Latvia Umumkan Situasi Darurat Terkait Migran dari Belarusia

Migran Timur Tengah ke Latvia terus meningkat

Riga, IDN Times - Pemerintah Latvia pada Selasa (10/8/2021) mengumumkan situasi darurat di wilayahnya setelah masuknya ratusan migran di perbatasan Belarusia. Pasalnya sama seperti tetangganya Lithuania, Latvia juga sudah didatangi migran ilegal asal Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir. 

Sebelumnya Lithuania juga sudah menuding Belarusia yang menjadi dalang dari datangnya ribuan migran asal Irak dan Suriah di negaranya. Hal ini karena adanya penerbangan langsung dari Baghdad menuju ke Minsk.

1. Adanya penjagaan perbatasan dari militer Latvia

Latvia Umumkan Situasi Darurat Terkait Migran dari BelarusiaPenjaga di perbatasan Latvia-Belarusia. (twitter.com/IeM_gov_lv)

Pemberlakuan situasi darurat di Latvia terkait lonjakan angka migran Timur Tengah yang masuk dari Belarusia. Maka nantinya perbatasan yang semula hanya dijaga petugas penjaga perbatasan, kini akan dibantu personel militer dan aparat kepolisian setempat demi menghalau migran ilegal. 

Bahkan nantinya tentara dan polisi yang ikut menjaga diperbolehkan melakukan pemaksaan fisik untuk menghalau migran yang memaksa masuk ke dalam teritori negara Baltik tersebut. Sementara itu, situasi darurat di Latvia akan diberlakukan mulai 11 Agustus hingga 10 November 2021, dikutip dari France24

2. Penutupan perbatasan Latvia-Belarusia

Di samping memperbolehkan pemaksaan kepada tentara dan polisi untuk melakukan pemaksaan mengembalikan migran yang memaksa masuk. Maka petugas juga tidak akan menerima migran yang hendak mencari suaka di Latvia selama masa penerapan situasi darurat. 

Dilansir dari DW, menurut Perdana Menteri Latvia, Krisjanis Karins mengungkapkan, "Penerapan kondisi darurat di perbatasan Latvia-Belarusia secara praktikal akan menutup perbatasan kedua negara bagi siapapun yang hendak melintas."

Perbatasan Latvia-Belarusia sepanjang 175 km juga menjadi salah satu jalur yang digunakan migran asal Timur Tengah untuk masuk ke Uni Eropa. Bahkan sejak 6 Agustus, sebanyak 283 orang telah ditangkap setelah melewati perbatasan dan meningkatkan total migran yang masuk sebanyak 343 orang sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Latvia dan Lithunia Makin Cegah Migran Masuk dari Belarus

3. Latvia akan membangun kamp bagi migran ilegal

Tingginya angka migran yang masuk ke Latvia belakangan ini, membuat pusat detensi bagi warga negara asing kelebihan kapasitas. Maka kepala Penjaga Perbatasan, Guntis Pujats mengatakan akan membangun kamp khusus untuk mengakomodasi migran yang masuk secara ilegal, terutama pada masa pandemik COVID-19. 

Pujats juga sudah mengonfirmasi kapasitas pusat detensi bagi warga negara asing kepada pemerintah setempat. Bahkan ia juga mengatakan sudah ada lima migran ilegal yang masuk ke Latvia dan diketahui positif COVID-19 yang menunjukkan pentingnya persyaratan keamanan epidemiologi di negara Baltik itu, dilaporkan dari The Baltic Times

Selain Latvia dan Lithuania yang sudah mengumumkan tingginya angka migran yang masuk dari Belarusia, Polandia diketahui juga mendapati kasus yang sama, yakni meningkatnya migran asal Irak dan Afghanistan yang masuk dari Belarusia, dikutip dari DW

Baca Juga: Rusia Jadikan Pemimpin Oposisi Belarus Tikhanovskaya Sebagai Buronan

Brahm Photo Verified Writer Brahm

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya