Comscore Tracker

Cari Adik Ipar Castillo, Polisi Geledah Istana Kepresidenan Peru

Mendapat kecaman dari Presiden Castillo

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Peru telah mengadakan operasi pencarian di Istana Kepresidenan Lima pada Selasa (9/8/2022). Keputusan ini setelah ditetapkannya perintah penangkapan pada adik ipar Presiden Pedro Castillo, Yenifer Paredes (26) yang diduga terlibat dalam tindak korupsi dan pencucian uang.  

Pada bulan lalu, Kejaksaan Agung sudah membuka kembali investigasi kepada Castillo yang diduga terlibat dalam kasus korupsi. Presiden di Peru memiliki imunitas dan tidak dapat dijerat hukum selama masa kepemimpinannya, tetapi presiden diinvestigasi terkait skandal yang menyelimutinya. 

Baca Juga: Pengemudi Truk dan Petani di Peru Mogok Kerja Tolak Kenaikan Harga BBM

1. Operasi di Istana dilakukan untuk mencari keberadaan Paredes

Keputusan penggeledahan di Istana Kepresidenan dan area permukiman pemerintahan ini diperintahkan oleh Kantor Kejaksaan. Namun, operasi penggeledahan dan pencarian yang dilakukan polisi di permukiman milik pemerintahan ini baru pertama kali terjadi di Peru.  

Operasi tersebut dimaksudkan untuk mencari Paredes yang diduga bersembunyi di Istana Kepresidenan dan permukiman milik pemerintah lainnya. Pasalnya, Paredes disebut-sebut menetap di area perumahan pemerintah sejak Castillo menjabat sebagai presiden. 

Sayangnya, pencarian yang memakan waktu hingga empat jam itu tidak membuahkan hasil dan perempuan 26 tahun itu belum ditemukan. Sampai saat ini, belum ada yang tahu di mana adik ipar Presiden Castillo berada, dilaporkan Deutsche Welle.

Di samping Istana Kepresidenan, beberapa operasi pencarian dilakukan di beberapa lokasi di ibu kota Lima. Seorang wali kota dan dua pebisnis sudah ditangkap lantaran diduga terlibat dalam skandal korupsi yang menjerat Paredes. 

Baca Juga: Kontroversial, PM Peru Sebut Hitler Sebagai Tokoh Panutan

2. Presiden Castillo sebut operasi pencarian tersebut ilegal

Cari Adik Ipar Castillo, Polisi Geledah Istana Kepresidenan PeruPresiden Peru, Pedro Castillo dan Perdana Menteri Peru, Guido Bellido. (twitter.com/Bravo19703)

Menanggapi operasi pencarian di Istana Kepresidenan pada Selasa, Castillo mengungkapkan bahwa aksi itu adalah aksi ilegal. Presiden sayap kiri itu juga menyebut ini adalah upaya untuk melengserkannya dari jabatannya saat ini. 

"Hari ini, Kantor Kepresidenan dan Istana Kepresidenan dilanggar sekali lagi dengan aksi serangan ilegal oleh hakim. Hal ini merupakan permintaan yang dibuat untuk mendiskualifikasi saya dalam jabatan yang diamanatkan selama lima tahun pemerintahan resmi," papar Castillo, dilansir Macau Business

Pada Selasa, parlemen juga merekomendasikan diskualifikasi dan persekusi terhadap Castillo terkait rencananya dalam proposal untuk memperbolehkan akses laut Bolivia melalui Peru. Namun, tudingan tersebut ditolak oleh pemimpin 52 tahun tersebut. 

Presiden Castillo sudah satu lebih menjabat sebagai pemimpin di negara Amerika Selatan tersebut. Namun, popularitasnya di masyarakat terus menurun dan bahkan ia sudah mendapatkan dua kali pemakzulan di Kongres. 

Baca Juga: Presiden Peru Berlakukan Jam Malam di Tengah Demonstrasi

3. Paredes akhirnya menyerah diri ke Kejaksaan Agung

Setelah dicari dalam beberapa hari, Yenifer Paredes akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Agung Peru pada Rabu (10/8/2022). Kabar penyerahan diri ini diungkapkan langsung oleh kuasa hukumnya. 

"Klien saya sudah menyerahkan diri kepada Kantor Kejaksaan Agung secara tiba-tiba," tutur Jose Dionicio Quesnay. 

Awalnya, Paredes yang dibesarkan oleh saudara angkatnya, Liliana dan Castillo diduga tinggal di dengan mereka di dalam Istana Kepresidenan. Perempuan 26 tahun itu menjadi orang keempat yang punya hubungan dengan Kantor Kepresidenan yang diinvestigasi terkait kasus korupsi, dilaporkan dari La Prensa Latina.

Setelah itu, hakim akan mengotorisasi Kantor Kejaksaan untuk menahan Yenifer selama sepuluh hari selama investigasi dilangsungkan. Pasalnya, ia dengan sengaja memberikan kontrak pekerjaan umum dengan pihak tertentu di Cajamarca. 

Menteri Hukum Felix Chero mengatakan dalam konferensi pers bahwa penyerahan diri perempuan muda itu membungkam ungkapan media bahwa ia telah bersembunyi di dalam Istana Kepresidenan. 

"Ini membuktikan bahwa presiden tidak menutup-nutupi siapapun. Saya mengapresiasi keberaniannya untuk menghadapi tudingan ini," papar Chero. 

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya