Comscore Tracker

Kasus COVID-19 Naik, Uruguay Lakukan Pembatasan Sosial

Diberlakukan menjelang liburan Paskah

Montevideo, IDN Times - Pemerintah Uruguay akan memberlakukan pembatasan baru terkait lonjakan kasus COVID-19 di negaranya. Kebijakan ini diterapkan untuk membatasi pergerakan warga termasuk di antaranya menutup sekolah dan pusat pendidikan yang hingga kini masih buka. 

Adanya lonjakan kasus COVID-19 di Uruguay di tengarai masuknya varian COVID-19 asal Brasil yang dinamai P1. Akibat merebaknya varian tersebut kasus harian di Uruguay mencatatkan rekor tertinggi. 

1. Diberlakukannya kebijakan pembatasan baru di Uruguay

Pada Rabu (24/03/2021) malam, Presiden Uruguay Luis Lacalle Pou mengumumkan pemberlakuan kebijakan pembatasan baru di negaranya. Hal ini terkait dengan melonjaknya kasus harian COVID-19 baru di Uruguay sejak beberapa hari ini akibat masuknya varian baru COVID-19 asal Brasil, P1. 

Presiden Lacalle Pou juga mengatakan jika ini berguna untuk mengurangi mobilitas penduduk dan berkata, "Ini adalah aksi dari pemerintah tapi tindakan ini harus dibarengi dengan kelakuan masing-masing individu. Tetaplah berada di rumah dengan keluarga anda. Itulah yang luput dari perhatian pemerintah, di mana kebebasan ditangani oleh tanggung jawab dan solidaritas."

Nantinya pembatasan ini akan berlaku selama dua minggu lamanya mulai Senin depan hingga tanggal 12 April 2021. Pemberlakukan ini menanggapi akan adany liburan Paskah minggu depan yang disebut dapat meningkatkan kasus penularan COVID-19, dilansir dari Infobae

2. Menutup sekolah dan fasilitas umum lainnya

Kasus COVID-19 Naik, Uruguay Lakukan Pembatasan SosialSuasana sekolah di Uruguay saat pandemi COVID-19. twitter.com/compresidencia/

Baca Juga: Mantan Presiden Meninggal, Warga Uruguay Berkabung Nasional

Kebijakan pembatasan baru ini akan berdampak pada ditutupnya sejumlah sekolah dan pusat pendidikan lainnya. Fasilitas umum lainnya, seperti klub malam, tempat gym dan toko diharuskan tutup, tapi restoran dan bar masih diperbolehkan untuk buka asalkan tetap menjaga kapasitas maksimum dan harus tutup pada tengah malam. 

Selain itu, sejumlah acara yang melibatkan pengumpulan massa seperti pesta, acara olahraga amatir, serta acara-acara publik tidak boleh diadakan dalam masa pembatasan. Maka hanya sejumlah badan milik negara dengan layanan penting yang diperbolehkan untuk buka, dikutip dari Mercopress

Pemerintah Uruguay juga berencana untuk membatasi sirkulasi warga asal luar negeri seperti Argentina dan Brasil. Namun dilaporkan dari La Nacion, jumlah penumpang kapal yang menghubungkan Argentina dan Uruguay diketahui justru meningkat belakangan ini. 

3. Kasus harian COVID-19 catatkan rekor tertinggi

Mengutip dari Infobae, pengumuman ini diberikan setelah otoritas kesehatan menyebut terdapat 1801 kasus baru COVID-19 di Uruguay. Bahkan pada hari Senin (22/03/2021) tercatat rekor tertinggi sebanyak 2682 kasus hanya dalam kurun waktu 24 jam. Akibatnya sebanyak 14.826 orang tercatat sebagai pasien aktif dan 202 di antaranya dirawat di ICU. 

Hingga kini total kasus penularan COVID-19 di Uruguay berjumlah 87.812 kasus dengan jumlah kematian yang mencapai 843 jiwa. 

Baca Juga: Melegalkan Ganja dan Dapat Laptop Gratis, Ini 7 Fakta Unik Uruguay

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya