Comscore Tracker

Kembali Dijuluki 'Rocket Man' oleh Donald Trump, Kim Jong-un Marah

Trump berkomentar karena Kim suka meluncurkan roket

Pyongyang, IDN Times - Perseteruan antara Amerika Serikat dan Korea Utara masuk ke babak baru setelah Donald Trump kembali menjuluki Kim Jong-un sebagai seorang "Rocket Man". Komentar soal Kim itu disampaikan si Presiden Amerika Serikat di sela-sela KTT NATO di London, Inggris, pada Selasa (3/12).

Pejabat tinggi di Pyongyang pun mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Korea Utara "merasa tidak suka" dengan itu. Julukan tersebut pernah digunakan Trump untuk menyerang Kim pada 2017 ketika hubungan kedua negara sedang sangat panas.

1. Korea Utara mengingatkan Trump agar berhati-hati dalam beretorika

Kembali Dijuluki 'Rocket Man' oleh Donald Trump, Kim Jong-un MarahPemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengendarai kuda saat mengunjungi lokasi pertempuran di area Gunung Paektu, Ryanggang, Korea Utara, dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA), pada 4 Desember 2019. ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Korea Utara, Pak Jong-chon, mengatakan kepada kantor berita KCNA bahwa Trump sebaiknya tidak sembrono dalam memberikan komentar. Pak melihat retorika negatif, apalagi jika menggunakan unsur kekuatan militer terhadap Korea Utara, akan berdampak buruk.

Ia pun mengatakan bahwa Kim menilai apa yang dilontarkan Trump sebagai "pernyataan yang tidak diharapkan" keluar dari mulutnya mengingat Amerika Serikat punya kepentingan dalam rencana denuklirisasi Semenanjung Korea. Kim sendiri menetapkan akhir tahun ini sebagai tenggat waktu dialog dengan Trump.

2. Trump tidak memberikan kepastian tentang adanya negosiasi nuklir dengan Kim

Kembali Dijuluki 'Rocket Man' oleh Donald Trump, Kim Jong-un MarahPresiden Amerika Serikat Donald Trump, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Pelaksana Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney menghadiri Sesi Pleno North Atlantic Treaty Organization (NATO) dalam KTT NATO di Watford, Inggris, pada 4 Desember 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque

Dikutip dari Reuters, Trump mengaku masih percaya pada niat baik Kim terkait denuklirisasi. Namun, dia mencatat bahwa Kim "suka meluncurkan roket" seperti yang dilakukan pada minggu lalu. "Oleh karena itu, saya memanggilnya Rocket Man," kata Trump

Julukan ini pertama kali digunakan Trump dalam sebuah cuitan untuk mencemooh Kim pada 2017 lalu. Saat itu, Trump bahkan berjanji akan "menghancurkan Korea Utara" jika Kim terus melakukan uji coba rudal. Sebelumnya, Rocket Man sendiri lebih terkenal sebagai judul lagu penyanyi legendaris asal Inggris, Elton John. 

Trump melanjutkan dengan menyinggung tentang kekuatan militer Amerika Serikat. "Kami punya angkatan bersenjata paling kuat yang pernah kami miliki dan sejauh ini kami adalah negara terkuat di dunia. Dan, semoga, kami tak perlu menggunakannya. Tapi kalau memang harus, kami akan melakukannya," tambahnya, seperti dilaporkan AFP.

3. Korea Utara mengancam Amerika Serikat

Kembali Dijuluki 'Rocket Man' oleh Donald Trump, Kim Jong-un MarahPemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi lokasi pertempuran di area Gunung Paektu, Ryanggang, Korea Utara, dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA), pada 4 Desember 2019. ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Ri Thae Song mulai angkat bicara tentang tenggat waktu dialog nuklir antara Korea Utara dan Amerika Serikat yang jatuh pada akhir tahun ini. Kepada kantor berita KCNA, Ri melontarkan komentar yang lebih mirip seperti ancaman kepada Washington.

Ri menilai apa yang dilakukan Amerika Serikat adalah untuk memerangkap Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) dalam fase dialog demi keuntungan Trump menjelang Pilpres pada 2020.

"Dialog yang coba dijual Amerika Serikat, secara esensi, hanyalah trik bodoh yang dilahirkan untuk memaksa DPRK melakukan dialog dan menggunakannya demi situasi politik serta Pemilu di Amerika Serikat," kata Ri.

"Yang tersisa untuk dilakukan sekarang adalah pilihan Amerika Serikat dan ini sepenuhnya terserah Amerika Serikat untuk memilih hadiah Natal apa yang ingin diterima," kata Ri, mengisyaratkan bahwa Pyongyang akan merespons sikap Washington jika gagal menunjukkan perkembangan.

Baca Juga: Mengintip Kehidupan Mewah Barron Trump, Anak Bungsu Presiden Amerika Donald Trump

Bianca Nazanin Photo Community Writer Bianca Nazanin

is capitalism any good?

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You