Comscore Tracker

PBB Khawatir COP26 Tidak Berjalan Mulus dan Berujung Kegagalan

Krisis iklim adalah tiket satu arah menuju bencana akbar

Jakarta, IDN Times – Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, khawatir KTT iklim atau COP26 yang akan dihelat di Glasgow pada akhir Oktober nanti berujung kegagalan. Guterres menyebut situasi iklim saat ini sebagai tiket satu arah menuju bencana, yang berarti keadaan tidak bisa dikembalikan seperti semula.

"Saya harap kami masih tepat waktu untuk menghindari kegagalan di Glasgow, tetapi waktu semakin singkat, dan segalanya menjadi lebih sulit dan itulah mengapa saya sangat, sangat khawatir. Saya khawatir hal-hal akan salah," kata Guterres dikutip dari The Straits Times, Jumat (22/10/2021).

Sebagai informasi, COP26 akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 12 November. Selama hampir dua minggu, para pemimpin dunia akan membahas strategi dan saling berbagi komitmen untuk mengatasi perubahan iklim.

1. Komitmen dalam COP21 tidak berbuah manis

PBB Khawatir COP26 Tidak Berjalan Mulus dan Berujung KegagalanIlustrasi COP21 (Sumber Gambar: pixabay.com)

Kekhawatiran Guterres bukan tanpa alasan. Pada COP21 atau pertemuan Paris 2015, para pemimpin dunia sepakat untuk membatasi pemanasan global di bawah 2 derajat celcius, atau bahkan tidak melebihi 1,5 derajat celcius.

Tapi, PBB khawatir dengan masalah di depan mata akibat peningkatan suhu sebesar 2,7 derajat celcius.

“Inidikasi saat ini menunjukkan lajur pemanasan setidaknya 2,7 derajat celcius di atas tingkat pra-industri, dan itu jelas merupakan tiket satu arah menuju bencana,” ulas dia.

"Polusi karbon dari segelintir negara telah membuat umat manusia bertekuk lutut dan mereka memikul tanggung jawab terbesar," katanya, dalam konferensi pers yang digelar oleh Covering Climate Now.

Baca Juga: Pajak Karbon Bisa Masuk APBN untuk Tambahan Penanganan Perubahan Iklim

2. Anggota G20 harus mengambil tanggung jawab lebih

PBB Khawatir COP26 Tidak Berjalan Mulus dan Berujung Kegagalan(Para pemimpin KTT G20 termasuk Presiden Jokowi berfoto di Osaka, Jepang) www.twitter.com/@jokowi

Guterres juga menyoroti peran penting dari G20, sebagai negara yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Mereka akan bertemu di Roma dan membahas bagaimana mereka ‘mempertanggungjawabkan’ dampak dari industrialisasinya.

"Mereka tahu ekonomi mereka bertanggung jawab atas empat perlima polusi karbon planet. Jika mereka tidak bertindak, kita akan menuju penderitaan manusia yang mengerikan,” terang dia.

"China dan Amerika Serikat harus melakukan lebih dari apa yang telah mereka umumkan sejauh ini," harapnya.

3. Tiga lapisan es di gunung Afrika terancam punah

PBB Khawatir COP26 Tidak Berjalan Mulus dan Berujung KegagalanIlustrasi dampak pemanasan global (Unsplash/ Karsten Würth)

Baru-baru ini, Organisasi Metereologi Dunia (WMO) merilis laporan tentang ancaman perubahan iklim terhadap benua Afrika. Mereka memperingatkan, gletser di timur Afrika akan lenyap dalam dua dekade mendatang.

Fenomena itu akan mengancam nyawa 118 juta orang yang sangat miskin, karena terdampak kekeringan, banjir, dan panas ekstrem. Pendapatan mereka di bawah Rp26 ribu sehari.

Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa 2020 merupakan tahun terpanas ketiga di Afrika, dengan 0,86 derajat celcius di atas suhu rata-rata. Walaupun kenaikan suhu lebih lambat dari perkiraan, tetapi dampaknya tetap menghancurkan.

Ada tiga lapisan es yang terancam punah pada 2040 nanti, yaitu lapisan es di Gunung Kilimanjaro, Gunung Kenya, dan Gunung Rwenzoris Uganda.

“Penyusutan cepat dari gletser terakhir yang tersisa di Afrika Timur, yang diperkirakan akan mencair seluruhnya dalam waktu dekat, menandakan ancaman permanen pada sistem Bumi," kata Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas, dilansir dari CNA.

Baca Juga: 3 Lapisan Es di Gunung Afrika Terancam Punah pada 2040

Andi IR Photo Verified Writer Andi IR

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya