Comscore Tracker

Hungaria Serahkan Bantuan Senilai Rp546 Miliar ke Bosnia Serbia

Hungaria punya hubungan khusus dengan Republika Srpska

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, pada Jumat (1/7/2022) mengunjungi Banja Luka untuk bertemu dengan Pemerintah Republika Srpska. Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan dan bantuan kepada pemerintah etnis Serbia di Bosnia-Herzegovina. 

Pada Desember 2021, Presiden Milorad Dodik sudah berkunjung ke Budapest untuk bertemu dengan PM Viktor Orban. Setelah mengadakan perbincangan, Orban setuju untuk mendukung penuh entitas Bosnia Serbia dan menolak pemberian sanksi Uni Eropa kepada Dodik.

Tak berhenti di situ saja, pemimpin sayap kanan itu juga berjanji untuk memberikan bantuan sebesar 100 juta euro (Rp1,5 triliun) kepada Republika Srpska. Kebijakan Tanggung Jawab Bertetangga Hungaria itu diterapkan untuk menjamin kestabilan di kawasan Balkan Barat. 

1. Memberikan bantuan pertama Hungaria ke Republika Srpska

Setibanya di Banja Luka, Menteri Luar Negeri Péter Szijjártó bertemu langsung dengan pejabat Republika Srpska. Ia juga bertemu dengan Presiden Dodik dalam rangka pemberian bantuan pertama dari Hungaria.

"Tiga puluh lima juta euro (Rp546 miliar) akan dialokasikan untuk membantu pendanaan perusahaan kecil dan menengah. Perusahaan tersebut akan menerima maksimum 25 ribu euro untuk pembangunan atau pembelian perlengkapan yang diproduksi di Hungaria. Ini juga akan membangun perekonomian Republika Srpska dalam Bosnia-Herzegovina dan perusahaan Hungaria," ungkap Szijjártó, dilansir Balkan Insight.  

Tak ketinggalan, Péter Szijjártó juga menambahkan lebih dari 1.400 perusahaan di Bosnia akan menerima bantuan dalam tiga periode pembayaran. Pembayaran kedua nantinya juga sekitar Rp546 miliar yang dibayarkan pada tahun depan. 

Baca Juga: 5 Fakta Pertempuran Mohacs, Jatuhnya Hungaria ke Turki Utsmani

2. Szijjártó sayangkan Bosnia-Herzegovina tidak masuk dalam kandidat anggota UES

Hungaria Serahkan Bantuan Senilai Rp546 Miliar ke Bosnia SerbiaPresiden Bosnia Serbia, Milorad Dodik ketika bertemu dengan Menlu Hungaria, Peter Szijjarto. (facebook.com/szijjarto.peter.official)

Szijjarto menambahkan, sekarang terdapat 134 tentara Hungaria yang ditempatkan di Bosnia-Herzegovina untuk misi perdamaian. Ia juga menegaskan bahwa dunia saat ini penuh dengan tantangan dan Eropa juga mengalami masalah yang lebih berat. 

"Terdapat perang di Eropa dan masalah ekonomi beserta energi tengah meningkat. Maka dari itu, politisi Eropa agar bersedia melakukan apapun untuk meningkatkan keamanan dan kestabilan di benua kita. Ini berarti meningkatkan integrasi Eropa bagi negara-negara Balkan Barat," ungkap Szijjarto, dikutip dari Sarajevo Times

"Hungaria percaya bahwa memalukan bagi Brussels yang memperlambat proses integrasi negara Balkan ke Uni Eropa. Keputusan untuk tidak menjamin kandidasi kepada Bosnia-Herzegovina adalah hal yang salah," tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, Dodik mengucapkan terima kasih kepada Menlu Szijjarto atas kunjungannya. Ia juga menginginkan kerja sama ekonomi antara kedua pihak semakin meningkat. 

3. Milorad Dodik dikenal sebagai sekutu terdekat Viktor Orban

Hungaria Serahkan Bantuan Senilai Rp546 Miliar ke Bosnia SerbiaPresiden Bosnia Serbia, Milorad Dodik saat berjabat tangan dengan PM Hungaria, Viktor Orban. (twitter.com/otmarianna)

Hungaria dikenal sebagai sekutu terdekat Republika Srpska di bawah pimpinan Milorad Dodik. Bahkan, PM Viktor Orban sudah menolak sanksi yang akan dijatuhkan Jerman kepada Dodik pada Desember lalu, akibat upayanya untuk melepaskan diri dari Bosnia-Herzegovina. 

Orban menganggap Serbia dan Bosnia Serbia sebagai kunci kestabilan di kawasan Balkan Barat. Sehingga, pemimpin berusia 59 tahun itu menganjurkan agar pemerintah Jerman bersedia mengintegrasikan Bosnia-Herzegovina dalam Uni Eropa, daripada memberikan sanksi kepada Dodik, dikutip Balkan Insight

Di sisi lain, Dodik pada Jumat memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonan dalam pilpres Oktober mendatang. Namun, kandidat presiden akan digantikan oleh rekannya, Željka Cvijanović yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republika Srpska.

Dodik dan Cvijanović sudah dikenai sanksi oleh Inggris atas tudingan merusak kestabilan di Bosnia-Herzegovina dan bersekongkol dengan Rusia. 

Baca Juga: Hungaria Umumkan Status Darurat akibat Perang Rusia di Ukraina

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya