Lockdown Ketat, Maritinik Suruh Turis Asing untuk Pulang

Terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Martinik

Fort-de-France, IDN Times - Pemerintah Martinik telah mengumumkan pemberlakukan lockdown ketat yang dimulai pada Selasa (10/8/2021). Hal ini dilakukan lantaran tingginya angka penularan COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir dan membuat sibuknya layanan kesehatan setempat. 

Sebelumnya wilayah terluar Prancis di Karibia lainnya, Guadeloupe sudah menerapkan kebijakan penguncian wilayah terkait tingginya angka infeksi COVID-19 yang mencapai 3.000 kasus dalam satu minggu. 

1. Pemerintah anjurkan turis untuk meninggalkan Martinik

Pemerintah Martinik pada Selasa (10/8/2021) sudah memberlakukan pembatasan lebih ketat terkait melonjaknya kasus COVID-19. Kebijakan ini akan membuat toko non esensial, wisata pantai ditutup demi mengurangi mobilitas dan aktivitas penduduk di seluruh tempat umum. Padahal Martinik sebelumnya sudah menerapkan aturan jam malam bagi seluruh aktivitas bisnis. 

Dikutip dari France24, pemerintah setempat juga sudah meminta seluruh turis asing yang masih berada di Martinik untuk kembali ke negaranya. Menurut Prefet Martinik, Stanislas Cazelles mengatakan, "Kami akan mulai masuk fase kedua lockdown, sehingga sejumlah toko diharuskan tutup, kecuali toko kebutuhan pokok dan apotek. Kami juga menganjurkan bagi semua turis untuk meninggalkan Martinik. Hotel juga akan ditutup, kecuali bagi para profesional dan penduduk Martinik."

Di samping itu, penduduk juga tidak boleh pergi terlalu jauh dari tempat tinggalnya, artinya mobilitas warga hanya dibatasi dalam radius satu kilometer dari rumahnya. Cazelles juga mengungkapkan jika kebijakan ini akan diterapkan dalam 15 hari dan akan dilonggarkan secepatnya apabila kondisi sudah normal kembali.

2. Kasus COVID-19 justru banyak dari usia 40 tahun ke bawah

Baca Juga: Jelang Lockdown, Warga Filipina Panik Berebut Vaksin hingga Rusuh

Hingga kini, sebanyak 331 orang menjalani perawatan di rumah sakit setelah terjangkit virus COVID-19. Jumlah ini terhitung tinggi lantaran populasi di Martinik hanya berjumlah 372 ribu jiwa. Sementara dilaporkan 49 orang dalam perawatan intensif, sedangkan 11 orang dilaporkan tewas dalam 48 jam lalu. 

Bahkan seorang jurnalis dan politisi sayap kiri Prancis, Audrey Pulvar yang lahir di Martinik mengungkapkan dalam cuitan di Twitternya bahwa 40 persen pasien di IGD merupakan warga yang berusia di bawah 40 tahun. Pulvar juga meminta seluruh warga di pulau itu untuk bersedia disuntik vaksin, dilansir dari RFI

3. Prancis sudah mengirimkan bantuan tenaga kesehatan ke Martinik dan Guadeloupe

Menanggapi tingginya angka penularan COVID-19 di Martinik dan Guadeloupe, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan pihaknya telah memberangkatkan sejumlah tenaga kesehatan pada Selasa (10/8/2021). Pasalnya jumlah kapasitas ruang intensif di Martinik sangat terbatas dan sudah menampung 200 persen dari kapasitas normal. 

Di sisi lain, otoritas kesehatan setempat juga berupaya untuk meningkatkan minat warga wilayah terluar Prancis itu untuk divaksin. Bahkan menurut laman COVIDTracker menyebutkan hanya 21 persen warga di Guadaloupe dan Martinik yang sudah mendapatkan suntikan satu dosis vaksin sejauh ini, dilaporkan dari France24

Baca Juga: Menkes Iran Umumkan Negaranya Lockdown Selama 2 Pekan

Brahm Photo Verified Writer Brahm

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya