Comscore Tracker

Perdana Menteri Irak Selamat dari Serangan Drone yang Sasar Rumahnya

Serangan ke rumah PM Irak menyusul aksi protes atas pemilu

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi selamat dari serangan pesawat nirawak (drone) dengan bahan peledak menyasar kediamannya di Baghdad, Minggu (7/11/2021) pagi. Militer Irak menyebut serangan itu sebagai percobaan pembunuhan. 

Khadimi dilaporkan selamat tanpa terluka. Namun, enam anggota pasukan pengamanan yang berjaga di luar rumah Khadimi terluka dalam peristiwa itu, menurut sumber keamanan yang dilansir kantor berita ANTARA dari Reuters.

Baca Juga: Roket Hantam Pangkalan AS di Irak

1. Kondisi rumah Khadimi

Belum ada penjelasan lebih rinci pula dari militer Irak, selain pernyataan bahwa Khadimi dalam kondisi kesehatan baik. Akun Twitter resmi Kadhimi mengatakan perdana menteri selamat dan meminta publik untuk tenang.

Gambar yang diterbitkan oleh media Irak menunjukkan kerusakan pada bagian rumah Khadimi serta kendaraan SUV yang diparkir di garasi, tulis BBC. Sisa-sisa drone kecil bermuatan bahan peledak dikumpulkan oleh pasukan keamanan untuk diperiksa. 

Reuters juga melaporkan, Diplomat Barat di Zona Hijau yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan mereka mendengar ledakan dan tembakan di kawasan itu.

2. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab

Perdana Menteri Irak Selamat dari Serangan Drone yang Sasar RumahnyaIlustrasi roket yang diluncurkan oleh Iran yang menyasar militer AS di Irak. IRNA

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di kediaman Khadimi di Zona Hijau Baghdad. Kompleks gedung pemerintah dan kedutaan asing yang dijaga sangat ketat.

BBC melaporkan sumber-sumber keamanan menyebut ada tiga pesawat nirawak yang digunakan dalam serangan itu. Pesawat nirawak itu diduga diluncurkan dari dekat Jembatan Republik di Sungai Tigris, tetapi dua ditembak jatuh.

Baca Juga: Biden: Pasukan AS akan Tinggalkan Irak Akhir 2021

3. Serangan terjadi setelah aksi protes terhadap hasil pemilu

Perdana Menteri Irak Selamat dari Serangan Drone yang Sasar RumahnyaIlustrasi serangan roket. (Pixabay.com/Defence-Imagery)

Serangan itu terjadi menyusul serangkaian aksi protes di ibu kota Irak atas hasil pemilihan umum bulan lalu yang berujung pada kekerasan. Aksi protes yang mereka gelar pada Jumat berubah jadi kekerasan ketika para demonstran melempari polisi dengan batu dekat Zona Hijau sehingga melukai sejumlah petugas.

Pendukung kelompok milisi dukungan Iran, yang selama beberapa tahun terakhir mengembangkan kekuatan politik di parlemen dan pemerintahan Irak, memprotes hasil pemilu Oktober.

Kelompok-kelompok yang memimpin protes tentang hasil pemilu 10 Oktober adalah para milisi bersenjata dukungan Iran. Mereka kehilangan banyak suara parlemen pada pemilu itu dan telah menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan dan  penghitungan suara.

Baca Juga: 3 Fakta Terkini Intervensi AS di Irak setelah Akhiri Misi Tempur

4. Amerika Serikat kutuk serangan itu

Perdana Menteri Irak Selamat dari Serangan Drone yang Sasar RumahnyaPerdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Washington (26/7/2021). (Twitter.com/IraqiPMO)

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk serangan itu dan menawarkan bantuan penyelidikan.

"Aksi terorisme yang nyata ini, yang sangat kami kutuk, diarahkan ke jantung negara Irak. Kami berhubungan erat dengan pasukan keamanan Irak yang bertugas menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan Irak dan telah menawarkan bantuan dalam menyelidiki serangan ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan. 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya