Comscore Tracker

Presiden Brasil Kritik Pelegalan Aborsi di Argentina

Dinginnya hubungan Brasil-Argentina

Brasilia, IDN Times - Sejak disahkannya UU Aborsi di Argentina oleh anggota senat, terdapat berbagai pro dan kontra dari masyarakat setempat. Tak ketinggalan pemimpin negara terbesar di Amerika Selatan yakni Brasil, Presiden Jair Bolsonaro juga turut mengkritisi aturan baru di negara tetangganya tersebut. 

Bahkan pemimpin sayap kanan itu juga mengatakan apabila kebijakan aborsi tersebut tidak akan pernah ia biarkan terealisasi di Brasil selama ia menjabat sebagai presiden di negara Amerika Selatan itu. 

1. Beri kritikan keras terhadap legalisasi aborsi di Argentina

Sehari setelah disetujuinya UU Aborsi di Argentina, Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberikan kritikan terhadap keputusan senat negara tetangganya tersebut. Mengutip dari Folha de Sao Paulo, pemimpin sayap kanan tersebut juga mengungkapkan melalui sosial medianya bahwa, 

"Saya sangat menyayangkan hidup dari anak-anak di Argentina karena sekarang menjadi subjek yang dapat diputus dari rahim ibunya sesuai dengan konsen dari negara"

Setali dengan Presiden Bolsonaro, Menlu Brasil, Ernesto Araujo juga menentang keputusan dari Argentina tersebut. Tanpa menyebutkan negara Argentina, Ia juga mengatakan bila,

"Brasil akan tetap pada pendiriannya untuk mendukung gerakan pro-life dan perlindungan terhadap anak tidak berdaya, tidak perduli sebanyak apapun negara yang melegalkan tindakan barbar berupa aborsi yang disamarkan sebagai perlindungan kesehatan reproduktif dan hak asasi manusia"

Bahkan Bolsonaro juga menyebutkan apabila selama ia menjabat sebagai presiden di Brasil, ia tidak akan pernah menerima legalisasi aborsi di negara penganut agama Katolik terbesar di dunia tersebut, dilansir dari Anadolu Agency.

2. Senat Argentina resmi legalkan aborsi

Baca Juga: Argentina akan Legalkan Aborsi Secara Hukum

Pada hari Rabu (30/12) anggota Senat Argentina resmi menyetujui pelegalan aborsi di negaranya. Hal ini setelah rapat yang diadakan selama 12 jam lamanya yang memberikan suara pendukung sebesar 38 anggota dan sejumlah 29 anggota senat menolak disahkannya undang-undang tersebut, dilansir dari Folha de Sao Paulo

Legalisasi aborsi di Argentina menjadi hal yang bersejarah dan disambut meriah begitu pula isak tangis. Pasalnya sudah terdapat rangkaian demo yang digerakkan aktivis HAM dan feminisme di Argentina beberapa tahun belakangan ini. Selain itu, penduduk Argentina yang mayoritas beragama Katolik Roma terus menentang keras usulan pelegalan aborsi tersebut.

Melansir dari France24, salah seorang pemrotes yang berprofesi sebagai psikolog bernama Sandra Lujan mengatakan, "Setelah banyaknya upaya dan perjuangan bertahun-tahun yang mempertaruhkan darah dan hidup. Hari ini kami akhirnya membuat sejarah. Mulai hari ini kita akan hidup di tempat yang lebih baik untuk anak-anak kami"

3. Hubungan Brasil dan Argentina yang kurang harmonis

Melaporkan dari Anadolu Agency, hubungan diplomatik antara Brasil yang dipimpin Jair Bolsonaro dan Argentina kurang harmonis semenjak pemimpin sosialis Alberto Fernandez terpilih sebagai presiden pada 2019 lalu usai mengalahkan Mauricio Macri. Akibatnya setahun belakangan kedua negara terbesar di Amerika Selatan tersebut terlihat saling diam dan tidak menanggapi satu sama lain. 

Bahkan semenjak Alberto Fernandez resmi memimpin Argentina lebih dari satu tahun lalu. Pertemuan bilateral Brasil dan Argentina hanya berlangsung satu kali pada awal Desember 2020 lalu.

Atas legalisasi peraturan aborsi bagi maksimum 14 minggu kehamilan ini, maka Argentina menjadi negara keempat di Amerika Latin sekaligus negara terbesar yang melegalkan prakter aborsi setelah Kuba, Uruguay dan Guyana. Sementara itu El Salvador, Honduras dan Nikaragua justru akan memenjarakan siapapun yang kedapatan melakukan praktek aborsi, dikutip dari France24

Baca Juga: Argentina Beri Lampu Hijau Legalkan Aborsi

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya