Armenia Ingin Adakan Referendum Aksesi Uni Eropa

Sebut Uni Eropa memberi banyak manfaat bagi negara kecil

Jakarta, IDN Times - Kepala Komite Integrasi Eropa di Parlemen Armenia Arman Yeghoyan, pada Jumat (21/6/2024), mengutarakan terkait kemungkinan negaranya mendaftar sebagai anggota Uni Eropa (UE). Ia pun menyuarakan potensi pengadaan referendum aksesi UE. 

"Mayoritas dari anggota parlemen masih terus menggodok soal pendaftaran aplikasi keanggotaan UE atau tidak. Pemerintah akan mengumumkan kesempatan setelah tercapainya sebuah konklusi," terang Yeghoyan, dikutip RFE/RL

Belakangan ini, Armenia terus mendekatkan diri dengan negara-negara Barat dan menunjukkan keinginannya bergabung dengan UE. Yerevan pun terus mengkritisi Rusia dan CSTO yang dipandang tidak membela negaranya melawan agresi Azerbaijan. 

1. Klaim keanggotaan UE sangat bermanfaat bagi negara kecil

Yeghoyan mengatakan, tidak perlu diragukan lagi mengenai keuntungan yang akan didapat setelah menjadi anggota UE. Ia menekankan bahwa keanggotaan UE sangat bermanfaat bagi negara-negara kecil.

"Jawaban dari pertanyaan ini sangatlah sederhana. Keanggotaan UE penting bagi negara-negara kecil karena mereka berkontribusi relatif kecil kepada struktur organisasi dan malah menerima relatif banyak manfaat," terangnya, dikutip Jam News

"Pengalaman ini menunjukkan bahwa negara-negara kecil telah mendapatkan pertumbuhan cepat dan substansial setelah bergabung dengan UE," sambungnya. 

Ia pun mengingatkan bahwa proses aksesi UE adalah proses yang panjang dan tidak sederhana. Maka dari itu, Parlemen Armenia harus mencapai proposal substantif dibanding pidato propaganda. 

Baca Juga: Armenia Terima Bantuan UE untuk Atasi Pengungsi Nagorno-Karabakh

2. Minta referendum keanggotaan UE diadakan pada 21 September

Kepala Partai Republik, Aram Sargsyan, berharap pemerintah mengorganisir referendum pada 21 September 2024. Tanggal tersebut bersamaan dengan proses referendum kemerdekaan pada 1991. 

"Masalah ini bukan hanya mengenai simbolisme, tapi simbolisme ini juga sangat penting. Ini akan sangat signifikan sekali kami akan berkembang menjadi sebuah pulau demokrasi di kawasan Kaukasus Selatan," tuturnya. 

Ia pun menekankan bahwa referendum dan persetujuan keanggotaan UE akan menyediakan tambahan tameng keamanan bagi Armenia. 

"Dalam UE, persepsi dan bantuan ke Armenia akan berubah. Saya tidak ragu bahwa rakyat Armenia akan menerima kompensasi yang layak mengenai persenjataan, keamanan, serta pembangunan ekonomi dan investasi," sambungnya.

3. AS desak percepatan negosiasi perdamaian Armenia-Azerbaijan

Pada Kamis (20/6/2024), Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengadakan dialog dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev melalui sambungan telepon mengenai negosiasi perdamaian dengan Armenia. 

"Proses perdamaian Armenia-Azerbaijan mengarah pada perdamaian dan menitikberatkan pada signifikansi kesepakatan tanpa perlu adanya penundaan. AS akan terus mendukung keterlibatan semua pihak," ucapnya, dilansir RFE/RL.

Sementara, Aliyev menyatakan bahwa bagi Azerbaijan perjanjian perdamaian ini bergantung pada Armenia yang bersedia mengubah konstitusinya atau tidak. Pasalnya, dalam konstitusi tersebut terdapat klaim di teritori Azerbaijan. 

Baca Juga: RI Sambut Baik Pengakuan Armenia atas Palestina

Brahm Photo Verified Writer Brahm

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya