnya perdamaian di Selat Taiwan adalah pertama kalinya sejak G7 didirikan. Chang meyakini dukungan itu tidak lepas dari kesamaan asas dan nilai antara Taiwan dan G7 seperti demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia.

"Taiwan pasti akan mematuhi perannya sebagai anggota kawasan yang bertanggung jawab dan dengan tegas akan mempertahankan sistem demokrasi serta menjaga nilai-nilai universal bersama," kata Chang, sebagaimana diwartakan Channel News Asia, Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Jelang Peringatan Tiananmen, Taiwan Desak Tiongkok Minta Maaf

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya