Comscore Tracker

Buronan 196 Negara Tertangkap karena Unggahan Foto Pacarnya di FB

El Pitt ditugaskan untuk bernegosiasi dengan FARC

Jakarta, IDN Times - Seorang anggota Kartel Sinaloa asal Meksiko, Brian Donaciano Olguin Berdugo, berhasil ditangkap di Cali, Kolombia pada Jumat (8/4/2022). Lelaki bernama lain El Pitt diduga sebagai perwakilan Kartel Sinaloa untuk bernegosiasi dengan kartel narkoba dari Kolombia. 

Selama ini, kartel narkoba asal Meksiko sudah bekerja sama dengan organisasi kriminal di Kolombia untuk mendapatkan suplai kokain. Obat-obatan terlarang itu diselendupkan dari pelabuhan di Kolombia atau Ekuador ke Amerika Serikat (AS) melalui Meksiko atau Amerika Tengah. 

1. El Pitt ditangkap setelah pacarnya mengunggah foto mereka di Facebook

El Pitt ditangkap oleh aparat kepolisian Kolombia di kawasan permukiman elite Ciudad Jardin di bagian selatan Cali. Pihak kepolisian menyebut operasi penangkapan ini dilangsungkan berkat kerja sama dengan DEA (Drug Enforcement Administration).

Olguin diketahui sudah tiba di Kolombia lewat Bogota sejak 18 Februari dan melangsungkan perjalan dengan beberapa orang bersenjata. Ia disebut menuju wilayah selatan ke Departemen Cauca, Valle del Cauca, dan Nariño yang terkenal akan area pertanian koka ilegal.

Setelah melakoni perjalanan, Olguin menetap sementara di Cali untuk bertemu dengan kekasihnya yang diketahui sebagai model asal Kolombia. Keduanya diketahui sempat berwisata di Gunung Los Cristales, yang diketahui dari foto unggahan pacarnya di akun Facebook-nya. 

Melalui foto-foto mesra yang dipublikasikan di media sosial, Kepolisian Kolombia dan DEA langsung melacak keberadaan Olguin di Kolombia. Setelah dua minggu melakukan penyelidikan, polisi menggelar operasi penangkapan, dilansir dari Vice News

Baca Juga: Kabur Puluhan Tahun, Pembunuh Asal Kolombia Ditangkap di AS

2. El Pitt sudah menjadi buronan Pemerintah AS

Olguin dikenal sebagai warga Meksiko yang menjadi buronan dari Kejaksaan Distrik Selatan California, lantaran dituding melakukan aksi penyelundupan narkoba ke AS. Ia bahkan sudah dimasukkan dalam daftar peringatan merah oleh Interpol di 196 negara di seluruh dunia. 

Dikutip Daily Mail, gembong narkoba itu sempat menawarkan uang sebesar 256 ribu dolar AS (Rp3,8 miliar) untuk menyuap aparat kepolisian agar bersedia membebaskannya. Namun, aparat keamanan setempat menolak tawaran suap tersebut. 

Kemudian, El Pitt langsung diamankan ke dalam penjara dengan tingkat keamanan maksimum di Kolombia. Selain itu, pria 39 tahun itu akan menghadap ke pengadilan untuk memutuskan kelanjutan proses ekstradisinya. 

Ketika diwawancara oleh media lokal, El Pitt juga sempat berkata, "jika saya berada di Meksiko. Aparat keamanan akan membebaskan saya beberapa saat setelah saya ditangkap."

3. Terdapat sejumlah perwakilan kartel narkoba Meksiko di Kolombia

Buronan 196 Negara Tertangkap karena Unggahan Foto Pacarnya di FBBendera Kolombia di Cartagena. (instagram.com/houstoncultures)

Kunjungan Olguin ke Kolombia ini disebut atas perintah pemimpin Kartel Sinaloa saat ini, yakni Ismael 'El Mayo' Zambada. Ia ditugaskan untuk menemui kelompok gerilya pembelot FARC untuk melakukan negosiasi dan mengetes kualitas kokain yang diproduksi di wilayah selatan Kolombia. 

Dilaporkan Insight Crime, utusan kartel narkoba Meksiko di Kolombia sudah ada sejak lama untuk mengadakan perjanjian bisnis, dan mengawal pengiriman narkoba dari produsennya di Kolombia. Menurut intelijen kepolisian, utusan kartel Meksiko diketahui sudah ada di 11 dari 32 departemen di Kolombia, termasuk di perbatasan Venezuela. 

Namun, perjanjian pengadaan narkoba antara FARC dan kartel Meksiko saat ini tidak hanya dengan imbalan uang semata. Melainkan juga perjanjian pengadaan senjata api dari kartel Meksiko, yang memiliki kemudahan untuk mendapatkan suplai senjata dari AS. 

Penyelundupan senjata api dari kartel narkoba ke organisasi kriminal, meliputi FARC, ELN, dan Clan del Golfo telah berdampak pada kasus kekerasan di Kolombia. Semakin tingginya pasokan senjata ke Kolombia, akan beresiko terhadap aparat keamanan sejak perjanjian perdamaian antara Pemerintah Kolombia dan FARC pada 2016.  

Pasalnya, pada tahun lalu, tercatat ada 148 personel militer dan aparat kepolisian yang tewas di Kolombia. Angka ini menunjukkan peningkatan 57 persen dibanding tahun 2020 dan jadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir, dilansir Reuters.  

Baca Juga: Pos Polisi di Bogota, Kolombia Diserang Bom

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya