Comscore Tracker

Warga Rusia Buronan Ukraina Ditangkap di Republik Ceko

Dituding terlibat dalam peristiwa aneksasi Krimea

Jakarta, IDN Times - Seorang warga negara Rusia yang menjadi buronan Ukraina berhasil ditangkap di Republik Ceko pada Senin (12/9/2021). Warga Rusia bernama Alexander Franchetti itu sudah mendapat perintah penangkapan dari Pemerintah Ukraina lantaran diduga terlibat dalam aneksasi Krimea tahun 2014. 

Penangkapan warga negara Rusia ini juga terus memanaskan hubungan Rusia-Ukraina yang kian memburuk sejak insiden aneksasi Krimea. Sebelumnya Rusia juga sudah menangkap seorang warga negara Ukraina yang diduga melakukan spionase di pabrik senjata Tula. 

1. Franchetti ditangkap saat berada di Bandara Praha

Apara kemanan Republik Ceko berhasil menangkap Alexander Franchetti sesaat ia tiba di Bandara Internasional Praha. Hal ini dikarenakan Ukraina sudah memberitahukan kepada Ceko mengenai perintah penangkapan kepada warga negara Rusia itu dan menjadikannya sebagai buronan internasional. 

Menurut juru bicara Kemenlu Ukraina Oleg Nikolenko, "Penahanan ini merupakan hasil koordinasi dari aparat penegak hukum Ukraina dan Republik Ceko untuk mengadili Aleksandr Franchetti atas sejumlah aksi kriminalnya pada negara kita, termasuk partisipasinya dalam okupansi Rusia di Krimea."

Sementara itu, nantinya Franchetti akan diekstradisi dari Republik Ceko sesuai dengan permintaan dari Kantor Kejaksaan Ukraina. Namun, Kementerian Hukum Ceko yang akan menentukan keputusan ekstradisi itu, dilaporkan dari RFE/RL

2. Rusia memprotes dan meminta alasan terkait penangkapan Franchetti

Baca Juga: Ceko: 3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta Api

Kabar penangkapan Franchetti oleh otoritas Republik Ceko ini cukup mengejutkan pihak representatif Rusia. Dilansir dari TASS, juru bicara Kedubes Rusia di Praha, Nikolay Bryakin mengatakan, "Kepolisian Ceko sudah mengonfirmasi penangkapan Alexander Franchetti di Bandara Praha. Terkait hal ini departemen konsulat Rusia sudah ditugaskan ke bandara dan sudah menghubungi otoritas Ceko dan keluarga Franchetti."

Di sisi lain, Komite Investigasi Rusia pada Senin mengatakan jika akan mencari tahu mengenai alasan di balik penahanan Franchetti ini. Kepala komite Alexander Bastrykin telah meminta pengkajian penangkapan ini yang disebut sebagai motif politik yang tidak dapat diterima karena melanggar akuntabilitas hukum. 

Dikutip dari Republic World, juru bicara Krimea di bawah Rusia, Alexander Molokhov mengatakan jika Franchetti memang berpartisipasi dalam peristiwa aneksasi Krimea di tahun 2014 dan membawa wilayah reunifikasi dengan Rusia. 

3. Memanasnya hubungan Rusia dan Republik Ceko

Warga Rusia Buronan Ukraina Ditangkap di Republik CekoBendera Ceko dan Rusia. (twitter.com/RusenPress)

Sementara itu, juru bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova mengatakan jika Moskow sudah memperingatkan Ceko terkait kelanjutan perlakuan buruknya kepada Rusia dan seluruh warga negaranya. Bahkan ia menyebut tindakan ini dapat merusak hubungan bilateral antara kedua negara dan akan ada respon dari aksi ini. 

Hubungan antara Moskow dan Praha diketahui telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, Pemerintah Ceko menuding Rusia ada di balik ledakan gudang senjata pada tahun 2014 lalu yang menewaskan dua orang. Hal ini dikarenakan Rusia ingin menghancurkan senjata yang dijual ke Ukraina, diberitakan dari RFE/RL.  

Dilaporkan dari Sputnik News, juru bicara Kemenlu Ceko Eva Davidova mengatakan kasus ini tidak ada hubungannya dengan relasi Rusia-Ceko. "Langkah ke depan sepenuhnya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan otoritas hukum. Kasus ini tidak ada hubungannya dengan relasi Ceko-Rusia. Aksi yang dilakukan otororitas Ceko didasarkan pada kepatuhan Republik Ceko dalam kooperasi internasional dari badan kepolisian" ujar Davidova. 

Baca Juga: Presiden Ceko Sebut Transgender Orang Menjijikkan

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya