Comscore Tracker

Komunitas Kashmiri Pandit Unjuk Rasa Kecam Pembunuhan Anggotanya

Komunitas Kashmiri Pandit merasa tidak aman di wilayahnya

Jakarta, IDN Times - Para anggota komunitas Kashmiri Pandit di Jammu dan Kashmir dikabarkan melakukan demonstrasi pada Jumat (13/05/2022) untuk memprotes pembunuhan Rahul Bhat, seorang anggota mereka. Sebelumnya, Rahul telah ditembak mati oleh teroris di distrik Budgam wilayah Union pada Kamis (12/05/2022).

Saat kejadian, terdapat dua teroris telah memasuki kantor pemerintah yang ramai dan menembak mati Rahul.  Para demonstran mengecam pembunuhan tersebut dan menuntut agar pemerintah setempat memberikan keamanan bagi komunitasnya. 

1. Para demonstran tuntut keamanan bagi komunitasnya

Salah satu tuntutan para demonstran adalah mendorong pemerintah setempat agar memberikan pelindungan keamanan bagi komunitas mereka. “Pemerintahan Letnan Gubernur harus memberi kami keamanan, jika tidak, kami akan mengajukan pengunduran diri massal dari pos masing-masing,” Amit, seorang pemrotes di Sheikhpora, dilansir The Hindustan Times

Ada juga tuntutan agar para komunitas Kashmiri Pandit  dapat direlokasi ke tempat yang aman. “Kami meminta pemerintah untuk merelokasi kami ke tempat-tempat di mana kami merasa telah direhabilitasi,” kata Sandeep Bhat, seorang anggota Asosiasi Karyawan Kashmiri Pandit, di Anantnag.

Para demonstran juga menuntut agar kasus pembunuhan terhadap Rahul dapat diproses seadil-adilnya. Demo juga diwarnai dengan slogan-slogan menentang Letnan Gubernur Manoj Sinha, Budgam DC, dan pejabat lainnya.

2. Seorang polisi Kashmir juga dikabarkan telah dibunuh oleh kelompok teroris

Seorang polisi Jammu dan Kashmir ditembak mati oleh tersangka militan di kediamannya di Gudroo, Pulwama pada Jumat (13/05/2022) pagi. Ini merupakan pembunuhan kedua di kawasan Valley dalam 24 jam terakhir sebelum kejadian.

Polisi yang dibunuh itu diketahui bernama Reyaz Ahmad Thoker. Sebelum dinyatakan meninggal, Reyaz sempat dilarikan ke rumah sakit setempat di mana dia meninggal karena luka-lukanya, kata Inspektur Jenderal Polisi (Zona Kashmir) Vijay Kumar, dilansir dilansir The Indian Express.

Presiden Partai Rakyat Demokrat Jammu & Kashmir, Mehbooba Mufti, menyatakan rasa duka mendalam atas peristiwa yang telah terjadi di wilayahnya. "Ingin mengunjungi Budgam untuk mengungkapkan solidaritas saya dengan Pandit Kashmir yang memprotes kegagalan Pemerintah India untuk melindungi mereka," kata Mufti melalui akun Twitter miliknya.

"Sedang dimasukkan ke dalam tahanan rumah karena fakta bahwa muslim & pandit Kashmir berempati dengan rasa sakit satu sama lainyang tidak sesuai dengan perlakuan komunal mereka yang kejam," tambah Mufti. 

Baca Juga: Serangan Teror Terjadi di Kashmir, 2 Guru Tewas

3. Situasi keamanan bagi masyarakat Kashmiri Pandit belum sepenuhnya aman

Pemerintah India dianggap gagal dalam menangani tuduhan serius pelanggaran hak asasi manusia dan kebijakan represif baru-baru ini sehingga telah meningkatkan rasa tidak aman bagi warga Kashmir.

Dalam insiden terpisah di Kashmir pada Oktober 2021, orang-orang bersenjata tak dikenal menembak dan membunuh tujuh orang di Kashmir, empat di antaranya dari komunitas minoritas Hindu dan Sikh. Setidaknya 26 orang, termasuk pegawai pemerintahan tewas di Kashmir pada 2021 dalam serangan yang ditargetkan, menurut laporan polisi setempat.

Pasukan keamanan India memiliki sejarah panjang melakukan pembunuhan di luar proses hukum terhadap orang-orang yang diduga sebagai militan dalam operasi melawan pemberontakan di wilayah Jammu dan Kashmir. 

Sebuah kelompok yang kurang dikenal, yang menyebut dirinya 'Harimau Kashmir,' telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Kamis, (12/05/2022). Belum diketahui secara pasti motif dari pembunuhan tersebut. 

Anoraga Ilafi Photo Verified Writer Anoraga Ilafi

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya