Comscore Tracker

Warga Beijing Wajib Karantina Diri Sendiri atau Terima Hukuman

Karantina terjadi selama 14 hari sesuai masa inkubasi virus

Beijing, IDN Times - Pemerintah Beijing memerintahkan semua warga yang baru kembali dari liburan atau perjalanan luar kota untuk mengarantina diri sendiri selama 14 hari. Jika menolak melakukannya, maka pemerintah akan menjatuhkan hukuman. Begitu bunyi pemberitaan koran pemerintah Beijing Daily pada Jumat (14/2).

Peraturan tersebut diberlakukan untuk meminimalisir penyebaran virus corona baru atau yang disebut dengan COVID-19. Hingga Sabtu (15/2), ada lebih dari 1.500 warga Tiongkok daratan yang meninggal akibat terinfeksi virus itu, sedangkan secara nasional ada lebih dari 66.000 kasus.

1. Libur Tahun Baru diperpanjang

Warga Beijing Wajib Karantina Diri Sendiri atau Terima HukumanSeorang pembeli memilih sayuran di sebuah supermarket di Wuhan, pusat dari wabah virus corona, provinsi Hubei, Tiongkok, pada 14 Februari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer

Tahun Baru jatuh pada Sabtu (25/1), tapi karena hari itu adalah momen paling dinanti oleh warga Tiongkok, persiapan dimulai jauh sebelumnya. Ketika wabah virus corona mulai meningkat pesat, banyak dari 20-an juta penduduk Beijing yang sudah berlibur ke tempat lain dan baru mulai kembali dalam beberapa hari terakhir.

Ini karena pemerintah memperpanjang masa liburan untuk menekan transmisi virus. Pada minggu lalu, sejumlah kantor mulai buka. Artinya, para migran pun kembali ke Beijing untuk bekerja. Dikutip BBC, kewajiban untuk mengarantina diri sendiri dikeluarkan pemerintah setelah Mesir mengumumkan adanya kasus corona virus pertama di Afrika.

2. Masih belum jelas bagaimana aturan itu akan berjalan

Warga Beijing Wajib Karantina Diri Sendiri atau Terima HukumanSeorang pegawai menyortir sayuran di sebuah supermarket di Wuhan, pusat wabah virus corona, di provinsi Hubei, Tiongkok, pada 14 Februari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer

Menurut pemerintah, warga Beijing bisa mengarantina diri di dalam rumah masing-masing atau pergi ke fasilitas karantina yang sudah ditentukan. Jika tidak, ada hukuman yang dijanjikan, meski tidak diketahui apakah hukuman yang dimaksud.

Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana otoritas Beijing mengetahui siapa yang menurut dan menolak. Apalagi tidak jelas juga apakah aturan ini hanya berlaku bagi warga negara Tiongkok atau penduduk asing juga wajib mengikutinya.

Sementara itu, dilaporkan The Guardian, badan kesehatan dunia (WHO) memulai investigasi wabah virus corona pada minggu ini. Salah satu fokusnya adalah bagaimana virus menyebar dan seburuk apa dampaknya. Tim WHO sendiri terdiri dari 12 pakar internasional dan 12 ahli dari Tiongkok.

3. Lebih dari 1.700 petugas kesehatan terinfeksi virus corona

Warga Beijing Wajib Karantina Diri Sendiri atau Terima HukumanSeorang pekerja menggunakan masker saat membersihkan lapangan di tengah hujan salju, saat mewabahnya virus corona di negara tersebut, pada Hari Valentine di wilayah perbelanjaan Sanlitun di Beijing, Tiongkok, pada 14 Februari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir sejak Jumat, ada 2.641 kasus baru di penjuru negeri. Dalam kurun waktu yang sama, ada 143 orang yang meninggal. Informasi yang tak kalah mengejutkan adalah banyaknya pekerja medis yang terinfeksi ketika mereka berjuang di garis terdepan.

Dikutip CNN, otoritas Tiongkok mengungkap bahwa hingga kini ada 1.716 staf medis yang memiliki virus corona di dalam badan mereka. Sebanyak 87,5 persen berasal dari Provinsi Hubei di mana Wuhan, pusat virus corona, berlokasi. Sedangkan sebanyak enam pekerja kesehatan meninggal dunia.

Warga Beijing Wajib Karantina Diri Sendiri atau Terima Hukuman(IDN Times/Arief Rahmat)

Baca Juga: [UPDATE] Virus Corona Sudah Renggut 1.500 Lebih Nyawa Per Hari Ini!

Bianca Nazanin Photo Verified Writer Bianca Nazanin

is capitalism any good?

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya