Comscore Tracker

Terjadi Lagi! Kapal Perang AS dan Kanada Berlayar di Selat Taiwan 

Pelayaran dilakukan di tengah tingginya tensi geopolitik

Jakarta, IDN Times - Di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Taiwan, kapal militer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Higgins dan HMCS Vancouver milik Angkatan Laut Canada melakukan pelayaran rutin melalui Selat Taiwan pada Selasa (20/9/2022). Hal ini dikonfirmasi juru bicara Angkatan Laut kedua negara. 

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyambut baik tindakan tersebut, dengan mengatakan operasi yang melalui Selat Taiwan merupakan demonstrasi konkret untuk menentang upaya ekspansi China. 

Meskipun AS menyebut tindakan tersebut sebagai pelayaran rutin, pelayaran kali ini dilakukan menyusul pernyataan Presiden Joe Biden pada akhir pekan lalu, yang mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membela Taiwan jika China menginvasi.

1. Pelayaran bersama Angkatan Laut AS dan Kanada yang kedua kalinya dalam setahun

Terjadi Lagi! Kapal Perang AS dan Kanada Berlayar di Selat Taiwan ilustrasi bendera Kanada (pixabay.com/ElasticComputeFarm)

Pelayaran tersebut merupakan yang kedua dalam sebulan oleh kapal Angkatan Laut AS, setelah pelayaran sebelumnya oleh kapal USS Antietam dan USS Chancellorsville bulan lalu. Dan merupakan kedua kalinya pelayaran bersama AS dan Kanada di Selat Taiwan dalam waktu kurang dari setahun sejak Oktober 2021. 

Juru bicara angkatan laut AS, Mark Langford, mengatakan bahwa pelayaran tersebut dilakukan di luar laut teritorial negara mana pun, serta menunjukkan komitmen AS dan sekutu terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. 

"Kedua kapal transit melalui koridor di selat yang berada di luar laut teritorial negara mana pun. Transit menunjukkan komitmen Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Langford, dikutip dari CNN.

Meskipun begitu, Beijing mengklaim kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi atas perairan Selat Taiwan di bawah kekuasaan China atas interpretasinya terhadap Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Namun, AS menolak klaim tersebut dan mengatakan sebagian besar selat berada di wilayah perairan internasional berdasarkan UNCLOS. 

Baca Juga: Janji Joe Biden: Pasukan AS Akan Melindungi Taiwan dari Serangan China

2. Biden janji akan bela Taiwan jika China menginvasi

Terjadi Lagi! Kapal Perang AS dan Kanada Berlayar di Selat Taiwan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden (twitter.com/thehill)

Pada akhir pekan lalu, Presiden Biden mengatakan bahwa militer AS siap membela Taiwan jika China menginvasi. Pernyataan itu menegaskan komitmen kebijakan AS terhadap Taiwan setelah sebelumnya berada dalam ambiguitas. 

Pernyataan ini dengan cepat dikecam oleh Beijing, dan memperingatkan bahwa China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan integritas serta kedaulatan teritorialnya. 

"Pernyataan AS secara serius melanggar prinsip satu-China dan ketentuan dari tiga komunike bersama AS-China. Ini juga merupakan pelanggaran serius terhadap komitmen penting yang dibuat oleh pihak AS untuk tidak mendukung kemerdekaan Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dikutip dari CNN.

3. China tetapkan siaga tingkat tinggi dan terus memonitor pergerakan kedua kapal 

Terjadi Lagi! Kapal Perang AS dan Kanada Berlayar di Selat Taiwan ilustrasi tentara (unsplash.com/Charanjeet Dhiman)

Misi pelayaran kapal Angkatan Laut AS dan Kanada ini mendapat kecaman dari China yang mengklaim kedaulatan atas Taiwan.

Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan, pasukannya terus melakukan pemantauan terhadap kapal-kapal tersebut dan menetapkan siaga tingkat tinggi, serta telah memperingatkan mereka. 

"Pasukan teater selalu berada pada siaga tinggi, dengan tegas melawan semua ancaman dan provokasi, dan dengan tegas membela kedaulatan nasional dan integritas teritorial," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters

Baca Juga: Semakin Dipojokkan Barat, Rusia Kian Mesra dengan China

Angga Kurnia Saputra Photo Verified Writer Angga Kurnia Saputra

Self-proclaimed foreign policy enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya