Comscore Tracker

Dikecam Usai Rusak Dipan Olimpiade, Atlet Israel Minta Maaf

Aksinya sempat viral dan tuai kecaman internasional

TOKYO, IDN Times - Penyesalan selalu datang belakangan, tetapi itikad baik tetaplah harus  disambut positif. Begitulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan aksi Ben Wanger, seorang atlet asal Israel yang beberapa waktu lalu viral dan terlibat kontroversi bersama rekan timnya usai kedapatan merusak tempat tidur kardus yang dirancang di desa atlet Olimpiade Tokyo.

Setelah tindakan memalukannya tersebut, Wanger, yang sempat dikecam oleh warga Jepang dan internasional itu pun mengakui bersalah akan perbuatan yang dilakukannya. Seolah ingin membuktikan penyesalannya, media Jepang baru-baru ini memberitakan bahwa Wanger tengah mengadakan aksi penggalangan dana yang ditujukan untuk upaya pemulihan sebuah kota di Jepang yang beberapa waktu lalu dilanda bencana longsor parah.

1. Tuai kontroversi usai videonya di Tik Tok viral 

Aksi perusakan yang dilakukan oleh Ben Wanger dan rekan timnya menjadi viral pada tanggal 26 Juli 2021 lalu usai diunggah pada akun sosial media TikTok. Berniat ingin menguji kekuatan tempat tidur yang terkenal karena terbuat dari kardus kokoh, siapa sangka tindakan main-mainnya justru malah menyebabkan kerusakan parah.

Unggahan tersebut langsung mengundang reaksi keras dari banyak pihak. Meski videonya kini telah dihapus dari akun asli, jejaknya terlanjur tersebar luas di jagad maya. Penyiar Israel KAN mengatakan di akun Twitter resminya bahwa Komite Olimpiade Israel sangat mengecam tindakan tersebut, yang kemudian disusul permintaan maaf dari para atlet.

Agar masalah tidak semakin panjang, panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo telah mengindikasikan tidak adanya niatan untuk menghukum para atlet yang terlibat. Mereka pun tetap mengikuti perlombaan sebagai bagian dari tim bisbol Israel, meski kemudian kalah di perempat final usai ditumbangkan Korea Selatan.

2. Merasa bersalah, Wanger Galang dana untuk bencana Jepang

Media Jepang The Mainichi melaporkan bahwa pada tanggal 31 Juli lalu, Wanger, yang namanya sempat tercoreng di mata warga Jepang, disebut meluncurkan crowdfund untuk mengumpulkan dana sumbangan bagi upaya rekonstruksi di kota Atami, Prefektur Shizuoka, yang beberapa waktu lalu tertimpa longsor besar.

Dalam kampanyenya Wanger menulis: "Banyak orang telah lama menunggu kembalinya Olimpiade di Tokyo 2021 setelah pandemi covid. Apa yang banyak orang tidak tahu adalah bahwa sekitar sebulan sebelum Olimpiade, bencana tanah longsor melanda Atami -- pantai kota di barat daya Tokyo. Jika Anda senang menonton Olimpiade atau menikmati konten Olimpiade di Tik Tok, harap pertimbangkan untuk menyumbang ke kota Atami untuk membantu proses pembangunan kembali."

Upaya untuk meminta sumbangan tersebut juga di posting melalui akun Twitter miliknya. Hingga pada Selasa kemarin (3/8), Wanger pun berhasil mengumpulkan target hingga 3.000 dolar AS (sekitar Rp42,9 juta), termasuk donasi 200 dolar AS (sekitar Rp4,8 juta) dari dana pribadinya.

Baca Juga: Duh! Atlet Australia Bikin Ulah di Olimpiade Tokyo 2020

3. Tempat tidur atlet Olimpiade mampu menahan berat hingga 200 kg

Dikecam Usai Rusak Dipan Olimpiade, Atlet Israel Minta MaafPotret tempat tidur kardus para atlet Olimpiade Tokyo 2020. Sumber: Twitter.com/Paul Chelimo

Rangka tempat tidur di kampung atlet pada Olimpiade Tokyo 2020 tergolong cukup unik karena terbuat dari kardus karton yang sangat kokoh, serta dapat menopang beban hingga 200 kg menurut keterangan dari produsen Airweave. "Mereka lebih kuat dari tempat tidur kayu," kata Takashi Kitajima, manajer umum di desa atlet, kepada Associated Press. Meski demikian, ia telah mewanti-wanti bahwa terlepas dari kemampuannya menahan beban, tempat tidur itu tetap rawan rusak bila digunakan untuk melompat-lompat.

Sebagai bagian dari properti ramah lingkungan, bingkai tempat tidur di desa Olimpiade tersebut rencananya nanti akan didaur ulang menjadi produk kertas setelah pertandingan, sementara komponen lain yang tidak termasuk karton akan diubah menjadi produksi plastik.

Di sisi lain, meski kasus kontroversi para atlet Israel yang sempat menjadi viral telah selesai, Selasa kemarin (3/8) ulah para atlet lain yang merusak properti Olimpiade justru kembali terulang. Reuters melaporkan bahwa kali ini, permasalahan itu datang dari para atlet asal Australia yang disebut merusak tempat tidur, membuat lubang di dinding, serta menyebabkan masalah di bandara dalam perjalanan pulang. Pihak komite olahraga Australia saat ini tengah menyelidiki masalah tersebut tanpa menyebutkan nama atlet yang terlibat.

Baca Juga: Duh! Atlet Australia Bikin Ulah di Olimpiade Tokyo 2020

Calledasia Lakawa Photo Verified Writer Calledasia Lakawa

Broken crayons still color

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya